Sunday, March 31, 2013 0 komentar

Mental Mercusuar Pebisnis Fashion


Bukan cuma kreatif dan inovatif, pengusaha fashion juga perlu belajar banyak dari sekelilingnya. Toby Meadows (Direktur Three’s Company Creative Consultancy) dalam Acara Wanita Wirausaha Femina mengatakan pengusaha fashion perlu melakukan riset dan comparative shopping dengan pesaingnya. Tapi di satu saat, mereka harus dapat berdiri tegak di atas batu, fokus pada diri sendiri, dan berkata, “This is me, this is what I do, this is what I’m good at.” 

Banyak dari pebisnis fashion tidak berlatar belakang fashion atau bisnis. Bagaimana masa depan mereka?
Ada kemampuan yang diberikan secara turun-temurun, dan berhasil. Tantangannya, mampukah mereka membawanya menjadi produk unggulan dan mengembangkannya? Inilah hal-hal yang diajarkan di sekolah fashion. Sementara bisnis adalah jembatan untuk mengembangkan produk fashion. Tapi, jangan lupa, ada kelompok pebisnis yang mampu membaca tren tanpa belajar. Mereka inilah yang berbelanja di Bangkok untuk dijual kembali. Mereka mampu menentukan tidak mau membeli barang A, tapi barang B, dan menghasilkan banyak uang. Jadi, tidak ada salahnya mencoba, melihat peluang dan membuatnya berhasil. 

Jangan fokus pada pesaing, fokuslah pada diri sendiri. Pendapat Anda?
Setuju 100%. Anda dapat belajar dari pesaing ketika Anda baru akan memulai bisnis. Belajarlah dari kesalahan mereka, dari produk mereka. Tapi, ketika Anda masih terus menoleh ketika bisnis Anda telah berjalan, di saat itulah Anda berhenti jujur pada diri sendiri. Karena,  tiap label memiliki pesan tersendiri. Milikilah mental mercusuar. Mercusuar dibangun di atas batu. Dia diam tak bergerak, tapi cahayanya memberi arahan bagi banyak kapal. Seperti itulah label yang harus Anda bangun. Kepribadian yang berbeda dapat menghasilkan produk yang inovatif.

Contoh menarik dari pernyataan tersebut adalah produk tas laptop bernama Knomo. Pendirinya adalah pengacara, bankir, dan seorang advertising executive. Mereka mengawalinya dengan konsep bisnis murni, yaitu mengisi kekosongan pasar tas laptop. Mereka membangun infrastruktur dengan kuat, dan menciptakan produk klasik yang tidak terpengaruh fashion. Baru setelah label ini berkembang, mereka menggunakan jasa desainer. Saat ini mereka telah memiliki 800 outlet di seluruh dunia.

Apa yang membuat sebuah produk gagal di pasaran?
Salah satunya pilihan model bisnis yang salah. Saya percaya, apa pun hasil karya seorang desainer, pasti ada orang yang akan membelinya. Tapi, pertanyaannya, berapa banyak dan di mana. Jika ada seribu konsumen dalam radius 1 mil, maka logikanya Anda perlu membangun sebuah toko. Tapi, jika konsumen ada 1 di Jepang, 1 di Paris, dan 1 di London, pastinya tak perlu membangun sebuah toko. Anda perlu membuat target melalui media sosial. Sebaliknya, jika ada tuntutan konsumen secara global, pilihannya adalah wholesale. 

Kapan sebuah label siap menembus pasar internasional?
Anda telah memiliki infrastruktur yang tepat, serta mampu memproduksi dengan kualitas, harga, dan waktu yang tepat. Materi marketing dan website Anda pun mengirimkan pesan kesiapan tersebut. Satu yang terpenting, ada tuntutan dari luar. Singapura, Seoul, Shanghai, mengatakan, mereka menanti produk Anda. Tapi, menurut saya, lebih baik fokus pada pasar lokal karena jumlahnya besar. Itu juga yang menjadi alasan label-label internasional berebut masuk ke Indonesia. Mereka menginginkan pasar Anda. Satu hal yang saya sukai dari pasar Indonesia, mereka memiliki loyalitas terhadap label lokal. Itu tidak terjadi di negara lain. Isilah kesempatan itu, karena kalau tidak, kami yang akan mengambilnya. 

0 komentar

Agar Tetap Bertahan di Pasar Retail


Apakah dengan masuk ke perusahaan retailer yang tepat, maka produk kita akan otomatis laku keras dan mampu bertahan? Tentu saja tidak. Dibutuhkan strategi lain yang mendukung majunya penjualan. Salah satunya, kemampuan untuk menata produk dengan menarik. Display yang bagus mampu menarik perhatian pengunjung department store untuk melirik produk kita yang berada di antara produk-produk sejenis. Dan jangan segan mewujudkan display yang sejalan dengan tema toko. 

Dalam menyambut perayaan tertentu (Occasional)biasanya, buyer akan memberitahukan temanya, lalu usahakanlah mewujudkannya. Misalnya pada produk Bedding, Buyer menginginkan dibuatkan sebuah kamar mungil. Berarti, mulai dari tempat tidur anak hingga drawer dipersiapkan. Lalu dihias dengan bedding dan lampu meja yang serasi sehingga tercipta suasana kamar yang cantik.. Namun untuk hari biasa, cukup letakkan keranjang kecil berisi produk mungil, seperti handuk kecil yang harganya relatif murah, di bagian depan counter-nya untuk menarik minat konsumen. 

Selain itu, pengusaha juga harus mengerti keinginan pasar yang terus berubah. Tak ada salahnya membuat kreasi lain di luar produksi kita yang utama. Misalnya, ketika  diminta membuat produk baru menyambut Ramadan dan Idul Fitri.

