Strategi bisnis yang matang biasanya
sudah dimiliki oleh perusahaan-perusahaan besar dan mapan. Tapi, bukan berarti
Anda yang baru mulai berbisnis, skala kecil atau menengah, tidak bisa ikut
bersaing dengan perusahaan besar. Berikut ini beberapa tip dari Jacky
Mussry, Vice President Chief Knowledge Officer MarkPlus, Inc,
konsultan marketing dalam hal strategi pemberian potongan harga,
• Tujuan. Tetapkan dari awal,
apakah Anda memberi potongan harga adalah untuk tujuan finansial atau
nonfinansial. Jika finansial, tentu Anda harus menghitung biayanya secara
detail. Tapi, jika nonfinansial, misalnya, gudang barang sudah penuh atau
meningkatkan image, mungkin Anda harus rela merugi sedikit.
• Biaya. Selain harga barang
itu sendiri, Anda juga harus menghitung biaya yang dikeluarkan untuk sewa,
inventaris, gaji pegawai, dan biaya lain yang terkait dengan bisnis.
• Sistem pembayaran. Jika
tujuan Anda memberi potongan harga atau bentuk promosi apa pun adalah untuk
menjaga cash flow, maka pastikan cara pembayarannya tunai atau debit.
Dengan begitu, tujuan mendapatkan uang segera, bisa tercapai.
• Gunakan cara promosi yang murah
meriah. Promosi tidak boleh lebih mahal dari harga barang yang dijual. Anda
bisa memanfaatkan media sosial untuk berpromosi.
• Jangan memberikan janji
berlebihan yang akan menjadi bumerang. Seringkali kita melihat pada iklan
diskon sebuah produk terdapat tambahan kalimat : "Syarat dan Ketentuan
Berlaku" . Sebaiknya Jangan memberikan syarat dan ketentuan yang
menyulitkan dan membingungkan pelanggan. Bukannya senang, mereka bisa merasa
tertipu dan terjebak. Karena itu, bentuk promosi yang Anda tawarkan harus
jelas, jujur, dan tidak menyesatkan.
• Bentuk dan besarnya potongan
harga tidak bisa dipukul rata, semua perlu mempertimbangkan berbagai hal
tadi.
• Ciptakan demand dan
pertajam segmentasi pembeli. Caranya dengan mencari keunikan dan nilai
lebih dari barang yang Anda jual. Konsumen sekarang cenderung tidak
mempermasalahkan harga untuk membeli barang yang memang akan memberi nilai
lebih, bukan hanya gunanya. Misalnya, baju yang bisa membuat konsumen
terlihat lebih ramping atau bisa dikenakan bolak-balik.
• Perhatikan perilaku pembeli. Berikan
sentuhan emosional pada pengalaman berbelanja, misalnya dengan memberi layanan
yang ramah, atau memanggil customer dengan panggilan akrab. Wanita biasanya
lebih suka jika diperlakukan seperti teman.
0 komentar:
Post a Comment