Seorang pelaku wirausaha akan sukses jika tidak semata-mata
mengandalkan tren bisnis, melainkan harus pandai pula memanfaatkan tren
pemasaran saat ini. Kita jangan hanya terpaku pada jenis bisnis yang sedang menguntungkan,
melainkan perlu memahami cara mengelolanya. Jadi,mengelola usaha lebih penting
dibandingkan sekadar membuat produk.
Ada
beberapa hal yang ikut menentukan sukses tidaknya pengelolaan bisnis saat ini,
yaitu:
1. Speed atau kecepatan. Apa
pun bisnis yang Anda pilih, tidak akan berhasil bila tidak bergerak cepat.
Tapi, waspadalah, pelaku usaha cenderung tidak ingin mengungkap keberhasilan
usahanya, karena khawatir diikuti. Jadi, hati-hati, jika orang mengatakan suatu
bisnis berprospek cerah. Sebaliknya, buka mata dan telinga, jika orang
mengatakan suatu bisnis kurang menjanjikan. Di sinilah pentingnya creative economy. Produk boleh sama,
tapi kreativitas akan lebih dituntut.
2. Lintas batas. Di era perdagangan bebas ini,
berpikirlah untuk selalu melakukan perdagangan lintas batas. Cobalah
memperkenalkan produk Anda seluas-luasnya, agresif merangkul peluang untuk
pengembangan bisnis, dan bersiaplah menghadapi persaingan.
3. War of talents. Anda
perlu merebut tenaga-tenaga terampil, kalau tidak ingin hanya kebagian sisanya.
Jangan percaya bahwa sukses bisa diraih tanpa pendidikan. Seberapa pun
suksesnya sebuah bisnis, siapa pun orangnya, dan apa pun bisnisnya, menambah
wawasan dan ilmu pengetahuan tetap penting.
4. Lifestyle of economy. Penampilan
sering kali mempengaruhi penilaian seseorang. Karena itu, ubah penampilan Anda,
baik secara fisik maupun wawasan. Jangan menjadi tua karena penampilan,
sehingga orang merasa enggan untuk berinteraksi dengan Anda.
5. Mental pengusaha. Ini penting agar Anda
bertahan sebagai pengusaha UKM, terutama agar Anda melihat sebuah masalah
sebagai kesempatan. Banyak bisnis yang bisa dikembangkan dari masalah. Inilah
yang disebut sebagai energy alternative. Mulailah melirik peluang dan melakukan
langkah-langkah, yang mungkin luput dari penglihatan orang lain.
Selling the concept, not
the product. Mulailah bisnis dengan merencanakan konsep, bukan hanya produksi.
Dream society. Bisnis
yang tumbuh sepuluh tahun ke depan adalah yang bermuatan spiritual dan
emosional, misalnya wisata dan ketenangan jiwa.
Access and speed: virtual
and online marketing. Jarak
dan waktu kini bukan kendala bisnis. Lakukan promosi dan marketing dengan
fasilitas teknologi, yaitu melalui SMS dan internet.
Community marketing. Pemasaran
bisa dilakukan dengan membidik komunitas tertentu, misalnya komunitas hobi.
Aggresive selling. Merek
yang tidak kuat, sekalipun terkadang sukses di pasaran, terjadi karena
pemasaran agresif, contohnya bisnis MLM.
Viral marketing. Buatlah
produk Anda ‘bercerita’, sehingga pemasaran bisa berjalan dengan sendirinya
dari mulut ke mulut, layaknya virus yang menyebar.
Niche marketing. Pasarkan
produk khusus bagi pasar yang khusus pula, misalnya CD khusus bagi orang yang
ingin berhenti merokok.
Creative marketing. Mencakup
‘penemuan’ baru, mulai dari pemikiran paling sederhana, hingga ide kreatif yang
orisinal.
Tip:
·
Fokuskan usaha pada suatu target. Jangan tergoda untuk mengubah
target secara impulsif.
·
Berpikirlah outside in, bukan inside out. Terbuka pada perubahan
yang terjadi di luar, untuk kemudian diterapkan bagi pengembangan usaha.
·
Kesuksesan dan cara Anda berbisnis juga dipengaruhi oleh
lingkungan dan komunitas. Lingkungan orang sukses dan pekerja keras akan
memengaruhi Anda jadi pengusaha sukses.
·
Sukses itu tidak diukur dari seberapa tinggi Anda mampu meraih,
melainkan seberapa cepat Anda bisa kembali saat Anda jatuh, dan memulai sesuatu
yang baru.
0 komentar:
Post a Comment