Untuk eksklusivitas, yang umumnya diminta oleh pihak perusahaan retail besar, buatlah model yang berbeda dan hanya bisa didapatkan di department store yang bersangkutan. Jangan ragu untuk sering melakukan survey terhadap trend terbaru , hal ini tentunya memberikan nilai tambah karena kita menjadi lebih paham tentang produk apa yang layak kita keluarkan untuk musim berikutnya.  
  
Meletakkan produknya di sebuah retailer besar bukan berarti  akan langsung mendapatkan keuntungan berlipat ganda. Produk itu hanya dipajang. Kita butuh orang untuk menawarkannya. Itulah mengapa SPG (sales promotion girl) menjadi ujung tombak  dalam berjualan.
Karena tak semua retailer besar menyediakan SPG, tak jarang para pemilik produk harus mencarinya sendiri.  Tentu SPG yang dipilih harus  sesuai dengan kriteria dari retailer tempatnya bekerja sama. SPG juga harus menginformasi tentang stok barang yang habis. Dan mereka juga harus dibekali pengetahuan tentang produk..

Bagaimana dengan produk di department store yang belum terjual? Ada berbaga cara yang berbeda-beda untuk mengatasinya.Salah satunya tarik kembali produk tersebut, lalu jual lewat online dengan potongan harga. Atau dengan menggelar big sale di showroom masing-masing.
2 komentar

"Products Desire" Bukan Lagi "Needs"

Toby Meadows adalah sebuah brand. Ia adalah orang di balik kesuksesan label-label fashion ternama dunia, mulai dari high-street hingga high-end. Bukunya, Memulai dan Menjalankan Sebuah Label Fashion (PT Gaya Favorit Press, November 2012), telah diterjemahkan dalam 6 bahasa dan menjadi international best-seller. Buku tersebut bahkan menjadi buku wajib para siswa di beberapa sekolah mode ternama. 

Selain seorang penulis laris, pria asal Inggris ini adalah pendiri sekaligus direktur Three’s Company Creative Consultancy, kumpulan para profesional yang menyediakan layanan kreatif dan bisnis dalam industri fashion. Toby juga direktur label pakaian wanita asal Inggris, Belle & Bunty, yang menjadi favorit selebritas dunia, seperti Victoria Beckham dan Lindsay Lohan.

Kehadirannya di Jakarta Fashion Week  (3-12 November 2012) sebagai ‘pencari bakat’ di industri fashion Indonesia telah membuka jalan bagi beberapa desainer muda untuk melangkah ke kancah internasional. Tapi, ia berkata, “You don’t have to rush, ‘jump on a plane’ when you have 250 million customer here. If you don’t take that customer, we will.”

Berbisnis pakaian jadi terlihat mudah. Namun, seberapa besar kesempatan Anda untuk dapat berkembang menjadi produk dengan label yang kuat? Apa pilihan Anda? High end design, niche market, atau hanya mengejar volume penjualan? Menurut Toby, jika Anda menyebut fashion adalah passion Anda, maka lakukan apa pun dan jangan memberinya kesempatan untuk gagal. 

Ketika kita mulai berbisnis fashion, apakah membuat label adalah hal yang perlu dipikirkan?
Tidak selalu perlu. Dalam piramida pakaian terdapat beberapa kebutuhan: haute couture, ready to wear, dan lapisan terbawah sekaligus terbesar adalah mass market. Lapisan terbawah ini menyediakan produk yang dibutuhkan konsumen. Anda bisa membeli produk murah dari Bangkok atau Hong Kong, lalu dijual kembali. Sulit untuk menciptakan sebuah label dari produk murah yang dijual kembali. Saya tidak akan menyebutnya fashion. 

Melihat pasarnya yang cukup besar, apakah pilihan bisnis mass market ini akan bertahan?
Saat ini pasarnya mungkin besar, tapi dalam 5-10 tahun akan menurun. Di Inggris, Anda akan melihat, label-label high-street mendominasi pasar. Mereka menawarkan harga murah, bahkan mungkin lebih murah dari produk mass market. Dengan desain yang baik dan mengikuti tren, label ini akan membunuh pasar tersebut. Saya mengerti besarnya peluang bisnis di mass market. Tapi, jika Anda tidak puas dan ingin lebih, itu pertanda baik, karena saya melihat potensi desainer muda Indonesia yang mampu membuat produk dengan kualitas sama seperti produk yang mendunia. 

Apa kunci membangun label yang berumur panjang? 
Terlalu banyak orang berpikir, saya suka pakaian, maka itulah passion saya. Tapi, menjadi seorang desainer dan membangun label lebih dari itu. Anda harus mengerti riset, tren, distribusi, juga mengerti bagaimana mengembangkan produk. Jadi, passion harus berjalan bersama bisnis. Anda harus bisa mengidentifikasi kekurangan Anda, dan memiliki kemauan untuk mengisi kekurangan itu dengan pengetahuan. 

Apa yang diinginkan konsumen saat ini?
Ketika Anda membeli produk dari Bangkok, Anda sadar bahwa kebutuhan akan produk murah itu ada. Tapi, dengan meningkatnya jumlah kelas menengah di Indonesia, bertambah pula jumlah uang yang mereka miliki. Selanjutnya yang mereka beli adalah keinginan (desire). Orang rela mengeluarkan sejumlah uang untuk membeli produk yang diinginkan. Desainer muda Indonesia kini sudah banyak yang menciptakan desain yang tak hanya produk kebutuhan (needs), tapi sudah mengedepankan unsur desire.





