Sunday, August 3, 2014

Kirimkan "Email Blast" Hanya Pada Yang Mau



Beberapa tahun lalu, sebelum membuka toko onlinenya di Indonesia, Lazada menghubungi beberapa blogger, diantaranya Saya yang saat itu masih aktif sebagai blogger. Tujuan mereka adalah agar kami bersedia menuliskan preview tentang bisnis mereka. 
Keikutsertaan Saya sebagai “blogger tim cuap-cuap” mengharuskan Saya rajin berhubungan dengan Divisi Communication dan nyaris tiap hari mendapatkan email blast dari mereka.
Lalu dengan bayaran dan hadiah voucher dari ngeblog, Saya pakai untuk berbelanja. Jadi Saya bisa dikatakan termasuk konsumen awal toko online ini.
Setahun belakangan, Saya ‘pausing’ dari nge-blog dan hampir tidak pernah lagi membuka email-email dari  Lazada, rupanya kelakuan saya ini terdeteksi mereka. Agar Saya giat kembali, Lazada beberapa kali mengirimkan voucher dari yg 50 ribu hingga ratusan ribu. Saya bergeming. Karena Saya lebih suka belanja online produk teman sendiri. 
Lalu, tadi pagi Saya mendapatkan email yang berisi quosioner tentang seberapa sering Saya ingin dikirimi email blast mereka, bahkan termasuk pilihan jika tidak ingin dikirimi iklan-iklan mereka lagi.
Satu pelajaran bagus Saya dapatkan dari cara komunikasi Lazada ini. Pertama, diusahakan sedapat mungkin mempertahankan kontak, karena JEJARING adalah ASET.
Tapi jika kontak tersebut memang sudah ‘emoh’ yah, buat apa dipertahankan, energi yang ada lebih baik dipergunakan untuk membina jaring/ customer yang lain yang lebih potensial.
-----
Blast Email adalah salah satu cara komunikasi dengan (calon) konsumen, tapi lakukan hanya pada (calon) konsumen yang BENAR-BENAR MAU mendapatkan email promosi dari anda.


0 komentar:

Post a Comment

 
;