Membaca artikel yang di posting Pak Ipan "Ayah, Maafkan Aku" membuat saya "tersinggung". Meskipun jarang terjadi, jujur saja, akibat emosi kadang membuat saya tega melayangkan cubitan ke paha si Kecil. Meskipun selalu menyesal jika kemudian mendengar tangisan kesakitannya.
Namun, kesakitan akibat cubitan mungkin tidak membekas lama. Tapi terluka akibat kata-kata yang tajam lebih meembekas hati.
Sampai sekarang saya masih ingat dengan jelas, bagaimana malu dan sedihnya hati saya ketika suatu sore saya menghidangkan kopi untuk Ayah ,namun kopi tersebut segera dibuang Ibu karena kopi yang saya hidangkan adalah kopi hangat.
Saya - yang saat itu kelas 3 SD- merasa sangat senang karena Ayah yang seorang pelaut hari itu pulang. Melihat beliau sudah bangun dari istirahat sore harinya, saya buru-buru membuat kopi. Setelah menyeduh kopi dengan air panas, dengan harapan agar kopi tersebut bisa segera diminum Ayah, saya menambahkan air dingin sehingga yang saya hidangkan adalah kopi hangat.
Melihat kopi yang saya hidangkan tidak mengepulkan asap, Ibu bertanya;
"Ngga ada air panas?"
"Ada Bu, tapi udah dicampur air dingin, biar bisa cepet diminum"
Saat itu saya mengharapkan mendapat pujian - minimal senyuman- atas "kecerdasan" saya menghidangkan kopi hangat
Namun, gelas kopi segera dibawa Ibu ke wastafel dan Beliau membuang isinya sambil ngomel
"Bodoh! Bikin kopi tuh pake air panas aja"
Hati saya langsung berdarah.
Jangan salah, Ibu saya bukan yang orang cerewet seperti saya. Beliau santun, ramah dan menjaga perkataannya. Namun, justru karena sangat jarang melontarkan kata-kata yang menyakitkan, sekali Beliau "terselip lidah", saya masih mengingatnya berpuluh-puluh tahun kemudian.
Dan celakanya, kesalahan yang sama saya lakukan juga terhadap anak kedua saya beberapa minggu yang lalu. Karena dia melakukan sebuah kesalahan kecil, saya memarahinya dengan melontarkan sebuah perkataan yang menyakitkan hatinya.
Saat saya menangkap ekspresi terlukanya, duh , penyesalan saya melebihi penyesalan jika saya mencubit pahanya.
Untuk menghapus penyesalan itu, saya berulang-ulang minta maaf kepadanya.
Sambil berharap semoga saja sepotong kalimat amarah saya tersebut tidak akan melukai hatinya bertahun-tahun kemudian.
Wassalam,
Rinny
Monday, October 25, 2010
Sales and Marketing Strategy
0
komentar
8 Alasan Mengapa Bisnis Baru Gagal di 5 Tahun Pertama?
Artikel ini sebagian diambil dari artikel yang ditulis oleh : Colin Dowie (lalu terjemahkan secara bebas banget ) dan sedikit ditambahi disana –sini oleh saya.
8 Alasan Mengapa Bisnis Baru Gagal di 5 Tahun Pertama?
Apakah anda tahu, 50% bisnis baru akan gagal dalam 5 tahun pertama? Bahkan saat ini, 70% bisnis baru akan mengalami berbagai hambatan dalam 10 tahun pertamanya.
Penyebab kegagalan tersebut antara lain:
1. Kurangnya Pengalaman
2. Menggunakan dana perusahaan untuk keperluan pribadi
3. Lokasi usaha yang tidak tepat
4. Manajemen yang buruk
5. Investasi lebih besar daripada aktiva tetap
6. Manajemen kredit yang buruk
7. Tidak cukup modal
8. Pertumbuhan perusahaan tidak seperti yang diharapkan
Jika anda menemui salah satu kesalahan diatas dalam bisnis anda, ada kemungkinan bisnis anda masih akan dapat bertahan. Tapi jika anda menemui lebih dari 2 atau 3 masalah diatas, anda harus segera bergerak cepat untuk memperbaikinya. Agar usaha anda terhindar dari kebangkrutan.
Untuk menghindari kesalahan pemilihan lokasi usaha (Poin no.3 ), Investasi produk (Poin No. 5 dan 6) serta kurangnya modal ( Poin No.7 ) tidak mengherankan jika saat ini banyak orang beralih ke “Bisnis Online”. Hanya dengan jaringan internet (pilih yang bagus) serta sebuah komputer, anda dapat menjalankan bisnis anda dari manapun. Tanpa perlu dipusingkan oleh fisik stok barang, cukup hanya dengan informasi produk yang detail disertai gambar yang jelas, anda sudah dapat menjalankan bisnis anda.
Untuk mengekang keinginan belanja serta kesalahan poin no.2, 4, 5, 6, dan 8, pergunakan software akuntansi yang sederhana namun dapat memenuhi kebutuhan pembukuan anda. Akan lebih baik lagi, jika anda bisa memperoleh seorang -atau beberapa orang- mentor yang dapat membimbing dan menjadi konsultan bagi perkembangan bisnis tsb.
Selamat Berjuang!!!
8 Alasan Mengapa Bisnis Baru Gagal di 5 Tahun Pertama?
Apakah anda tahu, 50% bisnis baru akan gagal dalam 5 tahun pertama? Bahkan saat ini, 70% bisnis baru akan mengalami berbagai hambatan dalam 10 tahun pertamanya.
Penyebab kegagalan tersebut antara lain:
1. Kurangnya Pengalaman
2. Menggunakan dana perusahaan untuk keperluan pribadi
3. Lokasi usaha yang tidak tepat
4. Manajemen yang buruk
5. Investasi lebih besar daripada aktiva tetap
6. Manajemen kredit yang buruk
7. Tidak cukup modal
8. Pertumbuhan perusahaan tidak seperti yang diharapkan
Jika anda menemui salah satu kesalahan diatas dalam bisnis anda, ada kemungkinan bisnis anda masih akan dapat bertahan. Tapi jika anda menemui lebih dari 2 atau 3 masalah diatas, anda harus segera bergerak cepat untuk memperbaikinya. Agar usaha anda terhindar dari kebangkrutan.
Untuk menghindari kesalahan pemilihan lokasi usaha (Poin no.3 ), Investasi produk (Poin No. 5 dan 6) serta kurangnya modal ( Poin No.7 ) tidak mengherankan jika saat ini banyak orang beralih ke “Bisnis Online”. Hanya dengan jaringan internet (pilih yang bagus) serta sebuah komputer, anda dapat menjalankan bisnis anda dari manapun. Tanpa perlu dipusingkan oleh fisik stok barang, cukup hanya dengan informasi produk yang detail disertai gambar yang jelas, anda sudah dapat menjalankan bisnis anda.
Untuk mengekang keinginan belanja serta kesalahan poin no.2, 4, 5, 6, dan 8, pergunakan software akuntansi yang sederhana namun dapat memenuhi kebutuhan pembukuan anda. Akan lebih baik lagi, jika anda bisa memperoleh seorang -atau beberapa orang- mentor yang dapat membimbing dan menjadi konsultan bagi perkembangan bisnis tsb.
Selamat Berjuang!!!
Rinny Ermiyanti Yasin
Jualan? Gampang Koq!
Karena pengalaman kerjanya melulu di lingkup ruang laboratorium, ketika memutuskan akan membangun usaha secara mandiri, belum – belum suami saya sudah mengultimatum, “ Pokoknya saya tahunya di produksi, pemasaran urusan kamu”.
Weks!
Tapi, apa yang terjadi sekarang, saya bisa leha-leha berbulan-bulan “mendem” di rumah, mengurus bayi. Dan hanya mengunjungi kantor atau customer jika ada masalah UUD (ujung-ujungnya duit).Karena untuk pengendalian urusan yang satu itu saya masih enggan lengser dari jabatan saya. Hehehe
“Berjualan” bukan lagi hal yang menakutkan baginya. Saya sengaja menambahkan tanda petik pada kata jualan. Karena aktifitas “jualan” bukan hanya sekedar memindahkan barang dari gudang kami ke gudang customer. Disitu ada kegiatan perencanaan, promosi, pelayanan, transportasi dan administrasi.
Tapi kali ini saya membatasi tulisan ini pada bidang PROMOSI dulu.
Ketika masih menjadi karyawan, oleh perusahaan saya sering kali di ikutkan seminar mengenai Salesmanship, Marketing Strategy dan berbagai judul seminar yang berhubungan dengan jualan, kadangkala waktunya berhari-hari. (Saya sih senang-senang saja, karena selain punya alasan ngga ‘ngantor, saya bisa ikut program perbaikan gizi. Maklum anak kos). Padahal sering kali materinya itu-itu aja, dan jika topiknya promosi inti nya;
1. Pikat (calon) Customer
2. Kuasai Customer.
Proses jual beli 80% lebih melibatkan perasaan. Mungkin jika secara “teknis” produk anda sesuai dengan kebutuhan calon customer, namun bisa saja proses jual beli tersebut tidak akan terjadi (atau hanya terjadi 1x saja) karena calon customer tersebut “ngga sreg” dengan si-penjual
Anggaplah anda memiliki usaha kue brownies. Skalanya masih kecil-kecilan, masih jualan door to- door.
