Sunday, January 29, 2017 1 komentar

LINCHPIN

( linch pin/ lynch pin).
Linchpin adalah pasak yang diselipkan ke dalam as roda kereta kuda/dokar. Dalam kendaraan bermotor sekarang, tentu saja bentuknya sudah dimodifikasi menjadi lebih 'modern'.
Ada sebuah kisah sepasukan tentara gagal memenangkan pertempuran gara-gara linchpin"copot dari as roda kereta kuda yang membawa logistik bagi pasukan tersebut. Dicoba mengganti dengan potongan kayu, sebentar saja potongan kayu tersebut patah karena beban roda yang berat. Untuk membuat linchpin baru, Sais meminta bantuan Pandai besi. Pandai besi membutuhkan waktu untuk membuatnya. Sehingga logistik terlambat sampai ke lokasi yang ditentukan. Akibatnya tentara bertempur dalam kondisi kelaparan dan kehausan.
Linchpin
photo from Newminder Blog
Kita jarang  memperhatikan akan keberadaan benda kecil ini di kendaraan yang kita naiki. Kita mungkin menaruh perhatian pada kemudi, ban, mesin dan sebagainya. Padahal linchpin kecil ini sesungguhnya punya peran yang sangat vital. Tanpanya kendaraan kita tidak akan bisa bergerak kemana-mana.
Linchpin dalam kehidupan kita bisa berupa siapa saja. Kalau bagi saya saat ini, adalah quartet ART dan asisten saya. Tanpa mereka rumah dan pekerjaan saya berantakan. Saya bisa sih melakukan apa yang dikerjakan para linchpin tersebut. Tapi jika saya sibuk menggantikan tugas mereka, maka saya tidak bisa mengemudikan 'kendaraan' saya.
Karena saya punya keterbatasan waktu dan kemampuan untuk fokus pada satu waktu.
Ketika saya sadari agar lebih cepat sampai ke tujuan, dibanding berjalan kaki (dimana semua bisa saya lakukan sendiri) saya memilih menaiki kendaraan. Nah, di dalam kendaraan itu ada peran kemudi, roda dan segala bagiannya, badan kendaraan dan segala bagiannya, atap kendaraan dan segala bagiannya, dan bagian-bagian lain. Termasuk ada peran sebuah atau beberapa buah linchpin. Agar kendaraan saya bisa berjalan ke tujuan dengan selamat, tentu saya harus merawat semua bagian kendaraan termasuk linchpin-linchpin ini, supaya tidak ada yang rusak, mogok atau patah di tengah jalan.
Linchpin tampak begitu sepele dan tak berarti, sehingga banyak dari 'pengemudi' yang abai pada mereka. ART dan para asisten tampak lemah dan tak jarang bodoh, sehingga para majikan/bos seringkali semena-mena pada mereka. Padahal jika linchpin ini patah, bukan tidak mungkin kendaraan kita bisa ambruk ditengah jalan.
Sudah menyadari keberadaan linchpin dalam hidup anda? Nah, rawat mereka ya....


Thursday, January 26, 2017 0 komentar

Jual Beli Sepatu Pantofel, Seperti Ini Apakah Sesuai Syariah?

