Tuesday, June 23, 2015 0 komentar

Mengalahkan Ketakutan



Sadar ngga sih, kalau sejak bayi 'baru lahir sampai detik ini, kita mengalahkan banyak sekali ketakutan-ketakutan?

Saat lahir kita menangis keras,selain sedang mengembangkan fungsi paru-paru, tentu seorang bayi merasa takut karena pertama kalinya kehilangan rasa nyaman dan aman berada di dalam kandungan ibu.
Lalu takut jatuh saat belajar merangkak dan belajar berdiri.
Takut teman asing saat masuk sekolah pertama kali .
Dan seterusnya.

Jutaan ketakutan telah kita kalahkan.
Hanya sedikit ketakutan yang tidak bisa kita taklukkan.
Namun yang sedikit itu begitu terasa mencekam, sehingga kadangkala mengurangi keindahan hidup kita.

Saya pernah menuliskan bahwa saya merasa demikian takut terhadap laut. Saat itu laut begitu menyeramkan buat saya. Penuh misteri. Dan saya berusahaan tidak mau berada lebih jauh dari garis pasir pantai. Air laut hanya "saya ijinkan" maksimal menyentuh sedalam lutut saya.
Berlayar?
Boro-boro!

Lalu saya memaksakan diri melaut.
Dan meskipun belum sampai taraf mencintai laut, tapi sekarang saya suka bermain di laut. Walau akibatnya kulit jadi kelam.
Saya tidak takut lagi terhadap laut melainkan menjadi sangat respek.
Laut itu ternyata....
ternyata...
Ah, main aja sendiri ke laut, biar bisa merasakan keagungan Pencipta laut.

Ketakutan lain yang baru beberapa pekan lalu saya kalahkan adalah ....
MOBIL MATIC!!!
Hahaha..
Iya. Mobil Matic.
Januari saya "dapat" mobil matic dari suami, karena katanya kasihan dengan betis saya yang makin "mbecak", gegara Jakarta kian macet.
Sejak sebelum mobil itu ada, saya selalu berkilah : "tough women use 3 pedals". Tapi sejatinya saya ngeri karena mendengar dan membaca berita mobil matic yang ajaib bisa meloncat dan terbang saat dinyalakan. Kalau meloncat dari lantai 3 gedung parkir kan jadi rempeyek hancur saat sampai dibawah.
Ditambah pengalaman pribadi saat menebeng teman. Ketika mobilnya berjalan mundur akan diparkir, mobil matic itu meluncur kencang. Untung masih diselamatkan Allah. Tidak menabrak orang yang kebetulan lewat di belakang mobil.
Maka saya cuek membiarkan tuh mobil ngejogrok di garasi. Saya tetap setia dengan "mobil sejuta umat" yang berkopling itu.
Lalu kebahagiann saya berdampingan dengan si Apanjah berakhir saat ada Sales baru. Dan daripada mengharap diantar kesana-kemari saya pun memberanikan diri menstater si Matt(ic).
Daaannn.. selamatlah saya pergi-pulang
Ke dan dari Indomaret.
Lalu, makin jauh,
makin jauh,
Alhamdulillah, akhir pekan lalu berhasil sampai Taman Mini pergi-pulang tanpa aksi si Matt "terbang dan melompat".

Pekan ini rencana ke Cirebon, kerja sekaligus njajal Cikapali.
Kuncinya adalah belajar.
Belajar supaya tahu
Belajar dari kesalahan.
Dan tentu berdoa
Biar selamat dunia akhirat.
Aamiin.

Monday, June 22, 2015 1 komentar

Mbak Titi vs Mbok Sri



Mbok Sri adalah pedagang kue keliling. Dia menjaja dagangannya hingga ke pelosok gang di sebuah kampung. Cara unik Mbok Sri berjualan adalah menghutangkan kue-kue tersebut dan menerima pembayaran dari konsumennya secara mencicil. Biasanya sebungkus kue seharga 10.000 dicicil dalam waktu 5x bayar. Sehari 2.000 jika yang dihutang hanya 1 bungkus kue.

Mbok Sri si tukang kredit kue cukup terkenal di kampung tersebut, karena sering menjadi penyelamat di saat anak merengek minta jajanan sementara orang tuanya tidak punya duit. Atau jika tiba-tiba datang tamu dan tidak punya panganan untuk disuguhi.

Suatu hari Mbak Titi, salah satu penghuni baru di kontrakan Haji Zulham pusing karena sebentar sore mertua akan datang sowan, sementara ia sedang tidak punya uang untuk membeli penganan.
"Masa mertua datang jauh-jauh di 'anggurin', sih" Begitu pikir Mbak Titi.
Lalu dia teringat pada Mbok Sri yang tenar itu.