0 komentar

Mencari Celah Pasar

Sebagai tempat tinggal bagi 230 juta penduduk, Indonesia menjadi pasar yang potensial bagi bisnis retail modern. Tengok saja, sejak sepuluh tahun belakangan berbagai retailer dengan format hypermarket, supermarket, minimarket hingga department store menjamur. Ditambah lagi pembangunan pusat perbelanjaan berkembang pesat, tidak hanya di kota besar, tapi juga di daerah. Semua itu tentu  tak terlepas dari daya beli masyarakat yang meningkat, serta pola hidup masyarakat yang mengutamakan kenyamanan dan kepraktisan dalam berbelanja.

Jeli melihat peluang bisnis tersebut, tiga wanita muda ini gigih berusaha menembus pasar retail. Mengedepankan produk yang unik dan berkualitas tinggi, mereka pun berhasil memasukkan produk mereka ke retailer besar.  

Harus gigih, berani, dan tak takut jatuh, itulah tekad yang dipegang Dinar Esfandiari Santoso (39) ketika mengembangkan bisnis pernik interior kamar tidur anak, Simply Idea, pada tahun 2005. Dinar melihat, bisnis hasil kolaborasi dengan dua sahabatnya, ini punya peluang bagus di pasar retail. “Kala itu, belum banyak produk bedding untuk anak buatan dalam negeri, apalagi yang hand made seperti produk kami,” kata Dinar,  yang mengaku mulai mengincar pasar retail setelah 6 bulan menjalankan bisnisnya. 

Berbekal keunikan produknya, ibu dua anak ini lantas memberanikan diri mengirim proposal dan contoh produknya ke sebuah department store terkemuka. Prinsipnya saat itu, toko besar pasti butuh produk, dan sebagai produsen tak ada salahnya ia menawarkan produk karyanya.  “Dalam pikiran saya, semua harus dicoba! Toh, yang terburuk, kalau produknya jelek, ya, ditolak,” katanya, tertawa. 

Tak disangka, Metro Department Store menyambut manis proposalnya. Pertengahan tahun 2005, produknya mulai dicoba untuk dipasarkan di department store ini, meski awalnya hanya sebagai produk undangan untuk mengikuti Metro Big Sale. Hingga akhirnya, pada April tahun 2006, produk Simply Idea mulai menghiasi beberapa gerai Metro di Jakarta.   

Keinginan yang sama untuk meluaskan pasar juga dirasakan oleh Dwi Arlina Avriliawati (41), pemilik fashion brand anak, Daradara. Kecintaannya pada kain batik serta kesenangannya mendandani anak perempuannya, Adara (10), membuat wanita yang akrab disapa Lia ini mencoba berkreasi dengan membuat rok tutu dari bahan batik. Ketika memulai usaha, tahun 2007, Lia hanya memasarkannya kepada teman dan keluarga. Ternyata, tanggapannya sangat baik. “Banyak yang memuji hasil desain saya, bikin saya percaya diri untuk berkreasi lebih banyak lagi,” katanya. Untuk menyikapi permintaan pasar, ia lantas memproduksi juga baju untuk anak dan remaja. 

Setelah Daradara berjalan selama 1,5 tahun dengan pemasaran melalui bazar dan toko online, Lia ingin mencari celah pasar baru untuk meluaskan penjualan produk Daradara. Wanita yang sempat bekerja di biro iklan ini pun melirik pasar retail yang menurutnya menjanjikan. “Bisa masuk ke department store berarti nama kita  makin dikenal, sekaligus menaikkan pamor,” katanya. Sebagai langkah awal, ia mengirimkan proposal ke Alun-Alun Indonesia. 

Berbeda dengan Ni Ketut Arysanti (35). Desain baju anak Canggu Kids miliknya ditaksir sebuah retailer besar yang membuka cabang di Bali. “Sebagai pengusaha baru, ajakan untuk bergabung dengan sebuah retailer besar tentunya sangat menguntungkan. Tak perlu modal besar untuk menguji penerimaan pasar terhadap produk yang kita buat, karena retailer besar bisa mendatangkan konsumen dengan sangat banyak,” kata wanita yang akrab dipanggil Arys ini. 

Meski akhirnya kerja sama tersebut  tak berjalan lancar, ia mengaku mendapat banyak pelajaran. Terutama, ketika menghadapi penjualan di pasar retail yang naik- turun. Dengan jumlah produksi yang sangat besar, tentunya angka kerugian akan lebih tinggi. Untuk itu, Arys tak mau asal memilih   retailer. “Kita harus tahu apakah segmen pasar dari perusahaan retailer tersebut cocok dengan produk kita. Karena, kalau tidak tepat, yang ada barang kita tidak akan terjual,” jelasnya. 

Pentingnya memilih perusahaan retailer yang tepat diakui pula oleh Lia dan Dinar. Lia misalnya, memilih Alun-Alun Indonesia bukan tanpa alasan. Menurutnya, produk Daradara yang berkreasi dengan keindahan kain lokal, tepat untuk dijual di Alun-Alun yang memiliki konsep sama. “Saya yakin, orang yang datang ke Alun-Alun mencari produk lokal bermutu. Dengan menempatkan barang di sana, saya akan menjangkau target market yang sesuai,” jelasnya. 

Sedangkan Dinar, mengaku  makin selektif setelah sempat gagal menjalin kerja sama dengan sebuah perusahaan retailer besar. Berdasarkan pengamatannya, hal tersebut terjadi karena konsep toko dan produknya jauh berbeda. Ketika akhirnya ia mendekati Mothercare untuk bekerja sama, semata-mata karena Dinar sudah yakin dengan konsep Mothercare yang memang ditujukan untuk anak-anak. 

