"Saya belanja sebanyak ini,
dikasih bonus, dong, Bang. Tomat 2 biji,
ya."
"Maaf,
Bu, tidak bisa."
"Jadi ngga dapat bonus nih? Atau
didiskon saja deh, Bang"
"Waduh,
ini Saya kasih Ibu harga langganan. Sudah murah, Bu"
"Ya sudah. Ngga mau belanja
dengan Abang lagi, ah. Pelit."
Percakapan
yang terasa familiar kan
bagi Ibu-ibu? Saya mengaku deh, Saya juga sering, loh, minta bonus kepada
para supplier. Bonus dalam bentuk diskon, tambahan jumlah barang yang dibeli
atau bonus dalam bentuk barang lain. Pokoknya dalam bentuk apapun, yang judulnya BONUS dan DISKON Saya akan
menerimanya dengan sukacita. Bahkan tidak jarang bonus dan, atau, diskon
menjadi salah satu alasan Saya untuk mengambil keputusan membeli. Dengan kata
lain, jika tidak ada bonus atau diskon boleh jadi tidak akan membeli produk
tersebut.
Sebagai
entrepreneur, kita pun tidak jarang memberikan gimmick BONUS dan DISKON sebagai salah satu cara untuk memikat
konsumen, juga sebagai salah satu strategi untuk meningkatkan volume penjualan.
Namun,
jika tidak dilakukan secara terencana, program ini bisa menjadi bumerang bagi
penjual, karena dapat menyebabkan konsumen menjadi ketagihan untuk meminta bonus
atau diskon setiap kali mereka melakukan transaksi. Terutama konsumen yang
sudah merasa sebagai pelanggan tetap.
Lalu,
bagaimana caranya agar program bonus atau diskon ini tidak menjadi kendala dalam proses jual- beli dengan konsumen?
Mudah
saja, lakukan pemberian bonus dan, atau, diskon dengan syarat dan ketentuan
yang jelas. Misalkan:
1.
Bonus/diskon akan diberikan jika
pembelian mencapai jumlah nominal tertentu
Contoh:
Pembelian
Rp.100.000,- mendapat bonus 1 buah piring eksklusive
Pembelian
Rp.200.000,- mendapat bonus 1 set piring dan gelas eksklusive.
2.
Tentukan jangka waktu pembelian untuk
mendapatkan bonus/diskon.
Contoh:
Pembelian
senilai 100.000,- pada tanggal 17 Agustus mendapat diskon 17% + 8%
Pembelian
senilai 200.000,- pada tanggal 17 Agustus pukul 8 akan mendapat diskon sebesar
45%
3.
Pembelian berulang
Contoh:
Beli item pertama dengan harga normal,
pembelian item kedua mendapat diskon
25 %
Beli
1 pcs harga normal, tambah Rp. 2000
mendapat 2 pcs
4. Tulis dengan jelas ,agar mudah terlihat konsumen, program diskon atau, bonus yang sedang anda buat. Bila perlu pasang spanduk sebesar mungkin dengan warna ngejreng yang menarik mata untuk melihatnya.
4. Tulis dengan jelas ,agar mudah terlihat konsumen, program diskon atau, bonus yang sedang anda buat. Bila perlu pasang spanduk sebesar mungkin dengan warna ngejreng yang menarik mata untuk melihatnya.
Sebagai
penjual kita pun harus tunduk pada syarat dan ketentuan ini. Termasuk apabila
pembeli adalah tetangga sebelah rumah. Jika ingin memberikan hadiah kepada
pelanggan spesial diluar ketentuan, lakukanlah bukan pada saat proses jual-beli
berlangsung. Jadikan sebagai bingkisan
ulang tahun, misalnya. Karena tidak jarang "kebaikan hati"
kita-sebagai penjual-akan cepat tersebar.
"
Jeng A, Saya beli mukena di toko Bu Indah, dapat diskon 25%, loh. Ada tambahan bonus
kerudung cantik pula" kata tetangga sebelah kanan kepada Jeng A, tetangga
sebelah kiri rumah Bu Indah.
Karena
tergiur diskon dan bonus berdasarkan cerita tersebut, Jeng A kemudian tertarik
membeli ke toko Bu Indah. Namun , karena karena alasan tertentu, Jeng A tidak mendapatkan bonus dan
diskon yang sama. Sudah tentu sebagai sesama tetangga , Jeng A merasa
mendapat diskriminasi. Berikutnya Jeng A malah jadi "alergi" untuk
membeli di toko Bu Indah lagi. Jika cerita bonus dan tambahan diskon ini
menjadi cerita yang disampaikan secara getok
tular antar tetangga dalam satu kelurahan, akibatnya Bu Indah akan kesulitan untuk memberikan bonus dan
diskon yang sama kepada pembeli-pembeli lain karena keterbasan budget pemberian diskon atau bonus
Jadi
rumit kan?
Oya,
perlu diingat, setiap barang yang keluar dari gudang sesungguhnya sudah menanggung biaya
operasional perusahaan. Sehingga program pemberian bonus dan diskon harus dihitung secara hati-hati dan
seksama karena akan mengurangi keuntungan per-unit produk . Untuk itu, sebelum menentukan program pemberian
bonus atau diskon terlebih dahulu harus ditetapkan besarnya BUDGET yang akan di’korban’kan
untuk program ini.









- Follow Us on Twitter!
- "Join Us on Facebook!
- RSS
Contact