Patung Dirgantara adalah nama resmi dari patung yang
terletak di daerah Pancoran, Jakarta Selatan. Berada tepat diseberang Gedung Aldiron Dirgantara,
yang dulu merupakan Markas Besar Angkatan Udara.
Patung
ini digagas oleh Presiden Soekarno yang menginginkan adanya patung bagi
Kedirgantaraan Indonesia.
Patung yang terbuat dari perunggu yang menggambarkan manusia angkasa ini
dirancang oleh Edhi Sunarso sekitar tahun 1964 - 1965. Proses
pengecorannya dipimpin oleh I Gardono. Berat patung ini mencapai 11 Ton
dengan tinggi 11 Meter, sedangkan kaki patung mencapai 27 Meter. Proses
pembangunannya dilakukan oleh PT. Hutama Karya. Patung ini selesai dikerjakan pada tahun 1966.
Pada 15 Agustus 2014, untuk kesekian ribu kalinya (maklum, Saya lahir dan besar di Jakarta) Saya melewati
Patung Pancoran ini. Saya melihat beberapa orang yang sedang melakukan pembersihan untuk pertama kalinya
sejak patung tersebut berdiri.
Ternyata, proses
pembersihan sudah dimulai sejak Senin, 11 Agustus 2014 dan akan
berlangsung selama dua bulan ke depan. Pembersihan patung dari perunggu ini
dilakukan secara konvensional dengan menggunakan air jeruk nipis lalu
dilakukan penyikatan secara menyeluruh, setelah itu disiram dengan aquadest. Diperkirakan jeruk nipis yang dibutuhkan sebanyak 25 kg - 30
kg. Kandungan asam sitrat dalam jeruk nipis diyakini dapat meluruhkan
kotoran oksidasi tembaga tanpa merusak bahan utamanya.
Selain Patung Pancoran, rencananya Balai Konservasi Dinas Pariwisata dan Budaya DKI Jakarta juga akan membersihkan Patung Diponegoro di Menteng, Jakarta Pusat. Proses pembersihan kedua patung ini diperkirakan akan menghabiskan biaya 566 juta rupiah.
Selain Patung Pancoran, rencananya Balai Konservasi Dinas Pariwisata dan Budaya DKI Jakarta juga akan membersihkan Patung Diponegoro di Menteng, Jakarta Pusat. Proses pembersihan kedua patung ini diperkirakan akan menghabiskan biaya 566 juta rupiah.


6 komentar:
wow sangat bermanfaat ya jeruk nipis itu ternyata hehe wah bakul jeruke laris no haha
Cara bersihinnya unik, pakai jeruk nipis ^^
Mbak Susan, biar kinclong kali ya, patungnya..hehe
Mbak Ika, iya masih pakai cara konvensional yang dikenal sejak jaman baheula.
baru tahu,bersihinnya pakai jeruk nipis hehe
Hmm, I see. Jeruk nipis bermanfaat lengkap banget.
Post a Comment