Monday, August 25, 2014

Agar Bonus dan Diskon Tidak Menjadi Bumerang



"Bu, jadi total belanjanya Rp. 75.000" Kata Abang Tukang Sayur
"Saya belanja sebanyak ini, dikasih bonus, dong, Bang. Tomat 2  biji, ya."
"Maaf, Bu, tidak bisa."
"Jadi ngga dapat bonus nih? Atau didiskon saja deh, Bang"
"Waduh, ini Saya kasih Ibu harga langganan. Sudah murah, Bu"
"Ya sudah. Ngga mau belanja dengan Abang lagi, ah. Pelit."

Percakapan yang terasa familiar kan bagi Ibu-ibu? Saya mengaku deh, Saya juga sering, loh, minta bonus kepada para supplier. Bonus dalam bentuk diskon, tambahan jumlah barang yang dibeli atau bonus dalam bentuk barang lain. Pokoknya dalam bentuk apapun, yang judulnya BONUS dan DISKON Saya akan menerimanya dengan sukacita. Bahkan tidak jarang bonus dan, atau, diskon menjadi salah satu alasan Saya untuk mengambil keputusan membeli. Dengan kata lain, jika tidak ada bonus atau diskon boleh jadi tidak akan membeli produk tersebut. 

Sebagai entrepreneur, kita pun tidak jarang memberikan gimmick BONUS dan DISKON sebagai salah satu cara untuk memikat konsumen, juga sebagai salah satu strategi untuk meningkatkan volume penjualan. 
Namun, jika tidak dilakukan secara terencana, program ini bisa menjadi bumerang bagi penjual, karena dapat menyebabkan konsumen menjadi ketagihan untuk meminta bonus atau diskon setiap kali mereka melakukan transaksi. Terutama konsumen yang sudah merasa sebagai pelanggan tetap. 

Lalu, bagaimana caranya agar program bonus  atau diskon ini tidak menjadi kendala dalam proses jual- beli dengan konsumen?
Mudah saja, lakukan pemberian bonus dan, atau, diskon dengan syarat dan ketentuan yang jelas.  Misalkan:
1. Bonus/diskon akan diberikan jika pembelian mencapai jumlah nominal tertentu
Contoh:
Pembelian Rp.100.000,- mendapat bonus 1 buah piring eksklusive
Pembelian Rp.200.000,- mendapat bonus 1 set piring dan gelas eksklusive.

2. Tentukan jangka waktu pembelian untuk mendapatkan bonus/diskon.
Contoh:
Pembelian senilai 100.000,- pada tanggal 17 Agustus mendapat diskon 17% + 8%
Pembelian senilai 200.000,- pada tanggal 17 Agustus pukul 8 akan mendapat diskon sebesar 45%

3. Pembelian berulang
Contoh:
Beli item pertama dengan harga normal, pembelian item kedua mendapat diskon 25 %
Beli 1 pcs harga normal, tambah Rp. 2000 mendapat 2 pcs

4. Tulis dengan jelas ,agar mudah terlihat konsumen, program diskon atau, bonus yang sedang anda buat. Bila perlu pasang spanduk sebesar mungkin dengan warna ngejreng yang menarik mata untuk melihatnya. 

Sebagai penjual kita pun harus tunduk pada syarat dan ketentuan ini. Termasuk apabila pembeli adalah tetangga sebelah rumah. Jika ingin memberikan hadiah kepada pelanggan spesial diluar ketentuan, lakukanlah bukan pada saat proses jual-beli berlangsung.  Jadikan sebagai bingkisan ulang tahun, misalnya. Karena tidak jarang "kebaikan hati" kita-sebagai penjual-akan cepat tersebar.
" Jeng A, Saya beli mukena di toko Bu Indah, dapat diskon 25%, loh. Ada tambahan bonus kerudung cantik pula" kata tetangga sebelah kanan kepada Jeng A, tetangga sebelah kiri rumah Bu Indah. 
Karena tergiur diskon dan bonus berdasarkan cerita tersebut, Jeng A kemudian tertarik membeli ke toko Bu Indah.   Namun , karena karena alasan tertentu, Jeng A  tidak mendapatkan bonus dan diskon yang sama. Sudah tentu sebagai sesama tetangga , Jeng A  merasa mendapat diskriminasi. Berikutnya Jeng A malah jadi "alergi" untuk membeli di toko Bu Indah lagi. Jika cerita bonus dan tambahan diskon ini menjadi cerita yang disampaikan secara getok tular antar tetangga dalam satu kelurahan, akibatnya Bu Indah akan kesulitan untuk memberikan bonus dan diskon yang sama kepada pembeli-pembeli lain karena keterbasan budget pemberian diskon atau bonus
Jadi rumit kan? 

Oya, perlu diingat, setiap barang yang keluar dari gudang sesungguhnya sudah menanggung biaya operasional perusahaan. Sehingga program pemberian bonus dan diskon harus dihitung secara hati-hati dan seksama karena akan mengurangi keuntungan per-unit  produk . Untuk itu, sebelum menentukan program pemberian bonus atau diskon terlebih dahulu harus ditetapkan besarnya BUDGET yang akan di’korban’kan untuk program ini.

0 komentar:

Post a Comment

 
;