Hal lain yang menjadi pertimbangan adalah harga yang ditawarkan produknya harus sesuai dengan daya beli target market dari perusahaan retailer tersebut. “Dengan mengetahui kisaran harga produk kita, berarti kita telah membuat image untuk produk tersebut,” kata Dinar, yang sejak tahun 2009 membuat produk kelambu yang didesain khusus untuk Mothercare Indonesia.
0 komentar

Strategi Tepat di Pasar Retail


Menurut Anskarina Christin, GM Marketing METRO Departemen Store, menghadapi pasar bisnis yang semakin kompetitif, perusahaan retail tentunya akan melakukan seleksi ketat untuk produk mereka. Begitu pula dengan METRO, produk yang bergabung dengan mereka tentunya produk yang dapat menjawab kebutuhan para pelanggan. 

METRO menerima sample produk dari vendor yang akan dilihat kelebihan dan keunggulannya. Apabila dinilai cocok dengan segmen dan bisnis, maka produk tersebut akan diproses untuk dilanjutkan ke tahap trial–temporary brand untuk diuji pada market. Meski dinilai sesuai, namun tak berarti vendor bisa langsung bergabung sebagai permanent brand counter. Masih ada hal lain yang dipertimbangkan, seperti komitmen vendor, kesepakatan dalam hal pembayaran, serta kemampuan untuk memiliki strategi pemasaran untuk membantu mempromosikan produk dari brand mereka. 

Kompetisi dalam industri ritel sangatlah ketat. Agar dapat masuk dan bertahan, Anskarina menyebutkan tentang empat hal yang harus dimiliki oleh seorang produsen, yaitu:

1. Selalu menghasilkan produk berkualitas yang sesuai dengan harga yang ditawarkan sehingga konsumen merasakan barang tersebut value for money.
2. Kapasitas produksi yang baik sehingga barang mampu tersedia secara kontinyu.
3. Konsep produk dengan ciri khas tersendiri yang menjadi kelebihan dan membedakannya dengan kompetitor. Sehingga, akan membentuk persepsi pelanggan terhadap produk tersebut.
4. Produsen dituntut untuk selalu inovatif, kreatif & newness, menciptakan sesuatu yang baru mengikuti kebutuhan pasar dan menjadi tren terkini. Dalam industri ritel, semakin sering ada koleksi terbaru, maka akan semakin baik karena industri ini identik dengan impulse buying. Setidaknya setiap 3 bulan sekali koleksi terbaru haruslah tersedia. 

Kiat Sukses Retail!

“Memiliki variasi produk itu penting agar konsumen yang datang ke tempat kita tak hanya tertarik pada satu benda. Selera pasar yang selalu berubah harus disikapi dengan membuat inovasi produk serta penawaran produk baru secara berkala, misalnya tiap sebulan sekali.”  
Dinar Esfandiari Santoso, pemilik Simply Idea

“Mulailah mempelajari sistem administrasi yang ada. Umumnya, tiap retailer memiliki sistem yang berbeda-beda. Jangan mudah tergoda oleh tawaran yang besar. Penting untuk memperhatikan kontrak perjanjian  agar kerja sama  berlangsung lancar. Menjalin komunikasi yang baik akan membawa kita pada penyelesaian masalah yang win-win solution.
Ni Ketut Arysanti, pemilik Canggu Kids

“Menjaga hubungan baik dengan retailer dan para konsumen. Salah satu caranya dengan mendukung kegiatan sale. Lewat sale, kita bisa memanjakan konsumen dan membuat mereka mengenal produk kita. Sedangkan  untuk retailer, kita mendukung program mereka.”  
Dwi Arlina Avriliawati, pemilik Daradara

Friday, March 29, 2013 0 komentar

Maafkan, Aku Telat Menjemputmu



Kekasih,

Maafkan aku,
yang pernah mencampakkan mimpi kita.
Aku tak kuasa
mempertahan Kuncup Bungaku
dipetik tangan perkasa.

Kubiarkan kau
dijadikan hidangan madu penukar derita.
Kupahami saat itu jiwamu
diserahkan sebagai pengganti
pertaruhan nyawa Bunda.

Maafkan aku
yang pernah membuang jarum cintamu
kedalam tumpukan jerami kehidupan.
Kuabai tajamnya sakit merindumu.
Kuenyah  kilau gelora mendambamu.

Maafkan aku,
Yang menyambut jarum cinta lain
menisik hariku,
mengikutinya menenun
kisah hidup tanpa noktahmu

Aduhai,
Kusesali itu,
bertahun  kuhabiskan waktu
untuk menemukanmu.

Hari ini,
kubersyukur kehendak nasib
mempertemukan kita disini.

wahai,
kau bukan lagi Kuncup Bungaku.
Kehidupan telah mentransformasimu
menjadi kembang yang merekah penuh.

Keindahanmu kian mempesona .
Harummu makin memabukkan.
Ah, maafkan aku
yang telah terlambat menjemput
selama 3 windu.

*Foto Koleksi Pribadi*
0 komentar

Alasan Talak Sang Adipati

*Diposting di Kompasiana 4-12-2012

Seorang Adipati (A) memerintahkan kepada Baturnya. (B) “Carikan aku seorang selir ! Ingat ya “Spek”nya harus yang kinyis-kinyis dan perawan.”
Sang Batur pun kemudian keliling wilayah untuk mencari info keberadaan gadis yang sesuai “Spek” yang diminta, sampai akhirnya ia mendengar ada seorang Rara yang semlohei di sebuah Padepokan di negeri Domba
Beberapa hari kemudian Batur mengatur pertemuan antara Adipati, Rara dan keluarganya di  Pondok Dahar untuk membicarakan peminangan Rara sebagai selir Adipati ,yang mana akan dilaksanakan dalam tempo selambat-lambatnya 4 x 24 jam.
Setelah keluarga Sang Rara mengadakan musyawarah dan mengkalkulasikan secara makro untung ruginya persyarikatan ini, mereka pun oke atas tawaran tersebut.