Kebetulan siang itu Mbok Sri muncul di deretan rumah-rumah kontrakan Haji Zulham.
"Mbok Sri, sini dong, bawa dagangan apa?" Panggil Mbak Titi.
"Wah, macem-macem, Mbak. Ada Nastar Safira yang terkenal enak itu, (teteup ya, promo), ada kue lupis, banyak nih Mbak. Semuanya 10.000 perbungkus." Mbok Siti dengan semangat menghampiri calon customernya.
"Nastarnya beneran enak nih Mbok? Ngga keras kan?" Tanya Mbak Titi
"Aduh, Mbak. Ini sih udah paten banget deh. Cobain aja, nih" Mbok Sri menawarkan nastar untuk dicicipi.
"Maaf, Mbok. Aku sedang puasa. Aku percaya aja deh ama Mbok Sri kalau Mbok bilang enak. Aku ambil 5 bungkus ya. Tapi, ssttt, aku ngutang dulu ya, Mbok" Kata Mbak Titi.
"Oh, puasa apa tho, ini kan bukan hari Senin atau Kamis. Ramadhan juga masih bulan depan?" Tanya Mbok Sri.
"Justru itu Mbok. Puasa Ramadhan kan bulan depan. Nah, saya masih ada hutang puasa tahun lalu nih. Seminggu." Kata Mbak Titi sambil memilih-milih nastar yang akan dihutanginya.
"Waduh..waduh...Maaf Mbak Titi, ma'aaaaffffff banget. Saya ngga bisa 'ngutangi Mbak Titi." Mbok Sri buru-buru berkemas.
"Loh kenapa? Nanti kalau suamiku gajian dari pabrik hari Sabtu saya bayar lunas kue-kuenya, Mbok"
"Maaf, Mbak Titi. Saya ngga percaya. Lah wong hutang puasa yang wajib dan 'ngutangnya ama Gusti Allah saja sampai 11 bulan baru mau dibayar. Itu juga karena sudah deadline. Lah, bagaimana kalau 'ngutang sama saya? Kapan bisa bayarnya? Nanti tiap saya tagih malah tar-sok-tar-sok melulu. Sudahlah, saya pamit ya Mbak Titi. Permisi. Assalamu'alaikum." Mbok Sri pun buru-buru pergi meninggalkan kontrakan Haji Zulham.
Meninggalkan Mbak Titi yang terbengong-bengong.

*nama dan kejadiaan hanya rekaan semata*
Disadur dari status FB

Friday, June 19, 2015 0 komentar

Strategi Pemasaran Paling Efektif



Menurut ‘Infusionsoft’, 'word-of-mouth” alias getok tular adalah strategi pemasaran yang paling efektif bagi UKM.
Strategi lain yang juga dianggap efektif adalah email (34%), Networking (25%), media sosial (23%), Search Engine Marketing alias SEO/SEM (14%), dan Content Marketing  (13%).
Sedangkan iklan melalui televisi / radio memiliki keefektifan hanya sekitar 2%.
Sumber Gambar : Infusionsoft




















Bagaimana jika produk anda adalah sebuah produk yang benar-benar baru lahir? Bagaimana menciptakan word of  mouth?
Anda bisa menggunakan beberapa cara diantara menyewa seseorang yang memiliki banyak follower serta berpengaruh positip dalam sebuah komunitas sebagai corong bicara untuk produk anda. Atau dengan cara membuat sebuah event di lokasi usaha anda, atau aktif berkampanye di sosial media, dan sebagainya. Untuk menjadi sebuah trend setter baru produk anda harus unik namun bisa diterima masyarakat.

Jika anda ingin menggunakan sarana email sebagai bagian dari alat marketing anda, pastikan bahwa penerima email adalah orang yang sukarela menerima update informasi dari anda secara rutin.
Saya sangat tidak menyarankan anda membeli database alamat email receiver dari penjual database. Adalah sangat penting receiver merasa 'rela' menerima email anda sehingga ia sendiri memberikan datanya pada anda.
Apakah ada orang yang mau memberikan alamat emailnya dengan sukarela?
Banyak.
Asalkan mereka meyakini bahwa setiap email dari anda kelak akan bermanfaat bagi mereka.
Lalu bagaimana membuat konten email yang bermanfaat?
Tulislah isi email berdasarkan kebutuhan penerima. Bukan hanya berisi hal-hal yang penting dari sisi anda. Untuk itu anda bisa bertanya atau melakukan survey. Berdirilah pada posisi penerima email anda.