Ketika mengenalkan produk anda ke calon pembeli, anda harus bisa memikatnya.
Caranya :
1. Pastikan sebelum berjualan anda sudah mandi .Penampilan harus bersih dan segar. Serius loh! Saya pernah ditawari oleh penjual kue , meskipun terlihat dagangannya menggiurkan tapi karena pedagangnya bau saya langsung ilfil. Ngga dua kali deh saya beli kue sama dia.
2. Packing kue harus rapi dan bersih. Ketika anda menyodorkan barang dagangan ke calon pembeli, anda akan lebih pede menjualnya jika packingnya terlihat ok. Pembelipun merasa yakin bahwa anda menganggap produk anda sebuah benda berharga dengan kemasan yang tidak asal-asalan.
3. Bicaralah dengan bahasa yang santun dan jelas. Dan jika saat itu calon pembeli menolak, tetaplah bicara dgn santun. Karena mungkin lain kali ia mau membeli (Mungkin saat itu ia tidak yakin atau tidak butuh dengan produk anda, atau mungkin sedang tidak punya uang lebih lagi..hehehe).
4. Siapkan tester. Bagaimana mungkin anda bisa mengatakan brownies jualan anda maknyus jika ia tidak merasakan seperti apa maknyusnya brownies tsb.
5. Dibeli atau tidak barang dagangan anda, tinggalkan kartu nama atau brosur. Siapa tahu besok atau lusa calon pembeli tersebut tiba-tiba terkenang-kenang kelezatan brownis anda atau mempunyai acara mendadak. Rezeki dari Allah siapa yang bisa menduga’kan?
6. Saat ini banyak sekali media yang menyediakan halaman khusus UKM. Kirim profile usaha anda ke berbagai media. Ceritakan sejarah usaha anda lengkap jatuh bangunnya. Promosi dengan cara seperti ini lebih menarik minat calon customer dibandingkan dengan iklan. Sudah “bawaan lahir” orang mau tahu segala sesuatu tentang orang lainnya.
Lalu ketika anda berhasil memikat Calon Customer sehingga levelnya naik menjadi Customer, maka anda harus berusaha menguasainya.
1. Ingatlah baik-baik nama customer anda. Tidak ada alasan bahwa Bu Rinny tuh mirip ama Bu Ermiyanti, lah wong orangnya sama. Jika anda melewati rumah ataupun bertemu dimana saja sapa customer anda biarpun saat itu ia tidak berminat membeli dagangan anda.
2. Sudah “dari sono”nya orang senang bercerita tentang dirinya. Tanyalah kabar anaknya, atau ibunya. (Jika anda penjual wanita jangan sering-sering tanya kabar suami customer anda. Begitupun sebaliknya. Hehe he untuk customer yang punya sifat cemburuan bisa bahaya.)
3. Jika customer tidak keberatan , anda bisa mencatat data tentang dirinya. Kirimkan ucapan selamat (bisa dalam bentuk SMS) serta berikan special discount jika ia berulang tahun, misalnya.
4. Tanyakan pendapatnya tentang produk anda. Minta masukan dan terima kritik dengan lapang dada. Lakukan perbaikan atau inovasi lainnya (misalnya tambah varian brownies rasa blueberry) dari masukan tersebut. Teruslah berinovasi, Jangan pernah puas.
Wassalam,
Rinny
Karena pengalaman kerjanya melulu di lingkup ruang laboratorium, ketika memutuskan akan membangun usaha secara mandiri, belum – belum suami saya sudah mengultimatum, “ Pokoknya saya tahunya di produksi, pemasaran urusan kamu”.
Weks!
Tapi, apa yang terjadi sekarang, saya bisa leha-leha berbulan-bulan “mendem” di rumah, mengurus bayi. Dan hanya mengunjungi kantor atau customer jika ada masalah UUD (ujung-ujungnya duit).Karena untuk pengendalian urusan yang satu itu saya masih enggan lengser dari jabatan saya. Hehehe
“Berjualan” bukan lagi hal yang menakutkan baginya. Saya sengaja menambahkan tanda petik pada kata jualan. Karena aktifitas “jualan” bukan hanya sekedar memindahkan barang dari gudang kami ke gudang customer. Disitu ada kegiatan perencanaan, promosi, pelayanan, transportasi dan administrasi.
Tapi kali ini saya membatasi tulisan ini pada bidang PROMOSI dulu.
Ketika masih menjadi karyawan, oleh perusahaan saya sering kali di ikutkan seminar mengenai Salesmanship, Marketing Strategy dan berbagai judul seminar yang berhubungan dengan jualan, kadangkala waktunya berhari-hari. (Saya sih senang-senang saja, karena selain punya alasan ngga ‘ngantor, saya bisa ikut program perbaikan gizi. Maklum anak kos). Padahal sering kali materinya itu-itu aja, dan jika topiknya promosi inti nya;
1. Pikat (calon) Customer
2. Kuasai Customer.
Proses jual beli 80% lebih melibatkan perasaan. Mungkin jika secara “teknis” produk anda sesuai dengan kebutuhan calon customer, namun bisa saja proses jual beli tersebut tidak akan terjadi (atau hanya terjadi 1x saja) karena calon customer tersebut “ngga sreg” dengan si-penjual
Anggaplah anda memiliki usaha kue brownies. Skalanya masih kecil-kecilan, masih jualan door to- door.
Ketika mengenalkan produk anda ke calon pembeli, anda harus bisa memikatnya.
Caranya :
1. Pastikan sebelum berjualan anda sudah mandi .Penampilan harus bersih dan segar. Serius loh! Saya pernah ditawari oleh penjual kue , meskipun terlihat dagangannya menggiurkan tapi karena pedagangnya bau saya langsung ilfil. Ngga dua kali deh saya beli kue sama dia.
2. Packing kue harus rapi dan bersih. Ketika anda menyodorkan barang dagangan ke calon pembeli, anda akan lebih pede menjualnya jika packingnya terlihat ok. Pembelipun merasa yakin bahwa anda menganggap produk anda sebuah benda berharga dengan kemasan yang tidak asal-asalan.
3. Bicaralah dengan bahasa yang santun dan jelas. Dan jika saat itu calon pembeli menolak, tetaplah bicara dgn santun. Karena mungkin lain kali ia mau membeli (Mungkin saat itu ia tidak yakin atau tidak butuh dengan produk anda, atau mungkin sedang tidak punya uang lebih lagi..hehehe).
4. Siapkan tester. Bagaimana mungkin anda bisa mengatakan brownies jualan anda maknyus jika ia tidak merasakan seperti apa maknyusnya brownies tsb.
5. Dibeli atau tidak barang dagangan anda, tinggalkan kartu nama atau brosur. Siapa tahu besok atau lusa calon pembeli tersebut tiba-tiba terkenang-kenang kelezatan brownis anda atau mempunyai acara mendadak. Rezeki dari Allah siapa yang bisa menduga’kan?
6. Saat ini banyak sekali media yang menyediakan halaman khusus UKM. Kirim profile usaha anda ke berbagai media. Ceritakan sejarah usaha anda lengkap jatuh bangunnya. Promosi dengan cara seperti ini lebih menarik minat calon customer dibandingkan dengan iklan. Sudah “bawaan lahir” orang mau tahu segala sesuatu tentang orang lainnya.
Lalu ketika anda berhasil memikat Calon Customer sehingga levelnya naik menjadi Customer, maka anda harus berusaha menguasainya.
1. Ingatlah baik-baik nama customer anda. Tidak ada alasan bahwa Bu Rinny tuh mirip ama Bu Ermiyanti, lah wong orangnya sama. Jika anda melewati rumah ataupun bertemu dimana saja sapa customer anda biarpun saat itu ia tidak berminat membeli dagangan anda.
2. Sudah “dari sono”nya orang senang bercerita tentang dirinya. Tanyalah kabar anaknya, atau ibunya. (Jika anda penjual wanita jangan sering-sering tanya kabar suami customer anda. Begitupun sebaliknya. Hehe he untuk customer yang punya sifat cemburuan bisa bahaya.)
3. Jika customer tidak keberatan , anda bisa mencatat data tentang dirinya. Kirimkan ucapan selamat (bisa dalam bentuk SMS) serta berikan special discount jika ia berulang tahun, misalnya.
4. Tanyakan pendapatnya tentang produk anda. Minta masukan dan terima kritik dengan lapang dada. Lakukan perbaikan atau inovasi lainnya (misalnya tambah varian brownies rasa blueberry) dari masukan tersebut. Teruslah berinovasi, Jangan pernah puas.
Wassalam,
Rinny
Pada saat anda memutuskan untuk mendirikan bisnis ritel ada 5 (lima) elememen penting yang harus di pahami, 5 elemen tersebut adalah :
Location, Bagaimana Anda memilijh lokasi yang cocok untuk bisnis Anda.
Store Design, Bagaimana Anda men design store agar lebih hidup.
Marketing/Promotion, Bagaimana memilih product, menetapkan harga dan membuat promosi yang tidak ada habisnya.
SOP (Standard Operating Procedure), Bagaimana Anda membuat SOP sederhana akan tetapi efektif di jalankan.
IT (Information Technology), Bagaimana Anda memilih Software terbaik yang cocok untuk bisnis Anda.
Dalam tulisan edisi sebelumnya saya sudah membahas mengenai bagaimana Anda memilih lokasi yang cocok untuk bisnis Anda, Dan kali ini saya akan membahas mengenai Store Design (Desain Toko).
