Pada suatu ketika ada dua lelaki yang menemui seorang arif bijaksana dalam waktu bersamaan. Lelaki pertama menganggap dirinya adalah seorang pendosa karena pernah melakukan sebuah dosa besar. Ia ingin bertobat atas kesalahannya namun tidak yakin apakah tobatnya akan di terima.
Sebaliknya, lelaki
kedua adalah lelaki yang sepanjang hidupnya selalu berkelakuan baik, merasa
tidak pernah melakukan hal-hal yang tercela dan selalu patuh pada peraturan
yang di tetapkan orang tua, negara maupun agama. Namun, dibalik kesalehannya ia
merasa masih ada sesuatu yang mengganjal dalam hatinya sehingga ia menemui orang bijaksana tersebut.
Lalu, orang arif
bijaksana itu berkata kepada kepada lelaki pertama “ Pergilah ke arah padang itu. carilah
sebuah batu terbesar, lalu bawalah ke sini”
“Dan untuk engkau
“ kata orang arif bijaksana itu kepada lelaki kedua “ Kau juga pergilah ke padang itu, carilah batu-batu kecil lalu masukkan ke
karung ini, kemudian bawalah kemari.”
Kedua lelaki itupun
pergi melaksanakan perintah-perintah tersebut. Beberapa waktu kemudian , lelaki
pertama datang membawa sebuah batu yang sangat besar sedangkan lelaki kedua membawa satu karung penuh batu-batu
kecil. Keduanya segera menghadap sang arif bijaksana.
Orang bijaksana
mulai memeriksa batu-batu tersebut dan berkata “Sekarang, kalian pergilah
kembali ke padang
tadi. Kembalikan-batu-batu ini ke tempat dimana kalian mengambilnya.”
Perintahnya kepada keduanya.
Kedua lelaki
pergi lagi. Lelaki yang pertama dengan mudah menemukan tempat dimana ia mengambil batu besar. Sedangkan lelaki yang kedua
merasa kesulitan menemukan tempat-tempat dimana ia sebelumnya mengambil
batu-batu yang sekarang berada di dalam karung yang di panggulnya. Mereka pun
kembali ke orang bijaksana tersebut.
“Kalian lihat
sendiri” Kata orang arif bijaksana itu. Ia mengarah kepada lelaki pertama “
Kamu benar-benar sadar dengan dosamu. Kamu membawa dalam hatimu, usaha untuk
bertobat dari dosa tersebut. Kamu telah
belajar dari kesalahan itu dengan demikian beban berat akibat kesalahanmu bisa
kau lepaskan dengan tobatmu.”
“Sementara kamu,”
katanya kepada lelaki kedua. “Tanpa kau sadari kau sering melakukan dosa-dosa
kecil sepanjang hidupmu. Tapi karena kau yakin bahwa kau seorang yang shaleh, maka kau tidak menyadari kapan
dan bagaimana kamu melakukan dosa-dosa tersebut. Sehingga sedikit demi sedikit
dosa-dosa kecil itu menumpuk dalam catatan amalanmu.”
“Aku khawatir,
Anakku.” lanjut orang arif bijaksana
kepada lelaki kedua” jika kau tidak segera membersihkan dosa-dosa
kecilmu maka suatu saat sudah terlalu banyak dosamu dan telah terlambat untuk
bertobat.”
(Di sadur dari
kisah yang ditulis Tolstoy)

1 komentar:
cerita yang penuh arti ni hehe
Post a Comment