Strategi berikutnya agar anda dikenal, tidak bisa tidak, anda harus berjejaring. Networking adalah segalanya dalam sebuah bisnis. Dari jejaring, anda bukan hanya akan mendapatkan konsumen tetapi juga supplier, jaringan distribusi, sumber pemodalan dan sebagainya. Makin luas jejaring bisnis anda  maka akan makin luas juga sebaran penyangga bisnis bisa anda dapatkan.
Thursday, June 18, 2015 0 komentar

Pelajaran Dari "The World's Most Authentic Brands"


Saya baru saja membaca sebuah artikel menarik, yang isinya menyatakan McDonald's, Samsung, dan Apple dinyatakan sebagai "The World's Most Authentic Brands".
Diikuti oleh Starbuck, Walmart dan Carrefour.

Setelah membaca dari artikel yang lumayan panjang itu saya mengintisarikan sebagai berikut :
Customer yang disurvey menyatakan bahwa
1. 91% konsumen puas akan 'kejujuran' tentang produk
2. Mengakui bahwa telah dilakukan inovasi yang terus menerus
3 Produk dirasa bermanfaat bagi konsumen
4. Produk lebih unggul dibanding kompetitor
5. Produk lebih populer dibanding kompetitor.

Yang bisa dipelajari dari "Brand-brand" tersebut adalah :
1. Be clear from the start about your business practices (terjemahin aja sendiri, yak).
Transparansi.
Dalam hal kebijakan perusahaan, administrasi dan keuangan terutama yang berhubungan dengan pajak,
Biar ngga puyeng nanti-nanti.

2. Stick to what you know.
Starbucks biarpun berjualan kopi, sampai saat ini belum membeli perkebunan kopi sendiri.
Apple dalam membuat dan merakit produknya masih 'makloon'. Padahal kalau mau beli pabrik sendiri , bisa banget.
Mereka terus dan makin mempertajam keahlian mereka sebelum expand ke bidang lain (Plak! tampar pipi sendiri)

3. Give customers a voice
Saat ada sebuah film dokumenter berjudul "Supersize Me" yang berpotensi memporakporandakan bisnisnya, cara McD "melawan" bukannya dengan mati-matian menyangkal film dokumenter tersebut, melainkan dengan membuat sebuah program "Our Food Your Questions" yang membebaskan konsumen bertanya apapun tentang 'jerohan' produk mereka, termasuk pertanyaan-pertanyaan ngaco pun mereka jawab dengan baik. Saya sudah buka website nya. Ada sebuah pertanyaan unik : "Benar ngga sih French Fries dibuat dari kentang asli?"

4. Learn to turn PR disasters into opportunities
saat Greenpeace menyerang McD dengan isu bahwa kemasan stirofoam akan merusak bumi, McD malah bergabung dengan Greenpeace untuk mendukung program mereka dan mengubah kemasan menjadi karton yang lebih mudah terurai. Lalu ikutan kampanye "Planet Champion Programme"

5. Be consistent
Yah, konsistenlah. Jangan berbisnis kalau pas lagi mood aja. Jatuh-bangun-jatuh-bangun, sudah biasa dalam mebesarkan bisnis.

Tuesday, June 16, 2015 0 komentar

Broadcast Mesage Jangan Bikin Kesal

Booosseeeeennnnn tau isi broadcast messagemu itu-itu aja!
"Kami menjual baju dengan kualitas paling ok, harga paling murah, stok model berlimpah ruah, ukuran lengkap blablabala...."

Hadeughhh...
Berapa juta orang pedagang yang broadcast message mirip-mirip begitu.
Penerima  'aware' ama produkmu kalau emang pas butuh ,pas kamu broadcast.
Kalau pas ngga butuh yang ada mereka keseeell. Ponselnya tang-tung berkali-kali ternyata pesan yang diterima isinya  hal yang ngga penting.

Saya ngga pernah kirim pesan massal yang sama plek ke titik koma, harus berbeda. Harus ada "personal touch"-nya, walau isi pesan sama ke tiap customer/supplier , saya jarang lupa mengisi nama penerima pesan.
Capek?
Yaiyalaaaahhh...
Karena saya masih yakin bahwa yang saya kirimi dan yang akan membaca broadcast saya adalah manusia. Bukannya mesin.
Dan selama ia masih manusia dan belum berwatak mesin, pasti masih seneng di-manusia-kan.
Kalau ia beragama, setidaknya mengucapkan 'Aamiiin' saat membaca contoh broadcast ini:

Selamat Pagi, Bapak XXXX / Ibu YYYY
Saya Rinny dari Harvest Chemical.
Saya sekedar menyapa Bapak/Ibu pagi ini serasa mendoakan agar Bapak /Ibu sekeluarga sehat selalu, murah rezeki dan selalu dalam perlindungan yang Maha Kuasa. Semoga hari ini dan hari-hari selanjutnya keberkahan dan kesuksesan dapat kita raih bersama.
Salam Hormat,
Rinny Ermiyanti.



