1. APA yang dibutuhkan (atau kita buat supaya dibutuhkan)--> Product,
2. BAGAIMANA cara menyampaikan informasi tentang produk,---> Promotion
3. BERAPA harga yang paling pas di pasar tersebut---> Price
4. serta DIMANA kita berbisnis. ---> Place
Lalu setelah fokus terhadap PRODUK, mungkin baru disadari oleh para pembuat teori tersebut, bahwa dalam berbisnis dibutuhkan tambahan 1P (sehingga menjadi 5P) yaitu PEOPLE. Yaitu orang yang terlibat dengan alur dan proses sebuah produk. Dan juga orang yang bersedia membayar harga produk tersebut.
Adalah Sesuatu yang dijual kepada konsumen untuk memenuhi kebutuhan mereka. Produk bisa saja benda yang 'Tangible' atau yang 'Intangible' seperti Sevice/Jasa/Pelayanan.
Misalkan ASPIRIN. Setelah melalui serangkaian test dan pengenalan ke publik, Aspirin pernah menjadi "obat Dewa". Tapi sekarang pengguna Aspirin sudah sangat sedikit.
Nah, seorang 'Marketer' (Karena ini sedang bahasan Marketing) harus mempertimbangkan kira-kira "umur" produk tersebut bisa diterima pasar berapa lama, akan bertahan berapa lama. Dan strategi apa yang harus dilakukan terhadap Produk tersebut.
Alias Harga. Adalah sejumlah uang yang harus dikeluarkan oleh konsumen untuk membeli Produk.
Seorang Marketing harus memikirkan dengan hati-hati, produknya akan dijual dengan harga berapa? Tentu untuk memutuskan berapa harga produk tersebut harus juga dengan memperhitungkan detil segala biaya yang dikeluarkan, value produk dan siapa pangsa pasarnya.
Yang pasti sih, kudu SURVEY ya, agar harga produk kita bisa diterima pasar sekaligus bisa memberikan keuntungan optimal.
Di kota, di desa. Di Jawa, di Kalimantan. Di warung kaki lima, di Mall. Toko Online , toko Offline
Karena tiap tipe "tempat " akan memiliki stategi pemasaran yang berbeda-beda. Penentuan "tempat berjualan" juga bisa ditetapkan berdasarkan Jenis produk, fungsi produk, pelayanan, kekuatan financial yg dimiliki pemilik produk atau sosial budaya masyarakat tempat lokasi pasar berada.
Misalkan berjualan MARNING (Hayoo tau "marning" ngga?) di kantin Panti Jompo ya ngga cocok.
Yaitu Orang, kalau bisa 1 milyar orang, yang mau mengeluarkan uang untuk membeli produk yang kita jual.
Untuk mengetahui siapakah orang yang tepat bagi produk kita tentu kita harus melakukan survei.
Lelaki atau Perempuan?
Dewasa, Remaja atau anak-anak?
Single atau Menikah?
Tinggal di kota atau di desa?
Tinggal di Jawa atau Papua?
Berapa penghasilan mereka?
Berapa kemampuan nominal uang yg bisa mereka keluarkan untuk membeli produk kita?
Dst...
Alias Kemasan. Kemasan adalah tampilan terluar sebelum Konsumen memanfaatkan fungsi produk. Ingatlah, Impresi visual 15 detik pertama sangat berperan dalam keputusan awal apakah (calon) konsumen akan membeli produk atau tidak. Pemilihan kemasan harus dengan mempertimbangkan faktor 5P yang saya tulis di status sebelumnya. Jangan sampai anda "memasangkan" kemasan yang salah pada produk anda. Sekali lagi, lakukanlah survey untuk tampilan kemasan produk agar sesuai dengan target market anda.
Sistem dan proses berjalannya suatu bisnis memberikan efek terhadap keputusan apa dan bagaimana pelayanan yg dapat diberikan kepada konsumen. Sehingga dibutuhkan suatu proses pemasaran yang tepat -dari mulai hulu hingga hilir hingga produk sampai ke tangan konsumen- sehingga kebutuhan konsumen dapat terpenuhi.
A.K.A Bukti fisik. Apapun bentuk 'produk' yang dijual, harus ada bukti fisik dari proses jual beli. Begitupun jika anda menjual "jasa/ service/pelayanan.
Strategi Pemasaran dalam menentukan "Positioning" tidak bisa dipisahkan dari "P" yang lain.
