Wednesday, January 10, 2024 0 komentar

Kasus Jeffrey Epstein

Gara-gara di grup  Facebook Emak-emak dibahas tentang isi perilaku sex nyeleneh pada bebetapa  petinggi sebuah negara, aku jadi pingin posting ini dari info yang aku punya

Dalam beberapa hari terakhir, ratusan dokumen dari kasus yang terhubung dengan Jeffrey Epstein telah diungkap dan dirilis untuk pertama kalinya. Dokumen-dokumen tersebut mencakup lebih dari 4.500 halaman dan memuat nama-nama serta informasi dari puluhan orang yang sebelumnya di-redaksi, termasuk beberapa korban Epstein, tokoh bisnis terkemuka, politisi, dan lainnya.

Dokumen ini berasal dari tuntutan pencemaran nama baik tahun 2015 yang diajukan oleh Virginia Roberts Giuffre terhadap mantan pacar Epstein, Ghislaine Maxwell, yang menuduh Epstein melakukan pelecehan seksual terhadapnya ketika ia masih di bawah umur dengan bantuan Maxwell.

Meskipun Trump dan Clinton tidak secara langsung dituduh melakukan kesalahan dalam dokumen tersebut, namun mereka muncul dalam pengungkapan pengadilan dan keterangan beberapa orang yang bekerja untuk Epstein. Giuffre menyatakan bahwa ia tidak melihat langsung atau menyaksikan Trump terlibat dalam tindakan tersebut, sementara mengenai Clinton, ia menyebut bahwa Clinton tahu mengenai pelecehan seksual terhadap anak-anak di pulau milik Epstein.

Dokumen tersebut juga mencakup taktik Epstein dalam memperoleh korban, termasuk pengungkapan polisi yang menyelidiki Epstein selama bertahun-tahun. Salah satu detektif melukiskan proses yang digunakan Epstein dan Maxwell untuk mencari dan merekrut gadis-gadis yang rentan untuk melakukan pijatan yang kemudian berubah menjadi tindakan seksual.

Sejumlah tokoh terkemuka yang terungkap dalam dokumen sudah dikenal memiliki hubungan dengan Epstein, termasuk mantan presiden Bill Clinton dan Donald Trump, Pangeran Andrew Britania Raya, mantan Gubernur New Mexico Bill Richardson, pencari model Prancis Jean-Luc Brunel, dan Leslie Wexner, pendiri Victoria's Secret. Semua dari mereka telah membantah melakukan kesalahan terkait dengan Epstein.

Namun, dokumen yang diungkapkan juga mencatat beberapa ketidakjelasan. Tidak ada daftar lengkap nama tanpa redaksi, dan meskipun banyak dokumen yang diungkapkan secara penuh, masih ada hal-hal yang tidak diketahui terkait kasus tersebut.

Sejumlah taktik Epstein yang diungkap dalam dokumen termasuk klaim tentang kehadiran tiga anak perempuan berusia 12 tahun yang dikirim kepadanya sebagai hadiah ulang tahun, yang kemudian diarahkan untuk disiksa seksual. Seorang perekrut Epstein menolak menjawab pertanyaan terkait insiden tersebut.

Dokumen ini juga memuat laporan polisi dari penyelidikan Epstein oleh polisi setempat di Palm Beach, yang menggambarkan pola metode Epstein dalam merekrut gadis-gadis rentan untuk disiksa. Keterangan dari korban-korban tersebut mencerminkan pola pijatan yang kemudian berubah menjadi tindakan seksual.

Kasus ini berasal dari tuntutan perdata pencemaran nama baik tahun 2015 yang diajukan oleh Virginia Roberts Giuffre terhadap mantan pacar Epstein, Ghislaine Maxwell. Giuffre dan Maxwell menyelesaikan tuntutan tersebut pada tahun 2017, dan sebagian besar dokumen pengadilan diungkapkan pada tahun 2019, satu hari sebelum Epstein meninggal karena bunuh diri di penjara. Maxwell sendiri dinyatakan bersalah atas perdagangan seks pada tahun 2021 dan dihukum 20 tahun penjara.
0 komentar

Which of the two, made The Dark Knight a great movie?