Store Design merupakan strategi penting untuk menciptakan suasana berbelanja yang berbeda, sehingga pelanggan mendapatkan sebuah pengalaman berbelanja yang baru, serta membuat pelanggang merasa betah berada di dalam toko, Masih banyak peritel yang beranggapan bahwa desain toko tidak penting, yang penting kata mereka adalah harga yang murah, saya pernah tanyakan di beberapa kali acara workshop saya kepada para peserta “Anda lebih senang berbelanja di toko yang pentaannya rapi desain tokonya bagus dan harga nya murah atau toko yang acak-acakan tokonya tidak menarik tapi harganya murah”
Jawaban dari semua peserta adalah lebih senang belanja di tempat yang rap,i bersih, tokonya bagus dan harganya murah.
Store Design dikembangkan berdasarkan kebutuhan dan keinginan pelanggang, yang sudah barang tentu bertujuan untuk kepuasan pelanggan.
Beberapa hal yang harus diperhatikan pada saat membuat desain toko :
· Berbeda – Unik
· Menggunakan tema
· Ada Hiasan gambar atau symbol
· Pajangan yang Menarik
· Warna Gedung/Toko Menarik
Untuk dapat mewujutkan hal-hal tersebut diatas, ada 5 ( lima ) langkah yang dapat dilakukan agar desain toko Anda menarik :
1. Store Front
2. Lay Out
3. Image
4. Trend.
5. Budget.
1. Store Front.
Desain eksternal yang menunjukan ciri khas dari toko anda, baik berupa bentuk atau gaya , struktur maupun warna gedung. Toko kecil seperti minimarket yang saat ini kita jumpai hampir semua sama, sehingga kita sulit membedakan satu sama lain, yang membedakan hanya nama tokonya saja. Bagaimana agar toko anda berbeda? Pertama adalah warna gedung, pilihlah warna yang menyolok dan berbeda dengan competitor di sekitar toko Anda, Kedua Anda bisa buat bentuk tampak bangunan bagian depan yang berbeda, Anda bisa tonjolkan sesuatu yang menurut Anda unik, ketiga Anda bisa pasang papan merk toko (neon Box) anda yang berbeda dengan kebanyakan yang sekarang ada.
2. Lay Out.
Lay Out (Denah) toko yaitu menentukan penempatan meja kasir, rak-rak besi, chiller, frezer, produk dan jalur lalu lintas orang di dalam area toko. Tujuan nya adalah agar memberikan kemudahan kepada konsumen untuk memilih dan memutuskan untuk membeli (Easy Selection & Easy Decision), Memudahkan konsumen masuk dan keluar toko (Easy to get in & Easy to get out), dan kemudahan membayar di kasir (Easy to pay)
Penempatan Meja kasir untuk minimarket sebaiknya di letakan di bagian sisi sebelah kanan dimana konsumen masuk, tempatkan produk-produk yang dicari konsumen di bagian belakang dan produk impulse (produk yang tidak direncanakan pembeliannya oleh konsumen) di bagian depan kasir atau di tempat yang mudah terlihat oleh konsumen.
3. Image.
Image (Gambar atau hiasan toko), untuk menciptakan Store Atmosphere (suasana toko) yang unik, berbeda dan nyaman. Store Atmosfer dapat diperoleh dari : tema desain toko, papan nama, bentuk ruangan, warna cat di dalam toko dan hiasan/tulisan yang ada di dalam toko.
Hal ini dibuat bertujuan untuk memikat dan membuat konsumen nyaman selama berada ditoko. Atmosfer toko ini berperan penting pada saat konsumen memilih barang-barang belanjaan mereka. Anda dapat memasang papan nama seperti Pole Sign di sisi jalan depan toko dan Neon Box menempel di bangunan bagian depan (store front) yang tentunya sudah di sesuaikan dengan tema desain tokonya. Dibagian dalam toko (Store Interior) anda bisa tempatakn beberapa Atribut hiasan seperti Header di atas rak-rak dan gambar-gambar yang menarik di dinding yang kosong, sehingga secara keseluruhan toko Anda nampak menarik karena tidak terlihat dinding kosong (Plain)
4. Trend
Trend yang saya maksudkan disini adalah perkenmbangan toko ritel yang ada di Indonesia, jadi sebelum anda memutuskan untuk mendesain toko anda sebaiknya anda amati desain toko yang sedang trend saat ini di Indonesia. Ada beberapa toko modern yang saat ini sedang trend diantara seperti Alfa mart, Indomaret, Circle K, Seven Eleven, Star mart, Yomart. Coba anda mereka punya ciri khas sendiri, baik dari tampilan toko maupun warna yang di tonjolkan.
5. Budget
Budget (Anggaran Biaya) tentunya disesuaikan dengan kondisi keuangan anda, banyak orang beranggapan bahwa dengan desain yang wah itu memerlukan anggaran yang besar itu menurut saya tidak benar, karena anda dapat mensiasatinya dengan bahan yang murah yang penting desain anda tetap unik dan berbeda dengan competitor. Dan perlu saya ingatkan kembali adalah siapa target market Anda, karena jangan sampai anda membuat desain yang terlalu mewah tapi dilokasi yang penduduknya tidak sesuai dengan target market Anda.
Salam Sukses,
ISWARIN RETAILMAN
Location, Bagaimana Anda memilijh lokasi yang cocok untuk bisnis Anda.
Store Design, Bagaimana Anda men design store agar lebih hidup.
Marketing/Promotion, Bagaimana memilih product, menetapkan harga dan membuat promosi yang tidak ada habisnya.
SOP (Standard Operating Procedure), Bagaimana Anda membuat SOP sederhana akan tetapi efektif di jalankan.
IT (Information Technology), Bagaimana Anda memilih Software terbaik yang cocok untuk bisnis Anda.
Dalam tulisan edisi sebelumnya saya sudah membahas mengenai bagaimana Anda memilih lokasi yang cocok untuk bisnis Anda, Dan kali ini saya akan membahas mengenai Store Design (Desain Toko).
Store Design merupakan strategi penting untuk menciptakan suasana berbelanja yang berbeda, sehingga pelanggan mendapatkan sebuah pengalaman berbelanja yang baru, serta membuat pelanggang merasa betah berada di dalam toko, Masih banyak peritel yang beranggapan bahwa desain toko tidak penting, yang penting kata mereka adalah harga yang murah, saya pernah tanyakan di beberapa kali acara workshop saya kepada para peserta “Anda lebih senang berbelanja di toko yang pentaannya rapi desain tokonya bagus dan harga nya murah atau toko yang acak-acakan tokonya tidak menarik tapi harganya murah”
Jawaban dari semua peserta adalah lebih senang belanja di tempat yang rap,i bersih, tokonya bagus dan harganya murah.
Store Design dikembangkan berdasarkan kebutuhan dan keinginan pelanggang, yang sudah barang tentu bertujuan untuk kepuasan pelanggan.
Beberapa hal yang harus diperhatikan pada saat membuat desain toko :
· Berbeda – Unik
· Menggunakan tema
· Ada Hiasan gambar atau symbol
· Pajangan yang Menarik
· Warna Gedung/Toko Menarik
Untuk dapat mewujutkan hal-hal tersebut diatas, ada 5 ( lima ) langkah yang dapat dilakukan agar desain toko Anda menarik :
1. Store Front
2. Lay Out
3. Image
4. Trend.
5. Budget.
1. Store Front.
Desain eksternal yang menunjukan ciri khas dari toko anda, baik berupa bentuk atau gaya , struktur maupun warna gedung. Toko kecil seperti minimarket yang saat ini kita jumpai hampir semua sama, sehingga kita sulit membedakan satu sama lain, yang membedakan hanya nama tokonya saja. Bagaimana agar toko anda berbeda? Pertama adalah warna gedung, pilihlah warna yang menyolok dan berbeda dengan competitor di sekitar toko Anda, Kedua Anda bisa buat bentuk tampak bangunan bagian depan yang berbeda, Anda bisa tonjolkan sesuatu yang menurut Anda unik, ketiga Anda bisa pasang papan merk toko (neon Box) anda yang berbeda dengan kebanyakan yang sekarang ada.
2. Lay Out.
Lay Out (Denah) toko yaitu menentukan penempatan meja kasir, rak-rak besi, chiller, frezer, produk dan jalur lalu lintas orang di dalam area toko. Tujuan nya adalah agar memberikan kemudahan kepada konsumen untuk memilih dan memutuskan untuk membeli (Easy Selection & Easy Decision), Memudahkan konsumen masuk dan keluar toko (Easy to get in & Easy to get out), dan kemudahan membayar di kasir (Easy to pay)
Penempatan Meja kasir untuk minimarket sebaiknya di letakan di bagian sisi sebelah kanan dimana konsumen masuk, tempatkan produk-produk yang dicari konsumen di bagian belakang dan produk impulse (produk yang tidak direncanakan pembeliannya oleh konsumen) di bagian depan kasir atau di tempat yang mudah terlihat oleh konsumen.
3. Image.
Image (Gambar atau hiasan toko), untuk menciptakan Store Atmosphere (suasana toko) yang unik, berbeda dan nyaman. Store Atmosfer dapat diperoleh dari : tema desain toko, papan nama, bentuk ruangan, warna cat di dalam toko dan hiasan/tulisan yang ada di dalam toko.