(Kisah Klien) Tim Kecil Namun Solid
Balikpapan 11 Mei,
Customer yang barusan saya kunjungi sudah berumur nyaris 70 tahun. Dia sendiri yang mengaku. Masih energik, walau khas orang tua banget: royal memberikan wejangan.
“Untuk hal-hal yang kurang kami kuasai, kami memilih memakai jasa outsourching, Mbak” Katanya “Yang ada disini hanya tenaga inti”
Jadi jika mereka menang sebuah tender pekerjaan yang mensyaratkan termasuk service purna jual, maka ia akan menggandeng perusahaan lain sebagai co-contractor.
“Tapi saya membaca banyak banget orang yang menghujat Mulan Jamila semenjak Ahmad Dhani pisah dengan Maia. Mulan dianggap sebagai penyebabnya. Padahal kan belum tentu begitu, Mbak." Katanya
"Memang menjadi orang ketiga tuh ngga enak, Mbak. Orang-orang ngga mau tahu, pokoknya jadi perempuan lain dianggapnya nista, aja. Perusak kebahagian rumah tangga.” Atikah (saya sebut aja begitu, deh) mulai curhat. “Mbak kan dari tahun lalu janji mau menulis cerita saya. Sudah jadi?”
(Saya tulis disini dan disini)
“Please, Tulis aja semua yang saya ceritakan ke Mbak. Kadang-kadang saya pingin deh ‘nyulik Mbak lagi supaya saya bisa menumpahkan unek-unek.”
“Boleh. Kapan saya mau diculik? Kita ke Maroko lagi?” Tantang saya sambal tertawa.
“Ngga apa-apa. Kan saya mendengarkan Tika lagi curhat.” Jawab saya.
“Saya menyesal juga percuma, ya, Mbak. Sudah terjadi. Tapi beneran deh, menjadi perempuan kedua tuh ngga enak. Padahal saya punya penghasilan sendiri. Punya gaji sendiri. Tapi setiap saya beli barang baru pasti disangka meminta ke suami. Padahal mestinya saya ngga minta, kewajiban suami kan Mbak, untuk menafkahi saya?” Tika mulai curhat lagi.
“Iya” Jawab saya
“Tiap hari saya seperti menghadapi sekumpulan konspirasi musuh, Mbak” Lanjutnya.
“Mungkin, Mbak. Tapi perasaan saya ya begitu itu” Jawabnya “Seperti yang saya ceritakan ke Mbak dulu, saya ngga mau harta suami saya. Saya cuma pingin diterima di keluarga besar suami. Saya kan sudah terlanjur jadi istri kedua. Suami juga kan butuh saya, koq.”
“Saran saya masih sama seperti tahun lalu, Tik. Kalau Tika mau mempertahankan perkawinan, ya, Tika harus bisa berdamai dengan keadaan. Tika yang harus legowo. Kita kan ngga bisa memaksa bagaimana orang bersikap terhadap kita”. Kata saya.
“Iya, Mbak. Tapi legowo itu melelahkan. Bathin saya sakit terus.”
“Jiaaah, kalau bathin kamu masih sakit, itu berarti belum sepenuhnya legowo.” Kata saya “Saat Mas Harso melamar, kan kamu tahu ia sudah beristri. Tapi kamu mau menerima.”
“Iya, Mbak. Tapi ngga nyangka akan sakit begini, hati saya. Setiap hari.”Keluhnya.
“Tika, Mbak kan juga udah pernah bilang, deh. Membaca Al Qur’an itu menenangkan hati. Al Qur’an itu menyembuhkan penyakit hati.” Kata saya “Jadi saat hati gelisah, sakit, tidak nyaman, bacalah Al Qur’an. Dan lebih baik lagi sambil belajar memahami maknanya.”
“Iya, Mbak.”
“Ya sudah, sekarang Tika ambil wudhu, terus baca Al Qur’an. Besok insya Allah, Mbak lanjutin menulis cerita Tika di blog. Kalau ada hal-hal yang meragukan, boleh ya saya menelpon Tika?”
“Boleh, Mbak. Terima kasih ya sudah mendengarkan cerita saya. Assalamu’alaikum,Mbak”
“Wa’alaikumsalam, Tika”
Tahukah kau, Tika, setiap selesai mendengar curhatmu, sebagian kegalauanmu jadi berpindah ke aku. Mungkin berbeda dengan orang-orang profesional di bidang ini (apa?), saya selalu membayangkan 'jika saya adalah kamu' supaya saya bisa memahamimu.
Ah. Saya butuh membaca Al Qur'an saat ini.
Semoga Allah memberikan ketentuan dan takdir terbaik bagimu, sahabatku Atikah.
