Friday, May 10, 2024 0 komentar

Tantangan Pengelolaan Limbah Septik Tank.

 

Di salah satu acara AsiaWater 2024, saya berkesempatan bertemu dan ngobrol dengan salah satu anak buah Masagos Zulkifli dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Air Singapura. 

Beliau bertanya kepada saya, "Apa ide Anda dalam mengatasi limbah comberan di Jakarta?" 

Saya menjawab, "Ide banyak, Pak. Tapi untuk melaksanakannya yang agak rumit, dan pasti akan membuat banyak sekali penduduk tidak senang karena akan ada konstruksi dan rekonstruks bangunan-bangunan."

Kami kemudian berbincang panjang lebar tentang 'Sewage Management' di urban area. Saya kira karena Singapura adalah negara kecil dengan penduduk yang sedikit, maka lebih mudah bagi mereka untuk mengelola limbah penduduknya di bandingkan Jakarta. Namun ternyata, di sana pun, urusan membangun gorong-gorong untuk limbah rumah tangga sangat sulit karena tumpang tindih dengan konstruksi telkom, listrik, bahkan kereta subway. Beberapa pembangunan infrastruktur gorong-gorong terhambat bertahun-tahun karena banyak hal yang harus dibahas antar instansi.

Di Jakarta, di Indonesia pada umumnya, sangat rumit mengatur soal jamban dan septik tank agar terintegrasi. Regulasi dan tanggung jawab pengelolaannya pun belum jelas. Padahal dampak septik tank yang tidak terurus bisa kemana-mana. Tinja sangat berperan besar terhadap penyebaran penyakit. Penyebaran tersebut dapat terjadi secara langsung, misalnya dengan mengkontaminasi makanan, minuman, sayuran dan sebagainya, maupun secara tidak langsung melalui media air, tanah, serangga.

Selama ini soal septik tank menjadi urusan masyarakat sendiri. Septik tank dibangun di atas lahan milik penduduk, jika setelah 10-15 tahun sudah penuh, panggil armada "sedot WC", lalu limbah itu dibuang ke sungai. Akibatnya, pencemaran sungai yang merupakan salah satu bahan baku air minum.

Pencemaran terhadap sumber air minum ini dampaknya cukup serius, karena air yang terkontaminasi tinja mengandung patogen atau bakteri yang menyebabkan penyakit menular seperti kolera, diare, disentri, hingga demam anterik. Hampir 70 persen dari 20.000 sumber air minum rumah tangga yang diuji di Indonesia dalam sebuah studi tercemar limbah tinja dan turut menyebabkan penyebaran penyakit diare dan disentri, yang merupakan penyebab utama kematian balita.


Padahal, jika masalah pangan dapat diurus oleh pemerintah, masalah septik tank juga seharusnya diurus.

Wednesday, January 10, 2024 0 komentar

Kasus Jeffrey Epstein

Gara-gara di grup  Facebook Emak-emak dibahas tentang isi perilaku sex nyeleneh pada bebetapa  petinggi sebuah negara, aku jadi pingin posting ini dari info yang aku punya

Dalam beberapa hari terakhir, ratusan dokumen dari kasus yang terhubung dengan Jeffrey Epstein telah diungkap dan dirilis untuk pertama kalinya. Dokumen-dokumen tersebut mencakup lebih dari 4.500 halaman dan memuat nama-nama serta informasi dari puluhan orang yang sebelumnya di-redaksi, termasuk beberapa korban Epstein, tokoh bisnis terkemuka, politisi, dan lainnya.

Dokumen ini berasal dari tuntutan pencemaran nama baik tahun 2015 yang diajukan oleh Virginia Roberts Giuffre terhadap mantan pacar Epstein, Ghislaine Maxwell, yang menuduh Epstein melakukan pelecehan seksual terhadapnya ketika ia masih di bawah umur dengan bantuan Maxwell.

Meskipun Trump dan Clinton tidak secara langsung dituduh melakukan kesalahan dalam dokumen tersebut, namun mereka muncul dalam pengungkapan pengadilan dan keterangan beberapa orang yang bekerja untuk Epstein. Giuffre menyatakan bahwa ia tidak melihat langsung atau menyaksikan Trump terlibat dalam tindakan tersebut, sementara mengenai Clinton, ia menyebut bahwa Clinton tahu mengenai pelecehan seksual terhadap anak-anak di pulau milik Epstein.