Hari Senin malam si Kembar menelpon, minta dibelikan sepatu pantofel hitam untuk upacara. Sepatu mereka yg lama sudah sempit. "Untung dipakai cuma buat upacara, Ma" Kata Kakaknya. "Akhir pekan ini kami ada lomba. Seragam sepatunya memakai pantofel."
Maka Selasa pagi saya ke pasar dekat rumah. Tapi saya bingung dengan nomor sepatu untuk mereka. No.  39, 40 atau 41. Saat saya mencoba sepatu ukuran 39, paaas banget. Cuma saya khawatir kalau dipakai berjalan malah bikin lecet kaki. Sepatu ukuran 40, "nyeplak" saat dipakai. (Haha, apa ya Bahasa Indonesia untuk 'nyelak?' Ya gitulah.) Apalagi ukuran 41, 'molos' terus kalau dipakai saat berjalan.
Akhirnya ketiga sepatu berbeda ukuran itu saya bayar. Tapi saya bilang terus terang ke penjualnya,  bahwa sebenarnya saya hanya butuh 2 sepatu. Sisa 1 sepatu akan saya kembalikan. Ketiga sepatu tersebut akan saya cobakan ke anak-anak, kalau misalkan kedua anak saya butuh sepatu dengan nomor yang sama, maka salah satu sepatu akan saya ganti nomornya. Dan sepatu yang ngga sesuai ukurannya akan dikembalikan.
Ibu Penjual Sepatu deal.
Baru saya jalan beberapa langkah, si Ibu Penjual menyusul. "Uang Ibu yang untuk satu sepatu, saya kembalikan. Ibu bayar dua sepatu saja."
Saya, "Loh, jangan begitu, Bu. Berarti saya berhutang sepatu. Kalau di jalan saya kenapa-kenapa, keluarga ngga ada yang tahu saya berhutang ke Ibu (saya ke pasar sendirian). Berat, Bu"
Ibu Penjual Sepatu, "Tapi gimana pencatatan saya? Masa udah dijual, dikembalikan lagi?"
Saya, "Itu namanya RETUR bu."
Si Ibu, "Lah alasan diretur apa? Biasanya kalau cacat produk."
Eh, iya juga.
Si Ibu menarik saya kembali ke tokonya, "Gini aja deh, Bu. Coba sini Ibu kembalikan semua sepatu. Uang Ibu saya kembalikan."
Saya nunut.
Si Ibu,"Ibu membeli dua sepatu dari saya. Ini dua sepatunya." Si Ibu memberikan saya dua sepatu No 39 dan 40 "Ibu bayar ke saya dua sepatu."
Saya yang ngga ngerti maksud si Ibu, ngeyel,
"Saya ngga bisa milih ukuran dong."
Si Ibu, "Ibu bayar dulu harga dua sepatu. Saya sepakat sepatu ditukar jika salah satu ukuran tidak muat atau kebesaran."
Ok , saya menurut. Saya bayar harga dua sepatu.
Si Ibu, "Nah, sekarang akadnya adalah saya pinjam ke Ibu uang dan sebagai jaminannya sepatu No. 41 ini. Uang ini akan saya kembalikan jika Ibu datang lagi ke toko saya."
Saya "Jadi akadnya pinjam meminjam ya ini?."
Si Ibu, "Lah, sebenarnya maksud Ibu juga begitu kan tadi? Entah kenapa, Saya koq yakin sepatu yang akan Ibu kembalikan yang No 41."
Ya sudah kalau begitu.
Keesokan harinya saya kembali ke pasar mengembalikan sepatu (yang memang benar) no 41. Uang sayapun dikembalikan Si Ibu.
Wallahu'alam, apakah bermuamalah model begini sesuai ketentuan Muamalah yang benar?
Tapi inilah salah satu kelebihan belanja di pasar. Beberapa kali saya alami, ketika membeli sebuah barang, ternyata barang tersebut tidak sesuai (entah karena kekecilan atau kebesaran), uang tidak bisa dikembalikan. Meskipun barang boleh ditukar dengan barang lain, tak jarang pembeli harus membayar lagi selisih harga karena barang yg baru lebih mahal dari harga barang yg pertama.


Monday, January 9, 2017 0 komentar

10 Tips agar Facebook Marketing Anda Memberikan Hasil Yang Efektif


1 Fokus pada fans laman anda.
Akun / orang yang telah bersedia meng’klik’ LIKE pada fanspage anda berarti mereka telah menyediakan diri untuk selalu mendapat update dari anda. Dan sudah tentu para fans anda mengharapkan update yang anda unggah adalah mengenai hal yang mereka sukai. Untuk itu anda perlu secara berkala melakukan survei apa yang menjadi focus perhatian dan minat mereka saat itu.

2. Lakukan ‘kontes’ untuk meningkatkan ketertarikan pada laman anda.Sesekali anda bisa memberikan hadiah-hadiah kecil pada fans laman anda dengan menggunakan berbagai cara yang menarik. Misalkan meminta mereka mengunggah foto, memberikan komentar unik, dan lain-lain

3.       Publish Link untuk meningkatkan trafik ke website anda.
Jika anda memiliki sarana berkomunikasi dengan konsumen menggunakan perangkat online lainnya, misalkan website, maka laman Fanspage Facebook bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan traffik website anda. Karena pada website anda bisa memberikan informasi tentang bisnis dan produk anda secara lebih detail dibandingkan dengan status pada laman Facebook.

