Apakah dengan masuk ke perusahaan retailer yang tepat,
maka produk kita akan otomatis laku keras dan mampu bertahan? Tentu saja
tidak. Dibutuhkan strategi lain yang mendukung majunya
penjualan. Salah satunya, kemampuan untuk menata produk dengan menarik. Display yang bagus mampu menarik perhatian pengunjung department store untuk melirik produk kita yang berada di antara produk-produk sejenis. Dan jangan segan mewujudkan display yang sejalan dengan tema toko.
Dalam menyambut perayaan tertentu (Occasional)biasanya,
buyer akan memberitahukan temanya, lalu usahakanlah mewujudkannya.
Misalnya pada produk Bedding, Buyer menginginkan dibuatkan sebuah kamar mungil. Berarti, mulai dari tempat tidur
anak hingga drawer dipersiapkan. Lalu dihias dengan bedding
dan lampu meja yang serasi sehingga tercipta suasana kamar yang
cantik.. Namun untuk hari biasa, cukup letakkan keranjang
kecil berisi produk mungil, seperti handuk kecil yang harganya relatif
murah, di bagian depan counter-nya untuk menarik minat konsumen.
Selain
itu, pengusaha juga harus mengerti keinginan pasar yang terus berubah.
Tak ada salahnya membuat kreasi lain di luar produksi kita yang utama.
Misalnya, ketika diminta membuat produk baru menyambut
Ramadan dan Idul Fitri.
Untuk eksklusivitas, yang umumnya diminta oleh
pihak perusahaan retail besar, buatlah model yang berbeda dan hanya
bisa didapatkan di department store yang bersangkutan. Jangan ragu untuk sering melakukan survey terhadap trend terbaru , hal ini tentunya memberikan nilai tambah karena kita menjadi lebih paham tentang produk apa yang layak kita keluarkan untuk musim berikutnya.
Meletakkan produknya di sebuah retailer besar
bukan berarti akan langsung mendapatkan keuntungan berlipat ganda.
Produk itu hanya dipajang. Kita butuh orang untuk menawarkannya. Itulah
mengapa SPG (sales promotion girl) menjadi ujung tombak dalam berjualan.
Karena
tak semua retailer besar menyediakan SPG, tak jarang para pemilik
produk harus mencarinya sendiri. Tentu SPG yang dipilih harus sesuai dengan kriteria dari retailer tempatnya bekerja
sama. SPG juga harus menginformasi tentang stok barang yang
habis. Dan mereka juga harus dibekali pengetahuan tentang produk..
Bagaimana dengan produk di department store yang
belum terjual? Ada berbaga cara yang
berbeda-beda untuk mengatasinya.Salah satunya tarik kembali produk tersebut, lalu jual lewat online dengan potongan harga. Atau dengan menggelar big sale di showroom masing-masing.
0 komentar:
Post a Comment