Hal ini dibuat bertujuan untuk memikat dan membuat konsumen nyaman selama berada ditoko. Atmosfer toko ini berperan penting pada saat konsumen memilih barang-barang belanjaan mereka. Anda dapat memasang papan nama seperti Pole Sign di sisi jalan depan toko dan Neon Box menempel di bangunan bagian depan (store front) yang tentunya sudah di sesuaikan dengan tema desain tokonya. Dibagian dalam toko (Store Interior) anda bisa tempatakn beberapa Atribut hiasan seperti Header di atas rak-rak dan gambar-gambar yang menarik di dinding yang kosong, sehingga secara keseluruhan toko Anda nampak menarik karena tidak terlihat dinding kosong (Plain)
4. Trend
Trend yang saya maksudkan disini adalah perkenmbangan toko ritel yang ada di Indonesia, jadi sebelum anda memutuskan untuk mendesain toko anda sebaiknya anda amati desain toko yang sedang trend saat ini di Indonesia. Ada beberapa toko modern yang saat ini sedang trend diantara seperti Alfa mart, Indomaret, Circle K, Seven Eleven, Star mart, Yomart. Coba anda mereka punya ciri khas sendiri, baik dari tampilan toko maupun warna yang di tonjolkan.
5. Budget
Budget (Anggaran Biaya) tentunya disesuaikan dengan kondisi keuangan anda, banyak orang beranggapan bahwa dengan desain yang wah itu memerlukan anggaran yang besar itu menurut saya tidak benar, karena anda dapat mensiasatinya dengan bahan yang murah yang penting desain anda tetap unik dan berbeda dengan competitor. Dan perlu saya ingatkan kembali adalah siapa target market Anda, karena jangan sampai anda membuat desain yang terlalu mewah tapi dilokasi yang penduduknya tidak sesuai dengan target market Anda.
Salam Sukses,
ISWARIN RETAILMAN
Sabtu siang menjelang sore , tiba-tiba saja saya ingin bikin kolak biji salak. Tapi mau berangkat ke pasar, koq ya malas banget, masih panas terik. Lalu saya jalan ke mushalla, biasanya ada 1-2 tukang sayur (dan tukang-tukang lainnya ) ‘ngadem di terasnya.
Benar dugaan saya, disana ada Sony, salah satu tukang sayur langganan yang punya nama asli Sunarto. Dia bisa dapat “nickname” Sony gara-gara “para Mbak” ( PRT maksudnya,) sering teriak dari teras rumah masing-masing, “Lombok’e sewu maning,Son.”
Melihat saya menghampiri gerobak dorongnya, Sony menyapa,
“Eh Ibu, pasti mau beli sayur’kan?”
“ Yaiyalah, udah jelas aku ‘nyamperin gerobak kamu, Son. Masa iya aku mau beli semen”
“ Boleh Bu kalau mau beli semen. Tapi nanti, kalau saya udah punya toko material yah..” si Soni ‘nyengir ketahuan basa-basinya ngga laku.
“Son, kamu masih punya ubi ngga? Aku mau bikin kolak biji salak nih”
“Wuih, si Ibu udah sakti ya sekarang. Bisa makan biji salak”
Lalu sambil melayani barang pesanan saya, si Sony curhat,
“Bu, koq ibu-ibu komplek sekarang pelit ya. Udah kalo ‘beli nawarnya sadis, padahal belinya dikit-dikit doang”
“Abis, harga barang jualan kamu mahal-mahal sih sekarang.”
“Gimana lagi Bu. Dari sononya udah mahal.”
“Makanya Bu, tadi nih, waktu saya leyeh-leyeh di Mushalla, saya lagi bikin konsep promosi”
Hah? Konsep Promosi?
“Nih,Bu, saya bacain ya. Saya mau minta pendapat Ibu.” Lalu Soni merogoh-rogoh tas pinggangnya –tempat dia menyimpan uang. Dikeluarkannya selembar kertas.
“Dapatkan GRATIS selama Masa PROMOSI. Beli 1 kilo daging gratis 1 bungkus mecin . Beli 10 kilo daging gratis biaya antar. Beli 100 kilo daging gratis ongkos kirim undangan dilingkungan Komplek”
“Loh koq, apa hubungannya ,Son?”
“Iya dong Bu. Kalo orang beli daging 100 kg pasti buat selametan. Ngga mungkin dimakan sendiri”
Saya salut dengan nalarnya. Hehehe.
“Terus ada lagi nih, Bu.” Dibaliknya kertas coret-coretan konsep promosinya
“Belanja Rp. 100.000 gratis jasa titipan pembayaran iuran RT, Iuran sampah serta Arisan RT”
Melihat saya bengong, Sony menyambung ucapannya,
“Saya ’kan tiap hari mampir dirumah Pak RT sama rumah Pak Maman, bendahara RT, Jadi daripada ibu-ibu repot jalan kesana, belum tentu juga ketemu orangnya, uang iurannya bisa dititip saja ke saya. Nanti saya sampein”.
“Masa sih ibu-ibu sini ngga percaya sama saya. Saya kan sudah dagang disini lebih dari 5 tahun. Lagian kalau saya ngga amanah, disini’kan tempat saya cari makan. Iya’kan Bu?”
“Terakhir nih, Bu. Belanja minimal Rp. 300.000 gratis jasa penyusunan menu mingguan”
“Hah? Menu apa Son?” saya benar-benar ngga kebayang dengan maksud promosinya kali ini.
“Yah, Menu makan lah Bu. Dari harsil survey saya nih. Rata-rata budget harian belanja lauk-pauk ibu-ibu di komplek ini tuh Rp. 50.000,- berarti seminggu Rp. 350.000 “
“Jadi kalau belanja sekaligus Rp. 300.000 berdasarkan daftar susunan menu yang saya buat nanti, ibu-ibu malah hemat sebesar Rp. 50.000. Lumayan’ kan Bu “
Saya mengangguk-angguk kagum dengan ide promosinya.
“ Nih, Bu , belanjaannya. Semuanya Rp.30.000. Tapi saya mau minta tolong satu lagi nih. “
“Apaan sih, Son. Buruan ya . Ampir ashar nih”
‘Tolong potoin saya dan gerobaknya ya ,Bu. Buat aplot di pesbuk. Nih, pake kamera hape saya”
“Weleh, punya pesbuk juga?
“Hari gini ngga punya pesbuk? Apa kata dunia.” Sony meniru gaya iklan di tv
“ Nanti saya add ibu juga deh. Saya udah fren sama Bu Toni, Bu Bambang, banyak deh. Ibu kemana aja sih..?”
“Ibu saya poto juga deh. Pura-puranya lagi belanja ya, Bu”
“Halah, emang saya lagi belanja. Loh koq ‘motonya dari belakang?”
“Bu, yang mau saya promosi-in kan barang dagangan saya. Bukannya Ibu, si Ibu mah udah laku ”
“Halah. Gayamu Son. Kalau tau gitu aku emoh. Wis, sini belanjaanku.”
Akupun meninggalkan Sony dengan gerobaknya sambil geleng-geleng kepala.
Benar dugaan saya, disana ada Sony, salah satu tukang sayur langganan yang punya nama asli Sunarto. Dia bisa dapat “nickname” Sony gara-gara “para Mbak” ( PRT maksudnya,) sering teriak dari teras rumah masing-masing, “Lombok’e sewu maning,Son.”
Melihat saya menghampiri gerobak dorongnya, Sony menyapa,
“Eh Ibu, pasti mau beli sayur’kan?”
“ Yaiyalah, udah jelas aku ‘nyamperin gerobak kamu, Son. Masa iya aku mau beli semen”
“ Boleh Bu kalau mau beli semen. Tapi nanti, kalau saya udah punya toko material yah..” si Soni ‘nyengir ketahuan basa-basinya ngga laku.
“Son, kamu masih punya ubi ngga? Aku mau bikin kolak biji salak nih”
“Wuih, si Ibu udah sakti ya sekarang. Bisa makan biji salak”
Lalu sambil melayani barang pesanan saya, si Sony curhat,
“Bu, koq ibu-ibu komplek sekarang pelit ya. Udah kalo ‘beli nawarnya sadis, padahal belinya dikit-dikit doang”
“Abis, harga barang jualan kamu mahal-mahal sih sekarang.”
“Gimana lagi Bu. Dari sononya udah mahal.”
“Makanya Bu, tadi nih, waktu saya leyeh-leyeh di Mushalla, saya lagi bikin konsep promosi”
Hah? Konsep Promosi?
“Nih,Bu, saya bacain ya. Saya mau minta pendapat Ibu.” Lalu Soni merogoh-rogoh tas pinggangnya –tempat dia menyimpan uang. Dikeluarkannya selembar kertas.
“Dapatkan GRATIS selama Masa PROMOSI. Beli 1 kilo daging gratis 1 bungkus mecin . Beli 10 kilo daging gratis biaya antar. Beli 100 kilo daging gratis ongkos kirim undangan dilingkungan Komplek”
“Loh koq, apa hubungannya ,Son?”
“Iya dong Bu. Kalo orang beli daging 100 kg pasti buat selametan. Ngga mungkin dimakan sendiri”
Saya salut dengan nalarnya. Hehehe.