The presence of the Joker significantly contributed to making "The Dark Knight" a great movie. His enigmatic and nihilistic behavior made him an unforgettable and iconic antagonist, adding complexity and tremendous intensity to the film. The Joker's magnetic allure can be attributed to his multidimensional intelligence, devoid of conscience.
His exceptional ability to influence and the rationality in his speeches garnered unwavering loyalty from his followers. Exploiting Batman's shortcomings, the Joker cleverly crafted a narrative, portraying Batman as a presumptuous vigilante responsible for the chaos in Gotham City.

The Joker's brilliance extended beyond his intellect; he possessed a clear vision—to disrupt Batman's life. Unlike other villains, the Joker didn't pretend friendship with Batman for ulterior motives. He remained the antithesis of Batman, consistently staying a few steps ahead, making it challenging for Batman to thwart his plans.

In contrast, Sengkuni, unlike the Joker, displayed ambivalence and contradictory actions in his pursuit of ambition. Employing diplomatic and deceptive strategies, Sengkuni pretended allegiance to the Pandavas while secretly serving the Kauravas. His manipulative role in the dice game between Yudhishthira and Duryodhana showcased his cunning nature.

Sengkuni facilitated the rigged dice game, ensuring Yudhishthira's loss, leading to the Pandavas' exile and the fall of Hastinapura to the Kauravas. Sengkuni's ambition to become the kingdom's chief came at a high cost, enduring physical disfigurement as a consequence of Gandamana's retaliation. His calculated risks and comfort with enduring consequences highlighted his determination to achieve the position of chief in the kingdom.
0 komentar

Lucinta Luna Tobat. Koq bisa?

Mau ngga mau aku harus mengakui bahwa aku sering dengan suka rela updating sepak terjang Lucinta Luna.  Jujur pula, terkadang aku misuh-misuh dalam hati terhadap perilaku absurd-nya. Cuma dalam hati. Ngga pernah tega untuk menjulid di kolom komentar.

Di luar keputusannya untuk melakukan hal yang aneh-aneh, aku harus mengangkat topi pada ketabahan hati dan kekuatan mentalnya. 

Kalau ribuan cacian di medsos bisa diabaikan dengan tidak membacanya. Tetapi kalau ledekan-bahkan hinaan yang diucapkan langsung di hadapannya, mau ngga mau masuk ke panca indra lelaki itu. Telinganya mendengar, otaknya memproses ucapan yang didengar, hormon-hormon pertahanan diri pasti otomatis meruah mengaduk-aduk emosi dan perasaan. Kalau bukan Lucinta Luna, pasti akan berujung pertengkaran bahkan baku pukul.

Kekuatan mental seperti itu hanya dimiliki oleh orang yang punya hati luas menampung bergudang-gudang stok maaf. Hati yang mudah memaafkan bisa jadi sebagai mekanisme pertahanan dirinya. Alih-alih mudah gelut. Neuroplastisitasnya jempolan.👍

Semalam aku nonton podcast Denny Sumargo dengan Lucinta Luna. Di situ dia mengaku berproses menuju tobat. 

Apapun alasan LL untuk (nanti) tobat sebagai transgender adalah fitrah manusia. Tanpa dihujat sekalipun, selalu ada kegelisah-kegelisahan dari dalam diri sendiri jika melakukan hal-hal yang tidak normatif.
Hidup seorang koruptor, seorang pembunuh, seorang pemerkosa, atau peselingkuh, tidak akan tenang. Walau tidak ada orang yang tahu tetapi hati nuraninya tahu. Hati nurani adalah segala hal tentang kebaikan ilahiyah di dalam memori paling dasar seorang manusia.

Upaya Lucinta Luna untuk menuju tobat sebagai transgender adalah langkah besar yang seharusnya mendapat dukungan. Ini mencerminkan keinginan untuk hidup sesuai dengan nilai-nilai yang diyakininya, dan kita seharusnya memberikan ruang bagi setiap orang untuk mengejar kebahagiaan mereka tanpa takut dicemooh.

