Wednesday, May 31, 2023 0 komentar

Cashless Membuat Saya Makin Boros


Mungkin ini cuma ‘perasaan’ saya, ketika melakukan pembayaran via transfer atau debit, ketika membayar di nominal tertentu, rasanya harga suatu barang menjadi lebih murah dibandingkan saya membayar dengan uang tunai. Ketika membeli barang secara online, saya membeli tambahan produk lainnya hanya karena merasa ‘sayang biaya ongkir.” Akibatnya, saya merasa lebih boros ketika melakukan pembelian online maupun pembayaran secara cashless.

Seharusnya sih, s
istem pembayaran cashless, seperti kartu kredit, kartu debit, atau dompet digital, tidak membuat seseorang lebih boros. Namun, ada beberapa faktor yang bisa menyebabkan seseorang cenderung menghabiskan lebih banyak uang ketika menggunakan metode pembayaran cashless. Berdasarkan pengalaman saya, berikut ini beberapa alasan yang mungkin menjelaskan mengapa seseorang bisa terasa lebih boros saat menggunakan sistem pembayaran cashless

  1. Kemudahan dan kenyamanan: Cashless payment memberikan kemudahan dan kenyamanan dalam bertransaksi tanpa perlu membawa uang tunai. Hal ini dapat membuat seseorang lebih cenderung untuk melakukan pembelian impulsif atau tidak terencana secara lebih mudah, karena tidak ada batasan fisik berupa uang tunai yang terbatas dalam dompet mereka.
  2. Kurangnya kesadaran akan pengeluaran: Ketika menggunakan cashless payment, seperti kartu kredit atau dompet digital, transaksi dapat dilakukan dengan cepat dan tanpa perlu melibatkan perhitungan uang secara langsung. Hal ini dapat menyebabkan kurangnya kesadaran terhadap jumlah pengeluaran yang sebenarnya, sehingga seseorang mungkin cenderung tidak terlalu memperhatikan atau mengontrol pengeluarannya dengan baik.
  3. Adanya reward atau cashback: Banyak sistem pembayaran cashless menawarkan program reward atau cashback sebagai insentif bagi pengguna. Meskipun ini dapat menjadi manfaat yang baik, terkadang orang dapat tergoda untuk membeli lebih banyak atau mengeluarkan lebih banyak uang hanya untuk mendapatkan poin reward atau cashback yang lebih banyak. Ini bisa mengakibatkan pengeluaran yang tidak perlu atau berlebihan.
  4. Pengaruh psikologis: Penggunaan kartu kredit atau dompet digital dapat memicu perasaan bahwa seseorang tidak mengeluarkan uang nyata. Saat membayar dengan uang tunai, seseorang harus secara fisik memberikan uang dari dompet mereka, yang dapat memberikan pengalaman lebih nyata tentang jumlah yang mereka keluarkan. Namun, saat menggunakan cashless payment, pengeluaran terasa lebih abstrak, dan ini dapat membuat seseorang lebih cenderung menghabiskan lebih banyak.
  5. Harus diakui, faktor yang paling penting adalah ketidakdisiplinan dalam pengelolaan keuangan. Akibat sistem pembayaran cashless yang menghadirkan kemudahan untuk mengakses uang secara instan, kita jarang melakukan pengecekan yang ketat terhadap keuangan pribadi. Jika seseorang tidak memiliki disiplin yang baik dalam mengelola keuangan mereka, mereka mungkin cenderung menghabiskan lebih banyak uang atau mengalami kesulitan mengontrol pengeluaran mereka.


 
;