“Terus ada lagi nih, Bu.” Dibaliknya kertas coret-coretan konsep promosinya
“Belanja Rp. 100.000 gratis jasa titipan pembayaran iuran RT, Iuran sampah serta Arisan RT”
Melihat saya bengong, Sony menyambung ucapannya,
“Saya ’kan tiap hari mampir dirumah Pak RT sama rumah Pak Maman, bendahara RT, Jadi daripada ibu-ibu repot jalan kesana, belum tentu juga ketemu orangnya, uang iurannya bisa dititip saja ke saya. Nanti saya sampein”.
“Masa sih ibu-ibu sini ngga percaya sama saya. Saya kan sudah dagang disini lebih dari 5 tahun. Lagian kalau saya ngga amanah, disini’kan tempat saya cari makan. Iya’kan Bu?”
“Terakhir nih, Bu. Belanja minimal Rp. 300.000 gratis jasa penyusunan menu mingguan”
“Hah? Menu apa Son?” saya benar-benar ngga kebayang dengan maksud promosinya kali ini.
“Yah, Menu makan lah Bu. Dari harsil survey saya nih. Rata-rata budget harian belanja lauk-pauk ibu-ibu di komplek ini tuh Rp. 50.000,- berarti seminggu Rp. 350.000 “
“Jadi kalau belanja sekaligus Rp. 300.000 berdasarkan daftar susunan menu yang saya buat nanti, ibu-ibu malah hemat sebesar Rp. 50.000. Lumayan’ kan Bu “
Saya mengangguk-angguk kagum dengan ide promosinya.
“ Nih, Bu , belanjaannya. Semuanya Rp.30.000. Tapi saya mau minta tolong satu lagi nih. “
“Apaan sih, Son. Buruan ya . Ampir ashar nih”
‘Tolong potoin saya dan gerobaknya ya ,Bu. Buat aplot di pesbuk. Nih, pake kamera hape saya”
“Weleh, punya pesbuk juga?
“Hari gini ngga punya pesbuk? Apa kata dunia.” Sony meniru gaya iklan di tv
“ Nanti saya add ibu juga deh. Saya udah fren sama Bu Toni, Bu Bambang, banyak deh. Ibu kemana aja sih..?”
“Ibu saya poto juga deh. Pura-puranya lagi belanja ya, Bu”
“Halah, emang saya lagi belanja. Loh koq ‘motonya dari belakang?”
“Bu, yang mau saya promosi-in kan barang dagangan saya. Bukannya Ibu, si Ibu mah udah laku ”
“Halah. Gayamu Son. Kalau tau gitu aku emoh. Wis, sini belanjaanku.”
Akupun meninggalkan Sony dengan gerobaknya sambil geleng-geleng kepala.
Cerita ini terjadi beberapa hari lalu ketika saya mengunjungi Mbah saya di Tanjung Priok . (Jangan salah, bukan Mbah Priok yang tinggal makamnya, Mbah saya ini masih sehat wal’afiat)
Karena lokasi rumah si Mbah di gang kecil yang hanya muat untuk 1 mobil lewat, daripada nanti kerepotan memaju-mundurkan mobil jika ada mobil lain, saya memilih untuk parkir di ujung gang.
Tiba-tiba ada sebuah mobil SUV yang parkir didepan mobil saya , pengemudinya turun menghampiri.
“Assalamu’alaikum, Neng Geulis”
“Wa’alaikumsalam” hhmm… jujur juga nih Bapak.
“Repot amat Neng Geulis, ini anak-anaknya ya? Wah, sudah tiga ya. Sini Mamang Bantu. Mau ke rumah Mbah yah”
“Iya , Pak” Otak saya langsung googling isi memorinya. Tapi nyaris sampai didepan rumah Mbah saya belum juga menemukan jawaban akan identitas si Bapak.
“Neng, nanti jangan pulang dulu ya, Mamang nanti balik lagi sama Bibi”
Singkat cerita, tidak sampai satu jam Bapak tadi kembali ke rumah Mbah dengan istrinya. Ternyata Mbah saya sangat mengenal mereka.
“Ini si Ratno, Rin, Kamu ingat ngga? Yang dulu jualan bubur ayam di ujung gang “
Hah, Mang Ratno? Yang dulu bubur ayamnya sering saya utangin kalau pas Ibu kelupaan ngasih uang saku.?
Wow, jualan bubur ayam sekarang bisa punya SUV.
“Itu sih cuman salah satu mobilnya Rin, kontrakannya juga banyak” Mbah saya mengacungkan jempol keriputnya.
Berdasarkan hasil investigasi saya yang mendalam, (halah!), akhirnya terbongkar juga kisah suksesnya.
“Mamang puyeng,Neng. Waktu itu anak mau empat. Kalau Mamang cuman jualan bubur begitu aja, mana cukup. Belum lagi kalau ada yang ngutangin”
Saya tersinggung berat. Tapi karena saya lagi mau belajar dari beliau, maka saya tepis rasa tersinggung saya. Hehehe.
“Tapi kalo Mamang ngga jualan bubur, bagaimana lagi, bisanya cuman itu doang.”
“Mamang mikir keras, sampai bermalam-malam susah tidur loh. Mamang pikir kalo cuman punya satu warung , hasilnya yah, segitu saja. Cuman cukup buat makan. Itu juga sudah Alhamdulillah, sih”
“Akhirnya, Mamang ‘manggil ponakan dari kampung. Mamang ajarin dagang. Mamang yang buatin buburnya, cariin tempatnya. Dia yang jualan. Daripada dia juga ‘nganggur di kampung.”
“Eh, Alhamdulillah, ternyata dagangan dia laku juga. Terus , besok-besoknya, dia ‘ngajak sodara-sodaranya yang lain dagang bubur juga”
“Alhamdulillah, sekarang Mamang ‘ngasuh 40 orang tukang bubur”
WHAT? Empat puluh?
“Omset sehari berapa sih Mang? “ Saya jadi tergoda mau tahu penghasilan seorang tukang bubur
“ Omset siapa? Mamang? Rahasia ah Neng. Nanti dikira sombong” si Mamang ‘ngeles.
“Bukan, Omset satu warungnya Mang” Saya keukeuh mau mengorek penghasilannya.
“ Tergantung rezeki dari Allah, Neng. Tapi kira-kira aja ya, kalau ngga ada halangan, kalau lagi laris nih Neng, satu gerobak bisa jualan 100 mangkok, harganya permangkoknya Rp. 5000.”
Hhmmm, lumayan, Rp. 500.000 perhari. Tapi , nanti dulu, si Mamang punya 40 gerobak. Woooww.. Rp. 500.000 x 40 = Rp. 20.000.000/hari ?
Gubrax!!!
“Itu, 40 gerobak jualan dimana aja Mang?”
“ Di deket-sini aja Neng, seputaran Tanjung Priok. Lah, Mamang cuman ‘apal jalan-jalan di sini.”
“Punya 40 gerobak dalam waktu berapa lama tuh Mang?” saya makin penasaran.
“Yah ,lama Neng, lebih 10 tahun, Pelan-pelan aja nambahnya. Kalau yang ‘megang sebelumnya udah bisa dipercaya, baru di lepas. Baru Mamang nambah anak asuh lagi.”
“Mereka beli buburnya sama Mamang ,gitu?”
“Iya, Mereka kan udah capek jualan seharian. Jadi Mamang sama Bibi yang masakin semua bahannya, Mamang yang bayar orang buat bersihin gerobak-gerobaknya, jadi tiap abis subuh, mereka tinggal jualan.”
“Terus bagiannya gimana Mang?”
“Si Neng nanya terus kayak wartawan ah..”
“Yah, Kan saya mau belajar juga dari Mamang. Ya udah kalo ngga mau ngasih tau juga ngga apa-apa”
“Si Neng masih kayak dulu aja, suka ‘ngambekan. Gini Neng, Mereka kan udah capek jualan. Jadi Mamang mah ngga mau serakah. Hasil jualan Mamang bagi 3. Sepertiga buat Mamang. Sisanya buat yang ‘dagang”
Hhmm, 20.juta x 1/3 = 6,6 juta lebih/hari . Masih lumayan…
“Terus kontrakannya berapa pintu Mang?”
“ Kontrakan itu kan awalnya buat tempat yang dagang bubur, jadi Mamang mulai sepetak demi sepetak. Lama-lama …yah lumayan juga”
“Tiga puluh pintu lebih kali, Rin” Mbah saya yang dari tadi diam mendengarkan, akhirnya bersuara juga.
“Iya, Alhamdulillah, Mamang sewain Rp.350.000 sebulan” si Mamang ‘nyengir bangga.
Kalkulator di otak saya jalan lagi ,berhitung penghasilan si Mamang.
Rp. 10.500.000/bulan dari kontrakan. Hmmm…
“Bayar pajak dong Mang” iseng saya ‘nyentil si Mamang
“Iya, tiap bulan ada orang pajak dateng. Bantuin Mamang itung pajak. Mamang mah pasrah aja. Namanya juga orang bodoh, jadi ‘ngikut aja daripada di penjara”
“Zakat nya Mang?”
“Yaelah si Neng, itu mah pasti. InsyaAllah Mamang istiqomah bayar Zakat. Kan semua ini hanya titipan Neng.”
“Tapi Mamang kan juga sudah kerja keras” saya menyemangati
“Iya, tapi kalau Allah ngga berkehendak, ngga ngasih jalan. Yah,mungkin Mamang selamanya jualan bubur di ujung gang Neng.”