(Kisah Atikah ini akan saya tulis pada Postingan berbeda, dalam bentuk fiksi, tentunya. Biar kalau ada yang meng-sue saya bisa ngeles : Yeee itu kan cerita fiksi...hehehe)
Kabayan : "Nyai...Nyai... Jangan berdiri di rel kereta, nanti kalau ada kereta lewat, Nyai bisa ketabrak".
Nyai Iteung: "Biarin aja, Kang Kabayan. Iteung sedih, tiap hari diomelin Ambu ama Abah. Iteung jadi hopeless".
Kabayan : "Yah, jangan desperate gitu dong, Nyai. Kalau sedih kan bisa cerita ama Akang. Kali aja Akang bisa bantu."
Nyai Iteung: "Udahlah, Kang. Jangan sok baik gitu. Padahal Iteung juga ngerasa , Akang baik karena ada maunya. Semua emang gak ada yang tulus sayang ama Iteung"
Kabayan: "Ah, tuduhan Nyai ngga bener. I do care about you, Nyai. Tapi beidewai baswei, Nyai Iteung bawa apaan tuh? Koq kayaknya berat banget. Mau bunuh diri, ngapain bawa barang banyak-banyak, Nyai?."
Nyai Iteung: "Sembarangan! Siapa juga yang bawa barang banyak-banyak. Ini bekel tau! Nih, lihat. Ada nasi, sambel goreng pete, tumis oncom, ayam goreng, kerupuk miskin. Yang ini termos isi es teh manis."
Kabayan: "Bekelnya banyak banget"
Nyai Iteung: "Iyalah. Ini namanya persiapan, tauk! Kalau kereta telat lewatnya, Iteung ogah sampai mati kelaparan karena kelamaan nungguinnya".
Saat sedang kebingungan begitu, tiba-tiba anak saya memanggil-manggil minta diantar pipis.
Ah, untung cuma mimpi.
Kenyataannya, apa yang dialirkan teko saat dituang isinya ke dalam gelas, adalah tergantung apa yang kau isikan ke dalamnya teko tersebut sebelumnya.
Jika diisi kopi, maka teko akan mengalirkan kopi. Begitupun jika disi susu maka akan mengalirkan susu.
Demikian pula dengan perkataan kita. Mulut berkata, namun perkataan yang dikeluarkan adalah hasil olahan dari pikiran. Perbuatan pun berasal dari hasil pikiran.
Karena segala yang terjadi pada tubuh berpusat di otak,
Pikiran adalah ibarat teko.
Jika isi pikiranmu baik, maka akan mengeluarkan hal-hal yang baik.
Teko mengeluarkan minuman manis jika isi di dalam teko ditambah gula.
Kelakuan kita akan terasa manis bagi orang lain jika kita berpikiran husnudzon.
Namun bisa saja teko mengeluarkan susu. Tetapi ternyata susu basi. Bikin yang minum susu murus-murus keluar masuk toilet tiada henti. Akibat kelakuan kita yang lain di mulut lain di hati.
*Pesan untuk anak-anakku generasi penerus bangsa*
Saya dapat kiriman beberapa foto dari Sebuah SDN di Cilacap lewat WA. Melihat foto ini, murid yang bersalaman dan hormat pada gurunya dengan takzim, membuat saya haru. Berbuatlah seperti itu seterusnya, Nak. Menghormati guru, orang tua dan bahkan orang yang lebih muda darimu.
Jangan ikuti perilaku nyeleneh sebagian teman-temanmu yang telah kehilangan akhlak baiknya. Dengan menentang guru, tawuran, membully teman dan perilaku negatip lainnya.
Perilaku seperti itu sama sekali tidak keren, Nak. Jika kemudian menjadi tabiatmu, akan menyusahkan hidupmu kelak.
Camkan, Nak, kesantunan adalah "bahasa" pergaulan yang bisa diterima dimanapun di belahan bumi Allah ini. Apapun warna kulitmu, apapun suku bangsamu, apapun agamamu, jika engkau santun akan selalu diterima dengan tangan terbuka.
Para Donatur dan relawan #SedekahOksigen dan #SedekahNasi telah memberi tauladan yang baik dengan kepedulian mereka terhadap sesama. Contohlah mereka. Agar dunia tempatmu hidup bisa menjadi dunia yang bertabur Rahmat Illahi.
#SarapanJumatPagi
-----
Silly me,



- Follow Us on Twitter!
- "Join Us on Facebook!
- RSS
Contact