Pada waktu yang disepakati,  diresmikanlah perseliran antara Adipati dan Rara, yang terpaksa dilakukan secara sembunyi-sembunyi dikarenakan  Garwa Adipati belum menandatangi SK persetujuan dipoligami.
Namun, sayang seribu sayang, perseliran ini diakhiri mendadak oleh Sang Adipati . Alasannya “Rara, ternyata engkau tidak perawan lagi” Tulis Adipati singkat yang ditorehkan diatas lembaran kulit kayu Kersen Hitam..

Tidak hanya mutung kepada Rara, Adipatipun murka kepada Baturnya.
“Gila lo ya! Guwa’kan udah bilang. Cariin selir yang kinyis-kinyis dan perawan” Lagak preman Adipati kumat saat sedang murka
“Lah, bukannya si Rara juga udah sesuai spek, Tuan?” Si Batur menyanggah.
“Apaan. Out of Spek. Memang sih dia cakep tapi sudah tidak perawan, tahu!” Sang Adipati semakin murka mengingat malam pertamanya yang tidak seindah impiannya. Padahal ia sudah bayar mahar dan upeti hampir 250 keping emas.
Swear deh, Adipati. Den Rara masih perawan koq. Saya yakin sekali. Karena sebelum mengajukannya sebagai kandidat terkuat, saya sudah trial dia dulu. Dan terbukti dia masih perawan.” Batur keukeuh dengan argumennya.
“Apa kau bilang!!!! Jadi dia sudah kau cicipin dulu?! Mak diamput! “
Dan Baturpun pingsan dengan sukses akibat dikamplengi oleh Adipati.

*Diisnpirasikan dari kisah Bupati Garut*
0 komentar

TERPERANGKAP

Pesonamu bagai jaring laba-laba
Menyebar ke sudut sudut otak dan jiwaku
Aku mati rasa
Aku mati akal

Wahai penawan hati
Hidangkanlah racun cintamu
Agar aku terbebas
Dari gigil demam merindu
#peluklah rinduku
0 komentar

Ayam yang Menjadi Hadiah Import Sapi




Meskipun bukan kisah baru, namun tak urung kembali ku tersentak pilu membaca berita keterlibatanmu
Diusia 19 tahun, ranummu telah kau jajakan,  bahkan dijadikan hadiah untuk memuluskan korupsi.
Rani,apa yang ada di pikirmu?
‘Bekerja’ untuk bayaran 10juta demi sesuatu yang absurd bernama gengsi
upaya inikah yang kamu lakukan untuk membeli gadget baru, sepatu baru, tas baru,atau untuk biaya kongkow di restoran mewah?
Rani, apa yang kamu rasakan?
“Ayam kampus” itulah titelmu , yang kini telah disebar seluruh media.
Ketika berita ini terbaca oleh orang tua, saudara, keluarga dan (mungkin) pacarmu. Malu’kah?
Atau mereka justru merestui ‘pekerjaan sambilanmu‘ ini karena merekapun ikut menikmati hasil kerja kerasmu?.
Owh!!
Rani,siapakah dirimu?
apakah kau PSK yang berkedok mahasiswi?
Oya, kudengar honor 10 jutamu ikut disita KPK. Maaf, aku tidak bisa ikut prihatin mengenai hal itu.
Ya, aku tahu, kau tidak mendapatkan melalui korupsi namun dengan ‘bekerja’. Bagaimanapun uang itu merupakan bagian dari hasil korupsi ‘pelangganmu”.
Sayangnya, bibit penyakit kelamin dan -yang lebih mengerikan lagi- dosa-dosa zinamu tidak bisa ikut di”sita” .Harus kau rasa dan pertanggung jawabkan kelak
===========================================
Lyric “Perhatikan Rani “
Sheila On7

Beranjak dewasa kakakku Rani tercinta
Sudah saatnya belajar berpijar
Tinggalkan Jakarta demi masa depan cipta
Sudah waktunya kau mulai terjaga
Beranjak melentik kakakku Rani yang cantik
Jadikan masa depanmu menari
Ingat s’lalu pesan kedua orang tuamu
Jalani dengan hatimu yang tulus
Reff:
Dan jangan takut, jangan layu
Pada semua cobaan yang menerpamu, jangan layu
Kami selalu bersamamu dalam derap
Dalam lelap mimpi indah bersamamu
Padamkan sekejap warna-warni duniamu
Saat kau mulai kehilangan arah
Nyalakan sekejap warna-warni duniamu
Saat berjalanmu kembali tegap
Mungkin semua ini ‘kan cepat berakhir
Semoga semua ini adalah
Persinggahan sementara mimpimu
0 komentar

Hatta Rajasa Mendidik Anak Menjadi Pengecut

Posting di Kompasiana 5 Feb 2013

Siang ini saya menonton sebuah acara berita di salah satu stasiun TV yang menayangkan berita yang intinya : “Rasyid Rajasa hanya dikenai wajib lapor dan terpaksa harus menjalani pengobatan ke luar negeri “.
Sebegitu parahkah sakit kejiwaan Rasyid Rajasa sehingga seluruh dokter kejiwaan di Indonesia tidak ada yang sanggup mengobatinya???

Kita flashback sebentar ke kejadian beberapa waktu lalu ketika Syaiful Jamil mengalami kecelakaan tunggal sehingga istrinya meninggal dan ia dinyatakan sebagai tersangka lalu dijatuhi hukuman kurungan 5 bulan dan 10 bulan masa percobaan.