Setiap individu memiliki perjalanan hidupnya sendiri, dan kesalahan yang dibuat di masa lalu tidak selalu mencerminkan siapa mereka saat ini. Memberikan kesempatan untuk berubah adalah tindakan manusiawi yang patut diapresiasi.
Tuesday, January 9, 2024 0 komentar

Which of the two, made The Dark Knight a great movie?

Pendapat saya, jika tanpa Joker, Batman tidak akan menjadi superhero.

Perilaku Joker yang enigmatis dan nihilistik menjadikannya antagonis yang tak terlupakan dan ikonik. Dia memberikan dimensi kompleks dan intensitas yang luar biasa pada film "The Dark Knight.

Mengapa seorang Joker bisa menjadi magnet?
Karena Joker punya segala dimensi kecerdasan kecuali hati nurani.

Dia sangat pandai mempengaruhi sehingga pengikutnya sangat setia. Pidato-pidato Joker terasa sangat masuk akal. Apalagi didukung segala macam data atas ketidakbecusan Batman menjadi warga dan konglomerat yang baik di Gotham City. Joker malah membuat hoax seolah segala kekacauan diakibatkan oleh Batman yang sok jago.

Villain itu sangat pandai mencintai sehingga Poison Ivy selalu tergila-gila dan rela berkorban apa saja. Termasuk membantu Joker melakukan kejahatan.

Dia sangat cerdas sehingga selalu beberapa langkah di depan Batman. Batman seringkali terengah-engah untuk menghalangi langkah Joker.

Dia punya visi yang sangat jelas: yaitu mengacaukan hidup Batman. Joker sebetulnya banyak memiliki kesempatan untuk membunuh Batman. Tetapi tidak dia lakukan karena bukan itu visinya.

Tetapi, sejak awal Joker secara jelas menentukan posisinya: menjadi antitesis Batman. Joker tidak pernah berpura-pura berteman dengan Batman demi mencapai ambisi, lalu menginjak kepala Batman untuk mencapai posisi lebih tinggi.

Cara Joker berbeda dengan Sengkuni.

Sengkuni itu ambivalen. Tindakannya sering bertentangan. Pagi kedele sore tempe. Demi ambisinya menjadi patih di Hastinapura, dia melakukan berbagai upaya konspirasi licik. Diantaranya berpura-pura memihak Pandawa melawan musuh abadi mereka, Kurawa. 
Sengkuni menggunakan kepandaiannya dalam diplomasi dan berbicara untuk mendapatkan kepercayaan Pandawa sementara sebenarnya ia tetap setia pada Kurawa dan terus merancang rencana menjatuhkan Pandawa.

Sengkuni memfasilitasi permainan dadu Yudhishthira melawan Duryodhana. Sejak awal, Sengkuni sudah yakin bahwa skill Yudhistira (sebagai perwakilan Pandawa) bermain dadu tidak sejago Duryodhana (salah satu bala Kurawa). Namun untuk meyakinkan kubu Pandawa, Sengkuni justru membisikkan terus-menerus bahwa sudah saatnya Pandawa menaklukkan Kurawa. Dia yang memberi ide taruhan adalah Hastinapura.

"A big fish eat a big bite" katanya. Kemenangan besar membutuhkan pengorbanan besar. 

Sengkuni yang menjadi juri dan wasit permainan dadu itu, secara manipulatif memantrai dadu menjadi aksha yang bisa diretas sehingga dapat dikendalikan hasilnya.

Sebagai akibat kekalahan dalam taruhan, Yudhistira dan seluruh Pandawa diasingkan selama 13 tahun. Hastinapura pun jatuh ke tangan Kurawa. Sengkuni naik menjadi patih kerajaan menggantikan Arya Gandamana.     

Untuk tujuannya itu, Sengkuni rela membayar mahal. Seluruh raganya rusak akibat digebuki Gandamana yang tahu akal bulus Sengkuni. Ia yang semula gagah dan tampan menjadi penuh bopeng. Ini risiko yang telah diperhitungkan dan ia nyaman menanggungnya selama hayat dikandung badan. Demi mencapai ambisi menjadi patih di kerajaan gemah ripah loh jinawi itu.
 
;