Dokumen tersebut juga mencakup taktik Epstein dalam memperoleh korban, termasuk pengungkapan polisi yang menyelidiki Epstein selama bertahun-tahun. Salah satu detektif melukiskan proses yang digunakan Epstein dan Maxwell untuk mencari dan merekrut gadis-gadis yang rentan untuk melakukan pijatan yang kemudian berubah menjadi tindakan seksual.

Sejumlah tokoh terkemuka yang terungkap dalam dokumen sudah dikenal memiliki hubungan dengan Epstein, termasuk mantan presiden Bill Clinton dan Donald Trump, Pangeran Andrew Britania Raya, mantan Gubernur New Mexico Bill Richardson, pencari model Prancis Jean-Luc Brunel, dan Leslie Wexner, pendiri Victoria's Secret. Semua dari mereka telah membantah melakukan kesalahan terkait dengan Epstein.

Namun, dokumen yang diungkapkan juga mencatat beberapa ketidakjelasan. Tidak ada daftar lengkap nama tanpa redaksi, dan meskipun banyak dokumen yang diungkapkan secara penuh, masih ada hal-hal yang tidak diketahui terkait kasus tersebut.

Sejumlah taktik Epstein yang diungkap dalam dokumen termasuk klaim tentang kehadiran tiga anak perempuan berusia 12 tahun yang dikirim kepadanya sebagai hadiah ulang tahun, yang kemudian diarahkan untuk disiksa seksual. Seorang perekrut Epstein menolak menjawab pertanyaan terkait insiden tersebut.

Dokumen ini juga memuat laporan polisi dari penyelidikan Epstein oleh polisi setempat di Palm Beach, yang menggambarkan pola metode Epstein dalam merekrut gadis-gadis rentan untuk disiksa. Keterangan dari korban-korban tersebut mencerminkan pola pijatan yang kemudian berubah menjadi tindakan seksual.

Kasus ini berasal dari tuntutan perdata pencemaran nama baik tahun 2015 yang diajukan oleh Virginia Roberts Giuffre terhadap mantan pacar Epstein, Ghislaine Maxwell. Giuffre dan Maxwell menyelesaikan tuntutan tersebut pada tahun 2017, dan sebagian besar dokumen pengadilan diungkapkan pada tahun 2019, satu hari sebelum Epstein meninggal karena bunuh diri di penjara. Maxwell sendiri dinyatakan bersalah atas perdagangan seks pada tahun 2021 dan dihukum 20 tahun penjara.
0 komentar

Which of the two, made The Dark Knight a great movie?

The presence of the Joker significantly contributed to making "The Dark Knight" a great movie. His enigmatic and nihilistic behavior made him an unforgettable and iconic antagonist, adding complexity and tremendous intensity to the film. The Joker's magnetic allure can be attributed to his multidimensional intelligence, devoid of conscience.
His exceptional ability to influence and the rationality in his speeches garnered unwavering loyalty from his followers. Exploiting Batman's shortcomings, the Joker cleverly crafted a narrative, portraying Batman as a presumptuous vigilante responsible for the chaos in Gotham City.

The Joker's brilliance extended beyond his intellect; he possessed a clear vision—to disrupt Batman's life. Unlike other villains, the Joker didn't pretend friendship with Batman for ulterior motives. He remained the antithesis of Batman, consistently staying a few steps ahead, making it challenging for Batman to thwart his plans.

In contrast, Sengkuni, unlike the Joker, displayed ambivalence and contradictory actions in his pursuit of ambition. Employing diplomatic and deceptive strategies, Sengkuni pretended allegiance to the Pandavas while secretly serving the Kauravas. His manipulative role in the dice game between Yudhishthira and Duryodhana showcased his cunning nature.

Sengkuni facilitated the rigged dice game, ensuring Yudhishthira's loss, leading to the Pandavas' exile and the fall of Hastinapura to the Kauravas. Sengkuni's ambition to become the kingdom's chief came at a high cost, enduring physical disfigurement as a consequence of Gandamana's retaliation. His calculated risks and comfort with enduring consequences highlighted his determination to achieve the position of chief in the kingdom.
 
;