0 komentar

Pentingnya Izin Suami



Menikmati sore di akhir pekan, saya leha-leha membaca artikel-artikel di K. Dan seperti biasa artikel yang paling dulu saya baca biasanya artikel Headline.
Selain isi artikel, saya membaca juga komentar-komentar yang masuk karena kadang kala lucu, inspiratif atau memberi persfektif yang berbeda. Maklum 'isi kepalanya' tiap orang kan berbeda.
Nah, di artikel yang saya baca, ada salah satu komentar bernada hujatan yang membuat saya terkejut. Lalu ternyata hujatan-hujatan tersebut ada disetiap artikel yang ditulis oleh penulis itu. Intinya tentang ' Si Penulis tidak mendapat izin suami'. (mungkin suaminya terlalu baper sampai ngejam setiap tulisannya.

Saya tidak akan menulis tentang 'komentar negatip' tersebut, tapi lebih kepada izin pasangan pada setiap kegiatan yang dilakukan .  Karena saya seorang istri, lebih tepatnya izin suami.

Saya memahami, hobi yang ditekuni terlalu getol juga menyebabkan pengabaian terhadap hal lain. Dalam diri saya adalah hobi membaca. Saat saya sudah membuka sampul sebuah novel, majalah atau buku apapun, kebiasaan saya adalah selalu berusaha menuntaskan bacaan dalam 'sekali duduk'. Yang berarti bisa berjam-jam. Jika dilakukan saat senggang tidak masalah. Tapi kadang-kadang saya 'iseng' memulai kegiatan membaca diantara kegiatan lain. Akibatnya kemudian, beberapa pekerjaan terbengkalai atau suami dan anak-anak terabaikan karena saya jadi 'terlena' untuk terus membaca. Susah berhenti. Lebih tepatnya sih ngga mau berhenti karena penasaran dengan isi bacaan tersebut.

Lalu mulailah suami komplain. Kadangkala pakai bumbu ngomel.
Karena yang paling sering merasa diabaikan atau merasa akibat dari 'saya tidak tahu waktu' adalah suami.
Sering merasa aneh sih, untuk membaca sebuah novel saja, saya harus izin suami.
"Besok Minggu saya mau baca novel ini sampai tuntas ya, soalnya kalau baca sepotong-sepotong feel nya ngga nyeresep."
Jawaban suami memang lebih banyak “Hhmmm..” yang berarti setuju. Tapi tidak jarang juga ia meminta saya menunda. Karena jika sampul novel terlah dibuka berarti dari pagi, mungkin sampai siang, -bahkan menjelang malam jika novel setebal Harry Potter jilid 7- saya minta jangan diganggu gugat dari keasikan membaca.
 
Jika sudah begitu, berarti beberapa urusan harus dihandle suami sendiri.
Dan suami harus legawa jika mendapati istrinya seperti hilang meskipun ada.

Begitupun dalam kegiatan lain, seperti menulis cerita, berbisnis, ikut seminar atau workshop. Bahkan ke pasar pun saya butuh izin suami (kalau ini sih, kali aja dianter, lumayan irit ongkos ojek)
Tanpa izin suami sebenarnya semua bisa saya kerjakan. Tapi yah gitu, Suami pasti akan merasa terabaikan. Ujung-ujungnya kesal bahkan bisa marah.

Rasa kesal dan marah pada pasangan hidup sering terjadi jika komunikasi suami-istri mampet. Tak jarang komunikasi yang tersumbat total menjadikan dunia maya sebagai jalan penyalurannya. Namun akibatnya sekian ribu orang teman dunia maya tahu sedang pecah perang dunia ketiga di rumah tangga kita.