Begitupun Ninik Setyowati,  mengalami kecelakaan pada Agustus lalu dan kini menjadi lumpuh karena kakinya terlindas truk yang menyerempet sepeda motor yang ia kendarai. Sedangkan anaknya yg ia bonceng meninggal seketika ditempat kejadian. 3 Bulan kemudian ia dinyatakan BERSALAH dan menjadi TERSANGKA dengan pasal kelalaian yang menyebabkan seseorang meninggal.
Lalu ada Kasus Afriyani dan Novi Amalia (meskipun tanpa korban jiwa) yang langsung masuk tahanan selama proses penyidikan dan penyelidikan.

Untuk kasus Rasyid Rajasa ini sejak awal masyarakat sudah melihat adanya perlakuan yang beda. Dihari-hari pertama kecelakaan bahkan wartawanpun susah mencari informasi identitas pelaku penabrak,lalu Rasyid “menghilang” dalam perawatan Super VVIP sebuah Rumah Sakit. Rasyid tidak langsung ditahan dengan alasan mengalami trauma psikis dan Post Traumatic Stress Disorder. Padahal penyakit tersebut bisa menjangkiti siapa saja yang pernah mengalami kejadian traumatik, termasuk juga Afriyani dan Novi terlebih Ibu Ninik.

Tetapi mengapa hanya Rasyid yang bisa  bebas melenggang “berobat keluar negeri”?
Dengan banyaknya kasus heboh belakangan ini,apakah Bapak Hatta Rajasa sebagai orang tua Rasyid -dengan kekuasaan dan pengaruh yang dimilikinya - berharap suatu saat masyarakat Indonesia melupakan kasus ini
Lalu anak bungsu kesayangannya bisa tetap terbebaskan dari tanggung jawab hukum?
Sadarkah Bapak Hatta Rajasa yang terhormat, anda sedang mendidik ANAK LELAKI anda menjadi seorang pengecut?
2 komentar

Pengalaman Mengandung Janin Kembar






Mengandung janin kembar berjenis kelamin perempuan ternyata memang lebih berat dibanding ketika mengandung janin tunggal  perempuan. Masih teringat dengan jelas suatu sore di bis dalam perjalanan pulang kerja saya merasa mual dan pusing. Semakin lama rasa pusing dan mual semakin tidak tertahankan, maka saya memutuskan turun dari bus , dan muntah-muntah di trotoar. Setelah muntah bukannya merasa lebih nyaman, pandangan mulai berkunang-kunang, tubuh makin lemas.

Sayapun panik. Sopir bis menurunkan saya di sekitar Jalan Sudirman  sedangkan rumah di Rawamangun. Masih sangat jauh. Kalau sampai jatuh pingsan siapa yang akan mengantar pulang?. Saya menghentikan taksi dan meminta supirnya mengantar  kerumah sakit. Rumah sakit mana saja yang tercepat dicapai.
Sopir taksi mengantarkan saya ke UGD RS. PELNI Petamburan. Entah siapa yang mengabari tidak sampai satu jam suami sudah tiba di rumah sakit tersebut .
Dari hasil pemeriksaan darah, urin dan USG dokter mengabarkan “Selamat. Ibu hamil 6 minggu dan janinnya kembar”
WHAT!!!
Sepanjang pengetahuan saya dan suami tidak ada keluarga kami yang memiliki anak kembar. Kamipun memaksa dokter untuk USG ulang. Dan –apa boleh buat , hehe- kembali terlihat ada 2 kantung bayi yang masing-masing diisi sebuah titik. Alhamdulillah. Kami hanya menanti 4 bulan sejak tanggal pernikahan dan langsung dianugerahi karunia yang luar biasa ini.

Seperti yang saya tulis diawal, mengandung janin kembar adalah tidak mudah. Benar-benar menguras tenaga dan kesabaran. Betapa morning sickness tidak hanya dirasakan pada trimester awal , melainkan sepanjang kehamilan. Mual-muntah bukan hanya dipagi hari, saya sering terbangun mendadak di malam hari untuk menguras isi perut. Berkali-kali. Tidak ada makanan yang bisa bertahan didalam perut lebih dari satu jam. Tubuhpun menjadi kurus sementara perut semakin membesar. Karena tidak mempunyai cadangan energi yang cukup saya kesulitan melakukan aktifitas yang biasa saya kerjakan sebelum hamil. Bahkan saya tidak kuat berdiri lebih dari 10 menit tanpa jatuh pingsan. Akibatnya selama hamil saya beberapa kali dirawat di rumah sakit karena kekurangan gizi dan cairan.

Kondisi tersebut membaik pada bulan ke lima. Makanan didalam perut mulai bisa bertahan beberapa jam. Sayapun “balas dendam”. Memakan segala jenis makanan, bahkan beberapa jenis sayur dan ikan yang tadinya tidak saya sukai. Ketika makanan tersebut dimuntahkan , saya segera makan lagi. Sehari bisa 5-6x makan belum lagi ngemil es krim minimal 1 liter sehari. Berat badan sayapun melambung. Menjadi 65 kg dari semula 45 kg.

Karena badan menjadi gendut, saya mudah kegerahan. Tidur malam susah nyenyak. Sayapun memilih tidur dilantai tanpa alas dibanding tidur diatas kasur. Selain itu indera penciuman menjadi luar biasa sensitif. Segala macam bebauan tidak ada yang pas dengan penciuman saya. Aroma parfum bikin pusing, Asap nasi bikin mual. Keset basah bikin pening. Bahkan parfum suami saya buang ke tempat sampah, padahal saya yang membelikannya sebelum hamil.