Setelah lebih dari satu jam ngobrol ngalor ngidul bernostalgia,
“Neng, Mamang pamit dulu yah, berapa nomor hapenya Neng? Nanti Mamang miskol ya, dicatet ya Neng nama Mamang. Mang Ratno si Tukang Bubur ,gitu. Biar ngga lupa lagi” Mang Ratno memencet tombol-tombol di Blackberrynya. Aku hanya nyengir melihat tingkahnya.
“Assalamu’alaikum warrahmatullahi wabarakatuh. Ati-ati dijalan kalo pulang nanti ya Neng.”
“Wa’alaikumsalam warrahmatullahi wabarakatuh”
Mang Ratno, si tukang bubur yang aku suka utangin dimasa kecil dulu, dengan kaca mata hitam bertengger keren dihidung. melenggang penuh percaya diri kearah SUV-nya .
Duh kerennya.
Karena lokasi rumah si Mbah di gang kecil yang hanya muat untuk 1 mobil lewat, daripada nanti kerepotan memaju-mundurkan mobil jika ada mobil lain, saya memilih untuk parkir di ujung gang.
Tiba-tiba ada sebuah mobil SUV yang parkir didepan mobil saya , pengemudinya turun menghampiri.
“Assalamu’alaikum, Neng Geulis”
“Wa’alaikumsalam” hhmm… jujur juga nih Bapak.
“Repot amat Neng Geulis, ini anak-anaknya ya? Wah, sudah tiga ya. Sini Mamang Bantu. Mau ke rumah Mbah yah”
“Iya , Pak” Otak saya langsung googling isi memorinya. Tapi nyaris sampai didepan rumah Mbah saya belum juga menemukan jawaban akan identitas si Bapak.
“Neng, nanti jangan pulang dulu ya, Mamang nanti balik lagi sama Bibi”
Singkat cerita, tidak sampai satu jam Bapak tadi kembali ke rumah Mbah dengan istrinya. Ternyata Mbah saya sangat mengenal mereka.
“Ini si Ratno, Rin, Kamu ingat ngga? Yang dulu jualan bubur ayam di ujung gang “
Hah, Mang Ratno? Yang dulu bubur ayamnya sering saya utangin kalau pas Ibu kelupaan ngasih uang saku.?
Wow, jualan bubur ayam sekarang bisa punya SUV.
“Itu sih cuman salah satu mobilnya Rin, kontrakannya juga banyak” Mbah saya mengacungkan jempol keriputnya.
Berdasarkan hasil investigasi saya yang mendalam, (halah!), akhirnya terbongkar juga kisah suksesnya.
“Mamang puyeng,Neng. Waktu itu anak mau empat. Kalau Mamang cuman jualan bubur begitu aja, mana cukup. Belum lagi kalau ada yang ngutangin”
Saya tersinggung berat. Tapi karena saya lagi mau belajar dari beliau, maka saya tepis rasa tersinggung saya. Hehehe.
“Tapi kalo Mamang ngga jualan bubur, bagaimana lagi, bisanya cuman itu doang.”
“Mamang mikir keras, sampai bermalam-malam susah tidur loh. Mamang pikir kalo cuman punya satu warung , hasilnya yah, segitu saja. Cuman cukup buat makan. Itu juga sudah Alhamdulillah, sih”
“Akhirnya, Mamang ‘manggil ponakan dari kampung. Mamang ajarin dagang. Mamang yang buatin buburnya, cariin tempatnya. Dia yang jualan. Daripada dia juga ‘nganggur di kampung.”
“Eh, Alhamdulillah, ternyata dagangan dia laku juga. Terus , besok-besoknya, dia ‘ngajak sodara-sodaranya yang lain dagang bubur juga”
“Alhamdulillah, sekarang Mamang ‘ngasuh 40 orang tukang bubur”
WHAT? Empat puluh?
“Omset sehari berapa sih Mang? “ Saya jadi tergoda mau tahu penghasilan seorang tukang bubur
“ Omset siapa? Mamang? Rahasia ah Neng. Nanti dikira sombong” si Mamang ‘ngeles.
“Bukan, Omset satu warungnya Mang” Saya keukeuh mau mengorek penghasilannya.
“ Tergantung rezeki dari Allah, Neng. Tapi kira-kira aja ya, kalau ngga ada halangan, kalau lagi laris nih Neng, satu gerobak bisa jualan 100 mangkok, harganya permangkoknya Rp. 5000.”
Hhmmm, lumayan, Rp. 500.000 perhari. Tapi , nanti dulu, si Mamang punya 40 gerobak. Woooww.. Rp. 500.000 x 40 = Rp. 20.000.000/hari ?
Gubrax!!!
“Itu, 40 gerobak jualan dimana aja Mang?”
“ Di deket-sini aja Neng, seputaran Tanjung Priok. Lah, Mamang cuman ‘apal jalan-jalan di sini.”
“Punya 40 gerobak dalam waktu berapa lama tuh Mang?” saya makin penasaran.
“Yah ,lama Neng, lebih 10 tahun, Pelan-pelan aja nambahnya. Kalau yang ‘megang sebelumnya udah bisa dipercaya, baru di lepas. Baru Mamang nambah anak asuh lagi.”
“Mereka beli buburnya sama Mamang ,gitu?”
“Iya, Mereka kan udah capek jualan seharian. Jadi Mamang sama Bibi yang masakin semua bahannya, Mamang yang bayar orang buat bersihin gerobak-gerobaknya, jadi tiap abis subuh, mereka tinggal jualan.”
“Terus bagiannya gimana Mang?”
“Si Neng nanya terus kayak wartawan ah..”
“Yah, Kan saya mau belajar juga dari Mamang. Ya udah kalo ngga mau ngasih tau juga ngga apa-apa”
“Si Neng masih kayak dulu aja, suka ‘ngambekan. Gini Neng, Mereka kan udah capek jualan. Jadi Mamang mah ngga mau serakah. Hasil jualan Mamang bagi 3. Sepertiga buat Mamang. Sisanya buat yang ‘dagang”
Hhmm, 20.juta x 1/3 = 6,6 juta lebih/hari . Masih lumayan…
“Terus kontrakannya berapa pintu Mang?”
“ Kontrakan itu kan awalnya buat tempat yang dagang bubur, jadi Mamang mulai sepetak demi sepetak. Lama-lama …yah lumayan juga”
“Tiga puluh pintu lebih kali, Rin” Mbah saya yang dari tadi diam mendengarkan, akhirnya bersuara juga.
“Iya, Alhamdulillah, Mamang sewain Rp.350.000 sebulan” si Mamang ‘nyengir bangga.
Kalkulator di otak saya jalan lagi ,berhitung penghasilan si Mamang.
Rp. 10.500.000/bulan dari kontrakan. Hmmm…
“Bayar pajak dong Mang” iseng saya ‘nyentil si Mamang
“Iya, tiap bulan ada orang pajak dateng. Bantuin Mamang itung pajak. Mamang mah pasrah aja. Namanya juga orang bodoh, jadi ‘ngikut aja daripada di penjara”
“Zakat nya Mang?”
“Yaelah si Neng, itu mah pasti. InsyaAllah Mamang istiqomah bayar Zakat. Kan semua ini hanya titipan Neng.”
“Tapi Mamang kan juga sudah kerja keras” saya menyemangati
“Iya, tapi kalau Allah ngga berkehendak, ngga ngasih jalan. Yah,mungkin Mamang selamanya jualan bubur di ujung gang Neng.”
Setelah lebih dari satu jam ngobrol ngalor ngidul bernostalgia,
“Neng, Mamang pamit dulu yah, berapa nomor hapenya Neng? Nanti Mamang miskol ya, dicatet ya Neng nama Mamang. Mang Ratno si Tukang Bubur ,gitu. Biar ngga lupa lagi” Mang Ratno memencet tombol-tombol di Blackberrynya. Aku hanya nyengir melihat tingkahnya.
“Assalamu’alaikum warrahmatullahi wabarakatuh. Ati-ati dijalan kalo pulang nanti ya Neng.”
“Wa’alaikumsalam warrahmatullahi wabarakatuh”
Mang Ratno, si tukang bubur yang aku suka utangin dimasa kecil dulu, dengan kaca mata hitam bertengger keren dihidung. melenggang penuh percaya diri kearah SUV-nya .
Duh kerennya.
Bahasa Tubuh = Omzet
Ketika anda berjalan di lorong-lorong toko di sebuah pusat grosir , yang saat ini menjamur di berbagai kota besar di Indonesia, anda akan di sapa oleh para pramuniaga’
“ Cari apa Kak? Masuk saja dulu. Ada ukurannya koq”
Begitupun, Ketika anda pindah ke lorong lain, sapaan yang di dapat sama saja.
Mungkin dengan sedikit variasi,
“Cari apa Kak? Lihat-lihat saja dulu. Ada barang baru nih.”
Adakah yang salah dengan kalimat sapaan tersebut?
Tidak ada, tentu saja.
Kalimat tersebut berisi pertanyaan akan kebutuhan calon konsumen, undangan untuk masuk ke dalam toko serta menjelaskan bahwa produk yang didisplay hanya contoh produk sehingga masih dimungkinkan untuk mendapatkankan barang sesuai kebutuhan calon konsumen.
