Sebagai manusia yang berperasaan, saya juga sering merasa kesal,
marah, dan perasaan negatif lainnya. Dan karena saya juga manusia yang
ekspresif maka setiap apa yang saya rasakan akan saya ungkapkan.
Dulu, saya sering meletup-letup. Sering marah-marah jika merasa
ada hal yang tidak sesuai ekspetasi. Namun seiring bertambahnya pengalaman
hidup, saya berusaha lebih sabar. Apalagi ketika saya menyadari ternyata
perilaku doyan marah-marah memberi efek yang tidak baik bagi anak-anak.
Namun
kemarahan yang disimpan juga punya efek yang sama tidak baiknya. Hati saya jadi
gosong karena terbakar emosi terpendam.
Lalu saya memakai cara lain untuk mengungkap segala perasaan
negatip, yaitu dengan menulisnya lalu dihapus. Setelah semua tulisan unek-unek
tersebut dihapus, ya kemudian buat saya "that's it".
Sampai situ doang.
Saya ngga mau memampangkan kekesalan, kemarahan dan seterusnya, berlama-lama.
Nanti saya jadi cemberut terus. Kalau saya cemberut terus, nanti kecantikan
saya akan berkurang. Itu yang paling saya khawatirkan.

0 komentar:
Post a Comment