Selain sensitif terhadap bebauan, saya juga sensitif terhadap kehadiran makhluk lain. Sensitifitas ini yang bikin saya senewen. Misalnya saat sedang menunggu bis di halte saya mendengar anak kecil menangis keras, padahal tak ada seorang bocahpun di halte tersebut. Atau saat sedang berjalan di trotoar dekat rumah untuk membeli panganan ke warung, tiba-tiba jilbab saya di tarik sesuatu hingga saya nyaris terjatuh, padahal jilbab saya tidak tersangkut benda apapun. Dan masih ada beberapa kejadian sejenis.

Sebelum kehamilan memasuki bulan ke delapan, hari Senin 12 Agustus 2002, ketika bersiap berangkat ke kantor, ketuban saya pecah. Dan hari Selasa 13 Agustus 2002 kedua bayi kembar kami di lahirkan melalui operasi caesar. Beratnya masing-masing 1700 gram untuk si Kakak dan 2000gram untuk si Adik. Alhamdulillah, seluruh fungsi vital mereka normal meskipun berat badan lahir rendah sehingga kedua bayi mungil tersebut harus di rawat di inkubator 2 minggu lebih lama dibanding  pemulihan pasca operasi saya yang hanya memerlukan perawatan satu minggu ,hingga dokter merasa berat badan mereka cukup ideal untuk mulai mengarungi kehidupan di dunia luar dalam bimbingan dan kasih sayang kami.

0 komentar

Halo! Saya Mau ke Tanah Suci,Nih...


Bagi umat Islam yang mampu secara finansial dan sehat lahir bathin, beribadah haji merupakan salah satu kewajiban yang harus ditunaikan sebagai syarat lengkapnya Rukun Islam yang kelima. Sehingga tidak heran berangkat ke tanah suci Makkah untuk berhaji (dan/atau umrah) sudah pasti menjadi impian setiap muslim dan muslimah. Sayangnya, bagi kita yang bermukim sangat jauh dari Arab Saudi untuk melaksanakan ibadah ini memerlukan perjuangan (saya tidak mau mengatakan sebagai pengorbanan) yang tidak sedikit baik dari segi biaya , waktu dan ketahanan fisik.

Disamping itu, di beberapa daerah menyandang gelar Haji atau Hajjah menjadi sebuah gengsi tersendiri. Sehingga tidak heran maka di depan nama mereka akan diimbuhi tambahan “H.” atau “Hj” sepulang mereka dari berhaji. Kebanggaan tersebut juga dirasakan teman seperjalanan saya, Hajjah X. “Saya sudah pernah haji tahun 2000 lalu, umroh juga sudah 2 kali. Alhamdulillah hari ini diberi kesempatan mengulang” Katanya dengan mata berbinar-binar .  “Wah,Dik.  Waktu acara walimatul safar dirumah saya rame yang datang. Pak Bupati juga datang” Katanya melanjutkan. Saya hanya mengangguk-angguk.

Tiba-tiba ponsel Bu Hajjah berbunyi. ” Iya… Iya..saya sudah di bandara. Lagi nunggu naik pesawat. Loh, saya’kan mau ke Tanah Suci. Kemarin diundang gak dateng sih, jadinya ngga tau..”
Tidak sampai 5 menit pembicaraan tersebut ia sudahi, ponselnya berbunyi lagi “Eh, Ibu, Iya tadi saya telepon tapi tidak diangkat. Ini, saya mau kabari, saya mau ke Tanah Suci.  Iya,Alhamdulillah. bisa berangkat lagi. bla..bla..bla..”  Sepanjang menunggu panggilan boarding nyaris ia tidak berhenti menerima telepon atau menelpon. Saya yang duduk dihadapannya jelas bisa mendengarkan dengan jelas apa yang ia katakan kepada lawan bicaranya. Intinya, ia berpamitan karena akan berangkat ke Tanah suci.
Sampailah saat panggilan masuk ke pesawat. Sebelumnya petugas penerbangan melalui pengeras suara berpesan agar seluruh perangkat elektronik termasuk ponsel dimatikan. Ditambah  personel yang mendekati kami satu persatu secara acak meminta kami mematikan ponsel.

Ketika sebagian penumpang masih sibuk mencari kursi dan mengatur bagasi “hand-carry”nya, tiba-tiba dari kursi dibelakang saya terdengar suara seseorang menelpon,cukup keras . “Haloo..haloo..adik…saya sudah di pesawat. Do’akan sampai di Tanah Suci dengan selamat ya”
Lalu, “Haloo..Ibu Min, saya pamit ya. Mau ke Tanah Suci. Iya..iya..bla..bla..bla..”
kemudian, “Assalamu’alaikum, Tante, ini saya sudah di pesawat. Iya mau ke Tanah Suci. Do’akan ya..”. 
Sampai akhirnya seorang pramugari datang memintanya mematikan ponsel karena pesawat sudah siap-siap berangkat.
0 komentar

Nama Anda 'Ngetop di Masjidil Haram?


Di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi ada beberapa nama yang hampir setiap saat disebut-sebut.
Untuk Lelaki adalah : Ahmad, Muhammad, Abdullah dan Thoriq
Sedangkan untuk Perempuan adalah : Siti Rahmah.Semua jama’ah Haji dan Umrah yang perempuan di panggil dengan Siti Rahmah.
“Ya Hajjah..Siti Rahmah ..Kum..kum..” Kata para askari jika meminta jamaah perempuan bangun dari tempat duduk saat akan di bersihkan

Untuk jamaah Haji/Umrah lelaki masih punya variasi panggilan yaitu :Ahmad, Muhammad atau Abdullah.
“Ya Ahmad, moya zamzam….moya zamzam..” kata seorang jamaah perempuan ketika meminta bantuan seorang jamaah lelaki mengambilkan air zamzam.
Sedangkan panggilan “Ya Hajji..Thoriq..Thoriq..diucapkan ketika para Askar minta “numpang lewat” sambil mendorong-dorong trolley berisi tong-tong air zamzam.