Mengenai panggilan “Kakak” yang digeneralisir, meskipun anda mungkin lebih muda, seumuran, atau jauh lebih tua dari si Pramuniaga, masih bisa di maklumi. Mengingat banyak juga para perempuan yang risih di panggil “ Tante” ( kapan aku kawin dengan Oom- mu?), Mbak (emangnya aku orang Jawa? – Maaf, tidak bermaksud SARA) atau Ibu ( ya ampun, setua itukah diriku?? )
Namun, jika anda punya sedikit waktu untuk melipir ke sudut dan memperhatikan tingkah polah para pramuniaga tersebut, anda akan mendapati kata-kata yang di ucapkan sama persis, berulang-ulang, tanpa intonasi, tanpa memandang lawan bicara .
Buat telinga saya , mendengar sapaan mereka seperti mendengar kaset rekaman.
Bayangkan, saat anda melewati lorong-lorong toko sambil mengobrol dengan teman berbelanja anda, akankah anda menoleh kedalam toko si pramuniaga karena tertarik oleh sapaannya tersebut?
Ketika soft – opening “Jasmine’s Corner “ ( sambil numpang promosi nih), karena dikejar deadline beberapa hari lagi akan melahirkan, saya belum sempat memberikan pelatihan Selling Skill kepada Pramuniaga kami.
Namun, saya diam-diam mengamati mereka ketika melayani (calon) pembeli.
Kesimpulan saya adalah BAHASA TUBUH sangat mempengaruhi dalam closing sebuah penjualan.
1. Ucapkan salam / sapaan dengan tegas, ramah , tulus dan langsung menatap mata calon customer anda
2. Mungkin anda terlihat sabar dalam melayani , tapi ketika anda “kepergok” sedang menarik napas panjang di sela berbagai macam pertanyaan Customer, menandakan bahwa anda kewalahan dalam menghadapinya. Dapat menyebabkan customer malas bertanya lebih lanjut mengenai produk anda.
3. Anda terlihat mendengarkan dan memperhatikan pertanyaan/ komplain dari customer, namun saat sedetik anda terlihat menarik sebelah ujung bibir ke atas (biasanya sebelah kiri), menunjukkan anda tidak percaya dengan apa yang dikatakan oleh customer anda.
4. Untuk meyakinkan customer akan isi ucapan anda, beri penekanan intonasi (jangan berlebihan) , anggukan kepala dan kedipkan mata (cukup setengah detik, dan jangan sebelah mata yaa..) pada bagian kalimat yang akan anda tekankan.
5. Bila anda tidak mengizinkan customer melakukan sesuatu, ucapkan dengan ramah, tegas dan dengan alasan yang kuat.
Misalnya, “ Maaf Bu, kaos ini tidak dapat dicoba karena bahannya mudah melar. Mungkin Ibu bisa mencoba baju yang ini. Ukurannya sama koq, Bu “. Akan lebih baik hasilnya, dibanding anda mengizinkan customer mencoba kaus tersebut , namun anda menunjukkan mimik terpaksa dengan bibir terkatup rapat.
6. Jawablah pertanyaan dari Customer dengan segera, jelas , dan yakin. Jawaban yang bernada mengambang akan menyebabkan customer merasa anda tidak menguasai produk atau berbohong.
7 . Jangan mau terpancing dengan “hasutan” customer terhadap barang / harga dari “ toko sebelah”. Counter kalimat hasutan tsb dengan ramah, dan yakinkan bahwa barang yang kita jual adalah barang yang bermutu baik dengan harga yang reasonable
8. Jangan sekali-sekali menjelek-jelekan kompetitor.
Lalu apa hubungan 8 poin diatas dengan Omzet?
Hehehe, coba anda lakukan dulu 8 poin tersebut dalam melayani Customer anda, lalu lihat apa yang terjadi (Mario Teguh Mode)
Sementara, sharing saya kali ini sampai disini dulu. Lain kali dibahas lebih lanjut, InsyaAllah.
Rinny Ermiyanti
Ketika anda berjalan di lorong-lorong toko di sebuah pusat grosir , yang saat ini menjamur di berbagai kota besar di Indonesia, anda akan di sapa oleh para pramuniaga’
“ Cari apa Kak? Masuk saja dulu. Ada ukurannya koq”
Begitupun, Ketika anda pindah ke lorong lain, sapaan yang di dapat sama saja.
Mungkin dengan sedikit variasi,
“Cari apa Kak? Lihat-lihat saja dulu. Ada barang baru nih.”
Adakah yang salah dengan kalimat sapaan tersebut?
Tidak ada, tentu saja.
Kalimat tersebut berisi pertanyaan akan kebutuhan calon konsumen, undangan untuk masuk ke dalam toko serta menjelaskan bahwa produk yang didisplay hanya contoh produk sehingga masih dimungkinkan untuk mendapatkankan barang sesuai kebutuhan calon konsumen.
Mengenai panggilan “Kakak” yang digeneralisir, meskipun anda mungkin lebih muda, seumuran, atau jauh lebih tua dari si Pramuniaga, masih bisa di maklumi. Mengingat banyak juga para perempuan yang risih di panggil “ Tante” ( kapan aku kawin dengan Oom- mu?), Mbak (emangnya aku orang Jawa? – Maaf, tidak bermaksud SARA) atau Ibu ( ya ampun, setua itukah diriku?? )
Namun, jika anda punya sedikit waktu untuk melipir ke sudut dan memperhatikan tingkah polah para pramuniaga tersebut, anda akan mendapati kata-kata yang di ucapkan sama persis, berulang-ulang, tanpa intonasi, tanpa memandang lawan bicara .
Buat telinga saya , mendengar sapaan mereka seperti mendengar kaset rekaman.
Bayangkan, saat anda melewati lorong-lorong toko sambil mengobrol dengan teman berbelanja anda, akankah anda menoleh kedalam toko si pramuniaga karena tertarik oleh sapaannya tersebut?
Ketika soft – opening “Jasmine’s Corner “ ( sambil numpang promosi nih), karena dikejar deadline beberapa hari lagi akan melahirkan, saya belum sempat memberikan pelatihan Selling Skill kepada Pramuniaga kami.
Namun, saya diam-diam mengamati mereka ketika melayani (calon) pembeli.
Kesimpulan saya adalah BAHASA TUBUH sangat mempengaruhi dalam closing sebuah penjualan.
1. Ucapkan salam / sapaan dengan tegas, ramah , tulus dan langsung menatap mata calon customer anda
2. Mungkin anda terlihat sabar dalam melayani , tapi ketika anda “kepergok” sedang menarik napas panjang di sela berbagai macam pertanyaan Customer, menandakan bahwa anda kewalahan dalam menghadapinya. Dapat menyebabkan customer malas bertanya lebih lanjut mengenai produk anda.
3. Anda terlihat mendengarkan dan memperhatikan pertanyaan/ komplain dari customer, namun saat sedetik anda terlihat menarik sebelah ujung bibir ke atas (biasanya sebelah kiri), menunjukkan anda tidak percaya dengan apa yang dikatakan oleh customer anda.
4. Untuk meyakinkan customer akan isi ucapan anda, beri penekanan intonasi (jangan berlebihan) , anggukan kepala dan kedipkan mata (cukup setengah detik, dan jangan sebelah mata yaa..) pada bagian kalimat yang akan anda tekankan.
5. Bila anda tidak mengizinkan customer melakukan sesuatu, ucapkan dengan ramah, tegas dan dengan alasan yang kuat.
Misalnya, “ Maaf Bu, kaos ini tidak dapat dicoba karena bahannya mudah melar. Mungkin Ibu bisa mencoba baju yang ini. Ukurannya sama koq, Bu “. Akan lebih baik hasilnya, dibanding anda mengizinkan customer mencoba kaus tersebut , namun anda menunjukkan mimik terpaksa dengan bibir terkatup rapat.
6. Jawablah pertanyaan dari Customer dengan segera, jelas , dan yakin. Jawaban yang bernada mengambang akan menyebabkan customer merasa anda tidak menguasai produk atau berbohong.
7 . Jangan mau terpancing dengan “hasutan” customer terhadap barang / harga dari “ toko sebelah”. Counter kalimat hasutan tsb dengan ramah, dan yakinkan bahwa barang yang kita jual adalah barang yang bermutu baik dengan harga yang reasonable
8. Jangan sekali-sekali menjelek-jelekan kompetitor.
Lalu apa hubungan 8 poin diatas dengan Omzet?
Hehehe, coba anda lakukan dulu 8 poin tersebut dalam melayani Customer anda, lalu lihat apa yang terjadi (Mario Teguh Mode)
Sementara, sharing saya kali ini sampai disini dulu. Lain kali dibahas lebih lanjut, InsyaAllah.
Rinny Ermiyanti
Karena Jasmine demam, maka 2 malam aku nyaris tidak tidur. Rencananya setelah ritual melepas Vania - Rifda berangkat sekolah, aku mau membayar utang tidur. Kepala sudah keliyengan, serasa diatas ombak...(lagi naik kapal dongg...:D ). Baru saja merebahkan badan, tiba-tiba...
"Assalamu'alaikum, Ibu nya ada ngga? "
Aduh, tamu siapa lagi nih....
Terdengar suara Ema menjawab, "Ibu sedang istirahat , abis semalam begadang, anaknya sakit"
"Tolong dong, penting sekali, bilangin ya ibunya Novitasari datang" si Tamu terdengar memaksa.
