8. Mengelola Usaha.
Banyak
sekali buku-buku yang menjelaskan tentang berbagai macam teori cara mengelola
usaha, namun karena manajemen usaha adalah sebuah seni, maka teori A bisa cocok
untuk usaha X belum tentu dapat diterapkan dengan sama suksesnya untuk usaha Y.
Karenanya perusahaan sebaiknya melakukan evaluasi secara berkala peraturan dan
kebijakan yang dibuat, sehingga jika ada hal-hal yang dirasa kurang cocok lagi
dengan perkembangan usaha kebijakan tersebut bisa segera direvisi.
Semata-mata agar pergerakan usaha menuju arah yang kian baik
bagi stakeholder perusahaan anda.
Seperti halnya pada artikel sebelumnya , yaitu subjudul ‘Mengelola Keuangan’, seorang pemilik usaha tidak perlu pintar dalam ilmu manajemen. Jika usaha anda makin maju, rekrutlah manajer untuk mengurus manajemen perusahaan anda. Serahkanlah urusan teknis kepada karyawan anda. Pemilik usaha adalah entrepreneur, anda dibutuhkan untuk bertindak sebagai pengarah, pemimpin, penentu kebijakan, melakukan lobi dan negosiasi.
Jalankan usaha anda dengan sebuah sistem. Sedikitnya ada 3 buah sistem yang harus anda buat dalam usaha tersebut.
1. Sistem
Pengelolaan Karyawan
Meskipun
pada saat awal usaha, sebagai pemilik anda seringkali
terpaksa harus bertindak sekaligus sebagai direktur, manajer
dan pekerja. Namun saat usaha kian berkembang
anda bisa mulai mempertimbangkan merekrut karyawan
untuk membantu menjalankan usaha tersebut.
Karyawan
adalah aset terbesar usaha anda. Karena tentu anda tidak dapat mengerjakan
semua tugas seorang diri disaat usaha anda kian maju. Namun karyawan harus di
kelola dan dikontrol dengan baik. Untuk itu dibutuhkan sebuah sistem
perencanaan SDM, yang meliputi rekrutmen dan seleksi, perencanaan dan
pengembangan karir, kompensasi dan kesejahteraan, keselamatan dan kesehatan
kerja serta relasi atasan-bawahan-pemilik usaha. Dengan sistem yang baik
diharapkan usaha tetap dapat berjalan walaupun anda sebagai pemilik usaha tidak
berada ditempat.
2. Sistem
Pemasaran
Pemasaran
merupakan nafas sebuah usaha. Tanpa adanya pemasaran sebuah usaha tidak akan
berlanjut. Agar usaha bisa berkembang lebih cepat maka perlu dibuat juga sebuah
sistem pemasaran yang meliputi perencanaan produksi, penentuan harga, promosi,
penjualan maupun layanan sehingga pemasaran produk tetap berlangsung walaupun
tanpa kehadiran anda.
3. Sistem
kontrol
Tak
kalah penting adalah sistem kontrol. Agar semua sistem yang telah dibuat dapat
terkontrol dengan jelas keberlangsungannya dan dapat dengan mudah diketahui
titik-titik kemungkinan terjadinya kesalahan dalam keseluruhan sistem
perusahaan anda.
Bersambung...
0 komentar:
Post a Comment