Jadi bagi yang punya nama Siti Rahmah, Ahmad, Muhammad dan Thariq anda boleh berbangga. Karena anda Ngetop sekali disana.
5 komentar

Omong Kosong Dengan Pusat Pelangsingan




Gencarnya iklan di media massa yang menggambarkan perempuan cantik itu harus langsing, berkulit mulus dan tampil kinclong menjadikan bisnis kecantikan kulit dan perawatan tubuh merupakan bisnis yang “tidak ada matinya”. Berbagai macam program paket pelangsingan atau paket perawatan tubuh di tawarkan dan seringkali harganyapun tidak murah. 

Sebagai Ibu Rumah Tangga yang lebih banyak berdiam di rumah, dengan dibantu 2 orang asisten, kegiatan saya tidak lagi padat dan melelahkan ketika anak-anak mulai masuk usia sekolah. Untuk mengisi waktu luang saya membaca buku, mencoba resep masakan atau menonton film bareng suami, jika ia sedang punya waktu luang. Selain itu,tanpa disadari ternyata ada satu kegiatan selalu saya lakukan saat waktu luang tersebut. Ngemil.
Kalori yang masuk berlebih sedangkan aktifitas yang irit energi menyebabkan lama kelamaan tubuh saya makin melebar kesamping dan kedepan. Perut buncit mirip sedang hamil, pinggangpun cenderung membulat keluar.
”Kamu makin gendut sekarang. Masa tiap bulan mesti beli baju baru karena yang lama tidak lagi muat” Suami mulai protes.
”Ah, baru nambah 7 kilo. Maklum aja udah emak-emak” saya coba ‘ngeles

Tapi ketika semakin lama saya merasa makin cepat lelah, jalan kaki sedikit jauh napas langsung ngos-ngosan, mudah berkeringat, dan sedihnya sebagai Ibu-ibu narsis saya makin susah tampil oke saat foto-foto dengan teman-teman. sadarlah saya bahwa ternyata timbangan sudah menunjukkan angka jauh diatas berat badan ideal.
”Diet.” Kata seorang teman.
“Minum obat herbal merek X, cepet turun deh. “Saran teman lain.
”Makanya olahraga. Lari pagi. “ omel Ibu saya yang kebetulan berkunjung dan kaget saat melihat anaknya sebesar beruang madu. 

Saran yang diberikan mereka tidak ada yang cocok buat saya. Seumur-umur saya belum pernah diet. Olahraga hanya sampai jaman SMA dulu. Minum herbal takut berpengaruh ke ginjal.   
Suatu hari saat membaca sebuah majalah wanita, saya tertarik dengan iklan pusat pelangsingan yang dibintangi Krisdayanti (saat itu ia baru melahirkan anak keduanya). “Pa, Mama coba tanya kesini ya?” Rayu saya ke suami sambil menunjukkan iklan tersebut. Suami saya mengangguk setuju.
“Tapi Pa, harga paketnya segini “ Saya tunjukkan brosur yang diberikan petugas Pusat Pelangsingan tersebut.
“Wih, ini sih bisa buat beli motor baru.” Suami saya tampak kaget. “ Tapi asal bisa langsing kayak ini, boleh juga.” Lanjutnya sambil menunjuk sang bintang iklan.
Glek!

Dan dimulailah program pelangsingan tersebut. Paket terdiri dari 3 jenis perawatan salah satunya pembalutan dengan semacam plastic wrap yang super dingin, Sebulan setelah perawatan berat badan saya memang turun beberapa kilo.
"Hhhmmm…mulai ada bentuknya.” Puji suami saya.
Bulan kedua berat badan makin banyak yang turun. Bulan ketiga saya makin tampil percaya diri memakai baju-baju dengan ukuran “M”.

Tapi, koq sekarang saya jadi jadi sering pusing. Badanpun mudah lemas. Sakit maag yang bertahun-tahun tidak pernah muncul sekarang jadi kambuh.
“Periksa ke dokter yuk.” Ajak suami saya setelah melihat saya seminggu itu lebih banyak berbaring.
Sepulang dari memeriksakan diri ke dokter , dengan membawa surat keterangan darinya, saya mendatangi Pusat Pelangsingan tersebut dan menemui konsultan perawatannya.
“Mbak, saya stop deh dari program nya. “ Kata saya
“Kenapa Bu ? Ibu mengalami penurunan berat badan yang cukup bagus koq. Selain itu perawatan yang belum dilakukan masih ada beberapa ? “ Sang Konsultan menunjukkan kartu kontrol perawatan saya.
“Iya sih Mbak. Sekarang body saya kelihatan lumayan ada bentuknya. Tapi bagaimana lagi, terpaksa saya berhenti perawatan karena saya hamil. “
Kehamilan tersebut berarti kehamilan anak ketiga saya, lalu segera disusul kehamilan anak ke empat. 

Sekarang, hampir 4 tahun sejak saya memutuskan mengambil Paket Pelangsingan seharga sebuah sepeda motor itu, Alhamdulillah, saya masih dikaruniai tubuh yang sempurna, walau mungkin dengan berat tubuh mendekati bobot panda.
Masih mau ikut Program pelangsingan? Pikir-pikir lagi deh, buktinya saya bukannya langsing malah dapet tambahan 2 anak..

 
;