6.
Proses Produksi
Tidak
semua bisnis yang sukses adalah bisnis yang melibatkan proses produksi. Bahkan
tidak sedikit yang sama sekali tidk melalukan proses produksi. Terutama pada
bisnis yang fokus pada pemasaran barang dan bisnis jasa.
Namun
pada umumnya ketika kita membicarakan usaha kecil maka persepsi sebagian
masyarakat adalah produsen skala kecil. Misalnya usaha makanan dan kerajinan.
Program pemerintah dalam membina UKM pun kebanyakan adalah pembinaan UKM yang
memiliki kegiatan produksi.
Sesungguhnya
persepsi ini keliru karena untuk menjadi pengusaha tidak harus menjadi
produsen. Di Era Industri pengusaha yang sukses adalah pengusaha yang memiliki
sektor industri. Namun di era informasi seperti sekarang ini pengusaha sukses
adalah pengusaha yang menguasai informasi pasar, informasi perkembangan
tren terbaru dan berbagai informasi lain mengenai dunia bisnis yang digelutinya.
Persepsi bahwa usaha harus mempunyai unit produksi inilah yang menyebabkan
anggapan setiap membangun usaha baru harus memiliki modal uang yang besar.
Artikel
ini tidak menyinggung tentang bagaimana cara memproduksi sebuah barang namun
lebih fokus bagaimana cara mengelola unit produksi supaya terjaga kualitas
barang yang dihasilkan.
Di
era persaingan yang ketat sekarang ini, kegiatan produksi adalah kegiatan yang
bersifat reaktif . Berbeda dengan Pemasaran dimana kegiatannya bersifat
proaktif, karena dalam kondisi usaha bagaimanapun pemasaran harus selalu
dilakukan. Lakukanlah proses produksi ketika anda sudah menguasai pasar tempat
menyalurkan barang hasil produksi anda.
Sangat
tidak disarankan anda melakukan proses sebaliknya. Berproduksi dulu baru
kemudian mencari pasar bagi produk anda. Jika produk anda bersifat spesifik
maka anda bisa memulai produksi dalam skala yang kecil, terbatas hanya untuk
membuat contoh produk.
A. Bahan
Baku yang Baik.
Sebagai
pelaku usaha pemula tentu anda belum dikenal oleh pasar, untuk itu anda perlu
membangun kepercayaan bahwa produk yang anda hasilkan dapat memberikan manfaat
yang sebesar-besarnya bagi pelanggan, dengan harga yang wajar.
Produk
yang berkualitas tentu berasal dari bahan baku yang
berkualitas. Maka sangat disarankan sebelum proses produksi dimulai anda harus
mencari beberapa pemasok bahan baku agar
anda bisa membandingkan pemasok mana yang bisa mensuplai bahan baku dengan
kualitas terbaik dengan harga yang paling wajar. Lebih baik lagi jika dapat
memberikan tenggat waktu pembayaran. Selain itu dengan memiliki beberapa
pemasok yang berbeda, anda tidak akan tergantung hanya pada satu pemasok saja
jika ada masalah keterbatasan ketersediaan bahan baku .
B. Proses
Produksi Yang Terstandar.
Dengan
bahan baku yang
anda miliki tentu anda tidak menginginkan terjadinya kegagalan selama proses
produksi berlangsung. Untuk itu anda wajib memiliki standar pengerjaan sehingga
hasil produksi hari ini tidak akan berbeda dengan hasil produksi esok hari.
Misalnya
pada usaha pembuatan kue kering, anda perlu menstandarkan berapa gram tepung
yang digunakan, berapa lama telur dikocok atau berapa suhu oven pemanggangan
dan sebagainya.
Proses
produksi yang jelas dan terukur akan memudahkan jika suatu saat anda
mendelegasikan tugas unit ini kepada karyawan anda.
Manfaat
lain standarisasi adalah untuk menghindari komplain dari pelanggan akibat
kualitas produk yang mereka pesan berbeda dengan contoh yang pernah diajukan
pada saat penawarkan produk.
C. Pengemasan
Kemasan
adalah image produk dan perusahaan anda. Untuk itu pemilihan kemasan
biasanya bukan hanya melibatkan unit produksi tetapi juga unit pemasaran dan
penjualan. Pilihlah kemasan yang memiliki nilai unik sehingga produk anda bisa
dikenali pelanggan dengan cepat
Kemasan
yang baik harus melindungi produk anda dari kontaminasi lingkungan sekitar.
Kemasan selain mencantumkan informasi standar seperti nama produk, logo
perusahaan dan cara menggunakan produk, sebaiknya juga mencantumkan
tanggal produksi, tanggal kadaluarsa dan batch number agar jika
terjadi komplain atas produk tersebut anda dengan mudah mengetahui
pernyebab cacat produk anda.
Tahapan
pengemasan seringkali dianggap sepele. Saya sering melihat betapa banyak
dilakukan kesalahan pada tahapan ini. Lakukanlah proses pengemasan dengan
penuh ketelitian dan kehati-hatian. Karena inilah bagian akhir dari tahapan
produksi. Anda tentu tidak ingin segala aktifitas dari pemilihan dan belanja
bahan baku hingga
produksi menjadi sia-sia karena proses pengemasan yang serampangan. Selain itu
pengemasan yang buruk mempercepatan proses kerusakan sebuah produk.
D. Penyimpanan
Penyimpanan
tidak kalah penting. Anda perlu memperhatikan dengan serius berbagai faktor
yang menyebabkan bahan baku dan
bahan jadi hasil produksi menjadi rusak. Kebersihan, suhu udaha, kelembaban,
cahaya matahari dan sebagainya pada lokasi penyimpanan barang.
Karena
tentu anda tidak ingin persediaan bahan baku yang
sudah dibeli menjadi rusak sebelum diproses menjadi bahan jadi. Begitupun
produk jadi yang disimpan sementara sebelum didistribusikan, diharapkan sampai
dengan baik ketangan pelanggan anda.
E. Sistem
Kontrol.
Sangat
penting untuk memiliki sistem kontrol untuk memantau proses produksi agar
produk yang dihasilkan sesuai dengan pesanan pembeli. Kontrol perlu dilakukan
dari mulai pemilihan dan pembelian bahan baku ,
proses produksi, pengemasan, penyimpanan hingga distribusi. Prinsip sistem ini
adalah menentukan titik-titik kritis yang mempengaruhi hasil produksi. Namun
buatlah sistem kontrol secara sederhana sehingga tidak menambah pekerjaan baru
bagi anda.
Bersambung...
0 komentar:
Post a Comment