Di media sosial kita sering menjumpai buzzer
atau orang dengan banyak followers yang dimanfaatkan oleh sebuah brand
untuk mengiklankan produk mereka. Sebetulnya, seberapa efektif metode
ini?
Media sosial seperti Twitter berguna
untuk menjangkau konsumen, yaitu untuk menyosialisasikan, menciptakan buzz atau
‘dengung’ dari suatu produk. Bagi mereka yang mencari informasi, iklan-iklan
140 karakter ini mungkin berguna. Tapi, perlu diingat bahwa banyak juga orang
yang merasa terganggu karenanya. Kita menjadi follower seseorang untuk
mendapatkan informasi atau pengetahuan, bukan untuk disuguhi jualan
produk.
Menurut saya, ada cara yang lebih efektif
daripada membayar seseorang untuk mengiklankan produk Anda. Caranya
adalah dengan membuat berita. Zaman sekarang orang begitu aktif di media
sosial, mengabarkan setiap hal yang mereka lihat dan lakukan. Hal inilah yang
perlu dimanfaatkan para pemilik brand. Atau buat kegiatan atau kampanye yang
unik dan tidak biasa. Tarik audiensi atau pengunjung untuk berpartisipasi.
Kalau mereka senang, dengan sendirinya mereka akan ‘gatal’ untuk men-tweet
atau mem-post status, foto, dan sebagainya. Mereka melakukannya dengan
senang hati, dan followers mereka juga akan lebih percaya.
gambar : 'teachthought'

0 komentar:
Post a Comment