Kamar tidurku yang terletak didepan, sangat jelas mendengar percakapan Ema vs "Ibu-nya Novitasari". Mau ngga mau saya harus bangun menghadapi Sang Tamu.
"Ibunya Novita Sari" (dia sendiri ngga pernah mau jawab kalau ditanya namanya) kemudian mengeluh panjang lebar, yang intinya meminta bantuan untuk biaya sekolah anaknya sebesar Rp. 150.000,-
Setelah dia pulang, saya telepon ke sekolah Novita sari (si Ibu pernah menjelaskan bahwa anaknya sekolah di X,maka saya cari no telp sekolahnya via 108). untuk mencari informasi mengenai anak tsb.
Pegawai administrasi SMK X menyatakan bahwa memang ada seorang anak bernama Novitasari. Anak yatim dari keluarga tidak mampu. Namun semua biaya sekolah dan kegiatan sekolah sudah ada donatur yang tiap bulan menyantuninya.
Terus, apakah sekarang anak tsb sedang PKL yang mengharuskan membeli seragam dan sepatu hingga Rp. 150.000 ?
Jawaban dari pegawai SMK X tsb ternyata, untuk PKL siswanya hanya cukup memakai baju seragam biasa. (Saya jadi ingat, dulu saya juga PKL hanya memakai baju seragam sekolah juga).
Lalu, uang Rp. 150.000 buat apa dong?
"Mungkin buat biaya makan sehari-hari 'kali Bu" Jawab Pegawai SMK X.
Saya kecewa berat. Saya merasa dibohongi.
Dan ini bukan kali pertama dia datang kepada saya, sudah berkali-kali. Dan karena dia selalu mengatas namakan kebutuhan anaknya yang sekolah, saya usahakan untuk memberi sumbangan ,meskipun karena keterbatasan dana tunai saya saat itu saya kadang tidak memberi sesuai "proposal" si Ibu yang selalu ratusan ribu rupiah.
Disisi lain, ada seorang Ibu (sebut saja Ibu B) yang setiap hari berkeliling berjalan berkilo-kilo meter ,bersama anak gadisnya, menjajakan telur ayam dan rempeyek.
Suatu hari, karena tidak ada uang dengan nominal yang lebih kecil, saya membayar lebih Rp. 5000,-. Keesokannya si Ibu B datang kembali ke rumah mengembalikan kelebihan uang tsb. Saat itulah dia bercerita, bahwa dia juga seorang janda dengan 4 orang anak yang masih sekolah. Salah satunya adalah anak gadisnya yang selalu ikut berjualan dengannya.
Bunda saya juga, ketika Bapak saya meninggal, kami 7 bersaudara semua masih bersekolah. Namun, tidak pernah terbersit sedikitpun dibenak Bunda untuk mengemis. (Kalaupun terpaksa berhutang ke sanak saudara, tetap diusahakan membayar sampai rupiah terakhir.)
Bunda dengan segala daya upayanya bekerja keras, segala macam profesi dicobanya, dari pedagang kelontong sampai makelar TKI, demi mendapatkan uang untuk menghidupi anak-anaknya.
Jadi, apakah kemiskinan bisa dijadikan alasan untuk mengemis?
Financial Planning:
Ditulis Oleh Freddy P
========
Saya memakai Kedondong untuk istilah Berondong (bujang) dan Duren untuk Duda , -Keren atau tidak, itu urusan Anda-.
Mana yang lebih baik? Menikah dengan Kedondong atau dengan Duren?
Tidak ada jawaban yang benar untuk segala kondisi, sehingga harus Anda pelajari dan kaji lebih dalam, dan setelah itu baru dapat Anda tentukan mana yang terbaik bagi Anda.
Saya tidak akan membahas dari sudut kesehatan, kekuatan dan stamina sex; atau pengalaman hidup atau tidak.
Saya hanya akan mengupas dari sudut keuangan, sesuai dengan profesi saya sebagai Financial Planner.
Mari kita mulai untuk mengkajinya:
1. Kedondong A (usia di bawah 30 tahun)
Biasanya baru mulai menata karir, sehingga belum memiliki aset (kecuali dia anak konglomerat) .
Bila Anda seorang perawan yang "ber-orientasi Asset", maka tipe Kedondong A, bukanlah sasaran target Anda.
Secara Financial Character dan Attitude, Kedondong A ini belum matang, namun masih bisa dibentuk. Kedondong A, sangat sesuai dengan "Pepaya A" (Perawan ingin Kayadi bawah usia 30 tahun).
Bangunlah bersama dari awal, jauh lebih nikmat.
2. Kedondong B (usia 30 - 40 tahun)
Karir sudah nampak cerah (atau sebaliknya),dan sudah memiliki Asset (walau belum banyak).
Dalam rentang usia 30 - 40 tahun ini, sudah terlihat apakah karir Kedondong B ini akan meningkat atau mendatar saja sepanjang Zaman.
Dia sudah mulai menabung dan memiliki beberapa asset sebagai akumulasi selama 5 - 10 tahun terakhir dia bekerja, atau malah sebaliknyadia juga belum memiliki asset apapun dan bahkan menabung Liability segunung.
Sehingga Kedondong B terbagi 2 golongan yaitu:
- Kedondong B+ (artinya Kedondong Bright)
- Kedondong B- (artinya Kedondong Bloon)
Hati2lah Pepaya tipe B, karena bila Anda salah memilih maka Anda akan mendapatkan Kedondong Bloon.
WASPADALAH!! !
3. Kedondong C (usia 40 - 50 tahun)
Kedondong tipe C ini, sudah matang dalam emosi dan karir,serta mapan dalam ekonomi dan keuangan.
Dia sudah memiliki asset yang memadai sebagai bekal masa depan,rencana sudah tertata sejak awal, dan terus menggalang dana.
Dia sudah memiliki "Platform" & "requirement" cukup tinggiakan perawan macam apa yang dia inginkan.
Kedondong C akan menyukai Perempuan B (Bright) atau Perempuan C (Cantik).
Kedondong C inipun ada 2 jenis, seperti Kedondong B, yaitu:
- Kedondong C+ (Kedondong Carrat) 24 karat seperti Logam Mulia.
- Kedondong C- (Kedondong Culun), masih bloon aja dari dulu.
------------ ---
Kelebihan:
Kedondong A, B dan C: tidak memiliki liability atas keluarga lama dari istri pertama atau ke dua atau ke tiga dan seterusnya.
Namanya aja bujang (kalo anak asuh mungkin dia miliki, tapi bukan istri asuh)
------------ ---
4. Duren A (Duda Keren atau tidak keren terserah elo aja)
usia dibawah 30 tahun:
Tidak memiliki tanggungan istri, karena istri meninggal dan tidak memiliki anak.
Duren A dibagi 2 juga:
- Duren A+ (memiliki pekerjaan mapan & asset nil)
- Duren A- (pengangguran dan banyak hutang)
Ayo, mau pilih yang mana?
Bisa memilih yang baik 'kan, seperti kala Anda milih buah atau sayur?
5. Duren B (usia 30 - 40 tahun)
Duren B ini bercerai dengan istri-nya, namun tidak memiliki anak. D
Duren ini masih menafkahi istrinya, selama menjanda.
Duren B dibagi 2 juga:
- Duren B+ (memiliki jabatan/posisi tinggi & asset cukup)
- Duren B- (pekerjaan seadanya & asset nil)
6. Duren C (usia 40 - 50 tahun)
Duren C ini bercerai dengan istrinya dan memiliki anak-anak dari istri terdahulu.
Dia memiliki tanggungan yang segunung, harus menafkahi istri dan anak-anaknya, termasuk biaya pendi-dikan hingga Sarjana (S1).
Duren C ini dibagi beberapa:
- Duren C+ (jabatan puncak, gaji masih cukup bayar tanggungankeluarga lama + keluarga baru, asset memadai)
- Duren C nol (jabatan puncak, gaji ngepas dan cenderung kuranguntuk membayar dua keluarga yang menjadi tanggungannya, assettidak ada)
- Duren C- (jabatan pas-pasan, gaji tidak cukup untuk membayar2 keluarga, asset nil)
Mestinya Duda C ini, sebelum memutuskan untuk "membuka cabang"ataupun "kantor perwakilan" harus menghitung dahulu "Cash Flow"serta "Asset & Liability"-nya.
Jangan sampai berani buka cabang, kemudian Kantor Pusat malah tutup.
Berani berbuat, berani bertanggung jawab, itu namanya LELAKI SEJATI.
Yang lain, pasti "Lelaki Hidung ...." (silahkan teruskan sendiri).
------------ ---
So bagi Anda kaum PEPAYA, silahkan pelajari "Risk Profile"dari masing-masing Kedondong atau Duren yang ingin Anda pilih.
Anda harus hati-hati, kadang dari luar terlihat "Ranum" dan"Matang", tetapi sebenarnya menyimpan buah "Asam" atau "Busuk".
Jangan salah pilih, jangan sampai Anda menyesal.
Sekali Anda melangkah, kemudian gagal, maka Anda akan menjadi"JAMBU" A atau B atau C (Janda Kelambu), dan bukan "Pepaya" lagi.
------------ --
Semoga bermanfaat.
Subscribe to:
Comments (Atom)

- Follow Us on Twitter!
- "Join Us on Facebook!
- RSS
Contact