4.       Buatlah tombol “CTA” pada laman fanspage Facebook anda.
Saat ini Facebook menanmbahkan fitur “Calls to Action Buttons” . Yaitu tombol- tombol yang bisa langsung terhubung pada link yang anda kehendaki, sehingga anda bisa merespon konsumen anda dengan lebih cepat. Tombol-tombol tersebut seperti “Kirim Pesan” , “Telepon” “Kirim Email”, “Belanja” dan lain-lain.

5.       Tambahkan foto dan video pada laman Fanspage anda.
Konten visual dapat lebih menarik minat dan mendekatkan emosi konsumen anda terhadap bisnis/produk yang anda jual.
Anda bisa memasukkan visualisasi proses produksi, para pekerja dibalik produk anda, testimoni konsumen, cerita perjalanan bisnis anda, maupun interaksi anda dengan para stakeholder. Hal ini akan membangun kepercayaan konsumen terhadapa bisnis/produk anda.

6.       Jika anda mengharapkan interaksi dengan para fans FP anda, (atau konsumen anda), berikanlah kemudahan bagi mereka. Misalkan ajukan pertanyaan yang bersifat tertutup. Sehingga para fans anda cukup menjawab “Ya” atau “Tidak”. Karena menurun penelitian banyak orang yang walau tertarik dengan reward yang anda berikan setelah kuis, namun mereka merasa ‘malas ribet’ jika pertanyaan anda bersifat terbuka yang membutuhkan jawaban berbentuk kalimat panjang.

7.       Manfaatkan “Trending Topics” sebagai Piggyback anda…
Anda bisa memanfaatkan hal-hal yang saat itu sedang menjadi “trending topic’ di media social untuk mendokrak citra atau kepopuleran bisnis /produk anda.
Misalnya beberapa pekan lalu “Om Telolet Om” sedang menjadi Trending Topic di dunia Media social. Beberapa klub sepak bola terkenal bahkan Pasangan Calon Gubernur tertentu mengunggah video bertemakan “Om Telolet Om”  tersebut. Apakah mereka sedang hanya sekedar ikut-ikutan? Tentu tidak. Sesungguhnya mereka sedang berusaha meningkatkan “Awareness” public terhadap mereka.


8.       Gunakan #Hashtag secara cerdas.
Mungkin anda terbiasa menambahkan banyak #hashtag pada postingan anda. Bahkan tak jarang ada akun yang menambahkan belasan #hashtag untuk meningkatkan pengunjung FP mereka pada sebuah postingannya. Hal tersebut tidak salah. Tapi pernahkah mata anda merasa terganggu dengan banyaknya hastagh pada tulisan yang sedang anda baca? Sesungguhnya 1 atau 2 #hashtag yang anda pilih dengan cermat, sudah sangat cukup.

9.       Membagikan Posting dari Laman website atau Fanspage lain.
Yup. Orang suka terhadap pribadi yang suka berbagi. Dan para fans anda tentu menginginkan wawasan mereka berkembang.
Membagikan postingan dari FPorganisasi yang lebih besar atau seseorang yang memiliki “pengaruh” lebih besar , yang mendukung produk/bisnis bisa meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap bisnis/ produk anda.
Misalkan, jika produk anda makanan sehat yang tidak mengandung pemanis tambahan, maka anda bisa membagikan postingan dari laman WHO tentang bahaya pemanis buatan yang berlebih.

10.   “Mention” akun FP lain untuk meningkatkan traffic ke akun FP anda.  
Dalam postingan, anda bisa me-mention- fanspage lain yang berhubungan dengan tema FP anda. “Mention” anda tersebut dapat terlihat oleh fans dari FP tersebut. Untuk itu, postingan tersebut harus anda buat semenarik mungkin sehingga meningkatkan minat para Fans FP yang anda mention untuk mengunjungi laman FP anda.
 
;