Tak ada keberhasilan tanpa kerja keras, Ini
falsafah yang berlaku bagi siapa saja. Perkaranya seberapa keras apa yang dimaksud kerja keras itu?
Syair sebuah lagu yang menjadi theme song Gangland Boss anatara lain
berbunyi: “30 % hidup adalah takdir, 70 % lainnya harus diperjuangkan
habis-habisan. Harus berjuang baru menang!”
Ciri-ciri kerja keras antara lain :
1.
Bekerja Lebih Lama
Jika orang lain bekerja 8 jam, seorang pekerja
keras akan bekerja 10 jam. Saya memiliki langganan toko beras di pasar dekat
rumah, awal toko tersebut dibuka hanya
memajang beberapa karung beras, kini -10 tahun kemudian- mereka sudah menambah
2 buah toko disebelahnya, penuh dengan karung-karung beras hingga ke
langit-langit toko. Yang saya lihat,
toko tersebut sudah buka sejak subuh dan baru tutup setelah isya. Dibandingkan
dengan kompetitor mereka yang baru buka toko pada pukul 06 pagi dan tutup pukul
17 sore.
2.
Bekerja Lebih Maksimal
Chairul
Tanjung memulai berdagang sejak
ia masih sekolah. Ia pandai melihat peluang. Saat sekolahnya berencana
mengadakan darmawisata, CT mengajukan diri untuk mengkoordinir pengadaan
bis, sehingga ia memperoleh komisi , yang ia pergunakan untuk membeli keperluan
sekolah.. Demikian pula Delon Idol
meskipun telah bekerja namun ia masih mengambil pekerjaan paruh waktu sebagai wedding singer sebelum ia terkenal sebagai penyanyi
profesional seperti sekarang.
Orang-orang yang kini sukses, bersedia menambah jam kerja melebihi jam kerja standar. Mereka tidak takut lelah,. Karena mereka tahu, lelah itu adalah pembayar untuk kesenangan kemudian hari.
Orang-orang yang kini sukses, bersedia menambah jam kerja melebihi jam kerja standar. Mereka tidak takut lelah,. Karena mereka tahu, lelah itu adalah pembayar untuk kesenangan kemudian hari.
3.
Bekerja Lebih Baik.
Lebih baik bisa bermakna lebih efisien, lebih
rapi dan lebih teliti. Elemen-elemen yang mendukung kerja lebih baik saling
dukung sehingga pada akhirnya lebih menguntungkan.
Contohnya; membeli bahan baku dalam jumlah lebih besar, bekerja lebih
rapih sehingga tidak ada bahan yang terbuang
dan menghitung lebih teliti sehingga tidak mengalami kerugian.
4.
Bekerja Untuk esok
Mempersiapkan apa yang dibutuhkan untuk
aktifitas esok mencegah terjadinya kehebohan
jika ternyata pada esok hari terjadi hal-hal yang tidak terduga. Karena siapa
yang bisa memprediksi apa yang terjadi pada esok hari? Jika pekerjaan untuk
esok hari sudah dipersiapkan segala sesuatunya pada hari ini, maka kegagalan
bisa diminimalisir.
Contoh: Esok anda akan memproduksi 100 pasang
sepatu, maka lebih baik jika hari ini anda sudah mempersiapkan bahan baku dan peralatan
pendukung. Jika ternyata ada satu bagian
yang tidak tersedia dapat diketahui sebelum proses produksi dimulai, sehingga proses produksi tidak terhalang.
5.
Bekerja Tanpa Henti
Bekerja keras juga berarti bekerja
berkelanjutan, jika tak dapat disebut bekerja tanpa henti. Ini sekaligus
berarti memanfaatkan waktu untuk bekerja dengan lebih maksimal. Untuk itu, memiliki
perencanaan kerja sangat penting, contoh plan “A” ---> kegiatan “A” --> check --> Plan “B” -->kegiatan “B” --> check --> plan “C” --> kegiatan “C “ --> check --> plan D, dan seterusnya.
6.
Bekerja Apa Saja
Saat belum ditemukan mesin cuci, ethnis
Tionghoa sudah banyak yang menjadi buruh cuci . Padahal profesi tersebut
dianggap rendah karena mencucikan pakaian –bahkan pakaian dalam- orang lain.
Namun, dengan “otak dagang” mereka kemudian mereka malah membuka bisnis binatu atau
laundry. Sekarang, di Yogyakarta
saja bisnis ini berjumlah ratusan outlet. Kita tidak pernah menyangka, bahwa
kadang-kadang pekerjaan yang tampak sepele justru bisa menjadi sebuah bisnis yang besar
jika di tekuni.

0 komentar:
Post a Comment