Sunday, June 7, 2015 0 komentar

Trip Ke Belitung (Tamat)

Selasa 2 Juni 2015

Hari ini adalah hari terakhir Trip di Belitung ini. Pesawat Sriwijaya Air yang akan kami tumpangi akan mengudara pada pukul 12.05. Maka kami memanfaatkan waktu yang terbatas ini untuk mengunjungi beberapa obyek wisata yang dekat dan berada di dalam kota Belitung. Hari ini saya menyewa mobil lengkap dengan supirnya agar bisa sekalian mengantar kami nanti ke Bandara.
Destinasi wisata yang pertama kami kunjungi pagi itu adalah Pantai Tanjung Tinggi. Kami tiba di tempat ini sekitar pukul 07.30 sehingga pantai masih sepi dari pengunjung.
Pantai yang berjarak sekitar 30 km dari pusat kota Belitung ini memiliki pemandangan alam yang luar biasa. Pantai yang bersih, berpasir putih dengan air laut yang jernih membuat Jasmine dan Safira berkali-kali merengek ingin bermain pasir dan berenang. Tapi tentu saja Mama galak  ini melarang. Wong  sebentar lagi mau pulang. Malas saja jika harus memandikan ulang dan menggantikan pakaian mereka. (Huh! Mama pemalas! Plak!). Pantai ini juga dijadikan salah satu lokasi scene syuting film Laskar Pelangi.
Bukti kami pernah berada di lokasi ini. Hehehe
Mengintip aktifitas anak-anak diantara sela batu
Air dan Batu, bersisian walau berbeda.
Pantai yang diapit oleh dua semenanjung ini, menjadikan air laut di pantai ini begitu tenang sehingga seringkali pengunjung berkano dan berenang di sini. Keunikan lain dari pantai Tanjung Tinggi adalah pantai yang dihiasi oleh puluhan batu-batu granit dengan berbagai ukuran. Dari yang kecil hingga raksasa .Letak batu-batu granit ini pun seperti disusun sehingga kita bisa melompat-lompat diantara batu.

Laut yang tenang menjadikannya spot yang oke berkano
Batu-batu di sisi selatan pantai (kalau ngga salah arah mata angin), adalah sekumpulan batu-batu granit raksasa yang berdiri bergerombol dan beberapa saling menumpuk sehingga seolah membentuk dinding batu kokoh dengan labirin dan goa-goa mini.

Anak-anak, dimanapun menjadi area bermain mereka
Bermain diantara batu raksasa
Mengorek-ngorek pasir, berharap menemukan harta karun..hehe
Anak-anak tak mengenal takut, bahkan hingga ke "goa" dan dihimpit batu raksasa


Puas mengeksplorasi pantai ini, kami melanjutkan perjalanan ke spot wisata berikutnya, yaitu Rumah Adat Belitung. Rumah adat yang kami kunjungi adalah replika. Rumah adat yang berada di sebelah gedung rumah dinas Bupati Belitung ini, terbuat dari kayu dengan interior bergaya lama.
Rumah ini disekat menjadi 3 ruang. Ruang paling belakang adalah (seolah) ruang dapur dan ruang keluarga Di ruang ini kita akan menemui berbagai peralatan masak dan makan dari tembikar dan anyaman, ayunan bayi dari kain, serta lemari-lemari jati yang  penuh dengan barang-barang jadul, seperti alat musik tradisional, radio transistor dan lain-lain.


Di rumah adat Belitung

Ngga kayak gitar Papa ya, Ma?
Ruang kedua adalah ruang tidur. Di ruang ini terdapat pelaminan dan tempat tidur bagi pengantin adat Belitung. Lengkap dengan sepasang patung pengantin berbaju adat dan belasan tanda seserahan.

Ruang terdepan adalah ruang tamu. Dan terdapat pula teras terbuka yang luas. Di teras ini rasanya nyaman banget buat duduk-duduk ngobrol dan bersilaturahim dengan kerabat .

Duh,jadi kepingin punya rumah model begini. (Hehe, banyak maunya. Tapi tolong di ‘Aamiiin –kan ya)

Spot destinasi wisata terakhir kami adalah Danau-Biru-Kaolin. Mengunjungi danau ini menyebabkan dilema bagi saya. Pulau ini mengandung Kaolin dalam jumlah besar, sayangnya eksplorasi Kaolin (Clay) terbukti menyebabkan kerusakan lingkungan. Saya akan menambahkan foto-foto lain yang menunjukkan sedihnya bopek-bopeng permukaan bumi karena penambangan ini. 
Namun di sisi lain, danau ini merupakan spot yang cantik untuk fotografi. Baik di saat siang hari terik seperti pada saat saya berada di sana maupun saat senja hari menjelang sunset.

Danau Kaolin Belitung

Danau yang jernih memang oke buat spot foto
Tanpa terasa jam sudah menunjukkan pukul 10.30, saatnya saya segera ke Bandara, agar tidak telat check in.


Sekian ceritanya. 
Yah, gitu aja koq.



Trip Ke Belitung 3
Trip Ke Belitung 4
Trip Ke Belitung 5





 
;