4. Memasarkan
Produk
Nyawa dari suatu produk
adalah pemasaran. Sebagus apapun produk anda jika tidak dapat diserap
pasar tidak akan ada artinya bagi perusahaan anda.
Saya
beberapa kali diajak diskusi oleh beberapa teman. “Saya punya ide
bisnis , produk ini belum banyak pesaingnya. Bagaimana pendapat Mbak?” Saya
selalu mendukung orang yang berkeinginan bisnis. Karena saya tahu mereka butuh
diyakinkan. Namun menjual produk yang baru sama sekali justru dibutuhkan
investasi yang lebih besar dalam hal waktu , tenaga dan biaya untuk mengedukasi
masyarakat agar mereka bisa diyakinkan bahwa produk tersebut dapat memberi
manfaat buat mereka.
Bukan
berarti saya menentang produk hasil penelitian. Dengan semakin canggihnya zaman
sudah tentu kita selalu memerlukan produk-produk inovatif yang memudahkan hidup
kita. Namun, konteks artikel ini adalah usaha kecil dimana usaha tersebut harus
menghasilkan keuntungan dalam waktu secepat-cepatnya.
Pada
artikel sebelumnya saya sudah menulis tentang pentingnya mencari produk yang
tepat, lokasi yang baik dan target pasar. Lalu bagaimana cara menjual produk
anda tersebut?
Bahasan
Strategi Pemasaran adalah salah satu bahasan yang tidak ada habisnya. Karena
kemajuan zaman dan semakin tingginya kesadaran masyarakat akan
NILAI suatu produk. Produk bukan lagi sekedar pemenuhan KEBUTUHAN
melainkan sudah masuk keranah KEINGINAN.
Tidak
ada metode Pemasaran yang baku bagi
setiap usaha. Karena pemasaran adalah suatu seni. Jadi metode A yang cocok
dengan usaha’X’ belum tentu cocok untuk usaha ‘Y’
A. Bauran
Pemasaran.
Hal-hal
yang mendasari pemasaran adalah kebutuhan berkomunikasi dari penjual untuk
menyampaikan kepada masyarakat akan produknya. Pemasaran mencakup keseluruhan
proses sebuah penjualan. Dari hilir hingga hulu.
Bauran
Pemasaran mencakup Product ( Barang dagangan), Price (Harga yang
paling pas untuk produk anda), Place (Tempat anda menjual produk), Promotion
(Cara anda menyampaikan pesan kepada pembeli tentang produk anda), People
(Pembeli, target pasar anda), Physical Evidence (Bukti Fisik), Process
(Proses). Dan kini Penulis buku Seth Godin, menawarkan teori P baru
yaitu Purple Cow.
Namun
dalam artikel pendek ini saya tidak akan membahas semua teori tersebut
melainkan hanya pada hal-hal yang harus dipenuhi oleh penjual sesuai
sudut pandang customer .
B. Produk
anda harus memenuhi kebutuhan dan keinginan pelanggan.
Tubuh
manusia terdiri dari sekitar 80% cairan. Jika akibat beraktifitas manusia
mengalami kekurangan cairan maka ia merasa haus. Pada saat itu
yang dibutuhkan sesungguhnya adalah segelas air. Namun karena udara
terasa panas segelas es kelapa muda terasa lebih menyejukkan.
Protein
sebagai salah satu faktor gizi yang dibutuhkan oleh tubuh. Sumber protein yang
termurah adalah ikan. Pedagang pecel lele yang memahami berbagai macam tipe
pelanggan akan menyediakan sambel yang tidak pedas, pedasnya sedang hingga pedas
yang bikin kapok karena saking pedasnya. (Namun, seringkali pada kenyataan
tingkat kepedasan level “sejuta’ ini malah justru paling banyak penggemarnya.
Asalkan penjual bisa menyampaikan “pesan” dengan cerdas).
C. Pembeli
anda bersedia membayar harga yang pantas.
Masyarakat
sekarang makin cerdas. Mereka bisa berhitung apakah harga suatu produk yang
ditawarkan adalah harga yang pantas. Bukan hanya harga yang dinilai kemahalan
yang membuat mereka enggan terhadap suatu produk, harga yang terlalu murah juga
membuat mereka tidak nyaman. Seperti ilustrasi donat yang saya tulis
pada artikel sebelumnya.
Anda
menjual 7500 rupiah untuk seporsi pecel lele dengan warung tenda di pinggir
jalan sebagai tempat berjualan anda , adalah harga produk yang pantas. Begitupun
harga 17.500 rupiah untuk seporsi pecel lele di restoran
dalam mall ,juga adalah harga yang pantas. Karena pelanggan menyadari
pecel lele dalam restoran memberikan NILAI lebih dari sekedar ikan lele,
beberapa lembar lalapan dan sesendok sambel. Ada kenyamanan
dan prestise yang tidak terdapat di warung pinggir jalan.
D. Anda
Harus Membuat Nyaman Pelanggan Anda.
Produk
anda bukanlah produk yang cuma ada satu-satunya didunia ini. Anda dikelilingi
dan dibayang-bayangi oleh kompetitor. Jika menginginkan pelanggan
loyal terhadap anda tidak ada cara lain maka buatlah mereka merasa sangat
nyaman berinteraksi dengan perusahaan anda.
Keramahan,
kejujuran, harga yang sesuai dan ketepatan waktu adalah
hal yang dituntut oleh pelanggan anda.
Pelanggan
bisa saja berusaha mencari harga yang termurah, tetapi jika mereka merasa bahwa
dengan perusahaan andalah mereka berinteraksi paling nyaman, maka yakinlah
mereka akan kembali untuk menjadi pelanggan setia anda.
Anda
harus mempromosikan produk anda dengan cara yang paling menarik. Sepanjang
masih menghormati kaidah baku (Agama
dan kepatutan bermasyarakat). Berpromosilah dengan cara GILA.
Lakukan promosi dengan cara yang tidak biasa.
Maicih
sukses karena mereka membombardir Twitter. Angka penjualan
Promag tertinggi ketika badut-badut mereka berkeliaran dan
menari-nari saat lampu menyala merah di perempatan jalan ketika menjelang
berbuka puasa. Atau iklan Kartu As versi “Aku ngga punya
pulsaaa….” Begitu menggelitik. Karena cowok yang mestinya terlihat
gagah didepan ceweknya malah terlihat memelas hanya karena tidak
punya pulsa.
Anggaran
iklan yang minim bukan berarti anda tidak bisa berpromosi. Yang
paling penting adalah kreatifitas anda dalam menyampaikan pesan. Dengan adanya
berbagai sarana sosial media justru bisa memberikan efek viral yang lebih luar
biasa dibandingkan anda berpromosi secara offline.
Dari
pembahasan di atas, bahwa bagaimana menjadikan produk atau jasa yang anda
jual adalah produk yang diinginkan oleh konsumen, harus menjadi
fokus kegiatan operasional maupun perencanaan suatu perusahaan. Pemasaran yang
berkesinambungan mewajibkan adanya koordinasi yang baik dengan berbagai bagian
perusahaan -seperti bagian produksi dan keuangan-, agar dapat tercipta
sinergi sehingga harapan perusahaan dapat tercapai..
Bersambung....
0 komentar:
Post a Comment