Monday, March 30, 2015

Fenomena Abbot

Andrew Chan dan Myuran Sukumaran adalah dua dari sembilan orang warga Australia yang tertangkap pada 17 April 2005 di Bali, -sehingga kesembilan orang ini disebut ‘Bali Nine’- dalam upaya mereka menyelundupkan heroin seberat 8.2 kg dari Bali ke Australia. Kini Andrew Chan dan Myuran Sukumaran diputuskan oleh pengadilan akan dieksekusi mati dihadapan regu tembak. Menanggapi hal tersebut, Perdana Menteri Australia Tony Abbott meminta agar pemerintah Indonesia meninjau kembali hukuman mati itu. Namun dalam pernyataannya PM ini melakukan slip of tongue dengan mengungkit-ungkit bantuan yang telah diberikan Australia saat musibah tsunami Aceh pada Desember 2004. Ia ingin agar pemerintah Indonesia membalas kebaikan mereka dengan tidak menjatuhkan hukuman mati kepada kedua penyelundup heroin itu. "Australia telah mengirimkan bantuan dalam jumlah besar. Australia juga telah mengirimkan angkatan bersenjata untuk menolong Indonesia sebagai bagian bantuan kemanusia. Bahkan beberapa relawan Australia meninggal kala membantu Indonesia saat itu. Saya ingin katakan kepada rakyat Indonesia dan pemerintah Indonesia, kami Australia selalu membantu Anda dan kami berharap Anda membalasnya saat ini," Kata Abbot.

Pernyataan ini tentu menyakiti dan membuat tersinggung rakyat Indonesia terutama sekali rakyat Aceh sehingga mereka melakukan gerakan “Coin For Abbot

Meskipun saya ikut-ikutan sebel, -koq ya politisi selevel PM nyin nyir gitu- namun cukup sekian saya membahas tentang PM Australia tersebut. Selanjutnya saya ingin menyoroti kelakuan yang mirip-mirip, eh, bukan cuma mirip, tapi memang sama, dengan kelakuan PM Abbot, sehingga kelakuan ini saya sebut Fenomena Abbot. Yaitu kelakuan suka mengungkit apa yang telah dilakukan atau apa yang telah diberikan kepada orang lain. 

“Tahu, ngga , Mbak, kalau bukan saya yang menolongnya dulu, uh, mungkin sekarang dia keblangsak

“Kamu jadi manusia, koq, tidak tahu berterima kasih. Kalau bukan karena saya, ngga tahu deh, jadi apa kamu sekarang. Tahu diri dong”

Kalimat-kalimat diatas sudah beberapa kali saya mendengarnya. 

Bahkan saya sendiri pernah mengalami dibegitukan oleh seseorang.
Apa yang bisa saya lakukan saat itu? Saya cuma bisa diam walau sakit hati, kesal sekaligus tak berdaya. Karena kondisi saat itu saya memang dalam sedang butuh bantuan, dan kebetulan bantuan datang darinya.  Tapi setelah tahu dampaknya seperti itu sekarang, ingin rasanya meminjam pintu kemana saja dari Doraemon, atau meminjam jam pasir Pembalik Waktunya Hermione Granger, sehingga saya bisa kembali ke masa tersebut dan berusaha bertahan  tanpa bersedia menerima bantuan orang tersebut.
Tapi apa daya, hari kemarin tidak mungkin diulang.
Jadi saya lebih memilih menggigit lidah agar tidak mengeluarkan kata-kata yang membuat saya makin disebut ‘orang yang tidak tahu berterima kasih

Kenapa orang bisa terjangkit fenomena Abbot ini?
Saya bukan psikolog, tapi saya mencoba memahami situasinya.
Mungkin orang tersebut sedang membutuhkan bantuan, dan ia berharap bantuan datang dari orang yang dulu pernah ditolongnya, namun karena sesuatu hal bantuan tersebut tidak bisa diberikan.
Mungkin seseorang yang dulu dibantunya terlihat lebih oke dibandingkan dirinya, sehingga ia butuh pengakuan bahwa ia berperan besar bagi orang tersebut.
Dan banyak mungkin lainnya.

Sahabat pernah mengalami kejadian tersebut?
Duh, pasti, sakitnya tuh disini: (pegang dada). Iya'kan?

------
Catatan: saya sebut Fenomena karena bagi saya kelakuan tersebut adalah sesuatu yang luar biasa. Yang bisa menyebabkan perubahan perilaku korbannya menjadi serba salah, tidak pede, marah dan sakit hati. Lihat saja bagaimana reaksi masyarakat Indonesia, Aceh khususnya.


KBBI: fenomena /fe·no·me·na/ /fénoména/ n 1 hal-hal yg dapat disaksikan dng pancaindra dan dapat diterangkan serta dinilai secara ilmiah (spt fenomena alam); gejala: gerhana adalah salah satu -- ilmu pengetahuan; 2 sesuatu yg luar biasa; keajaiban: sementara masyarakat tidak percaya akan adanya pemimpin yg berwibawa, tokoh itu merupakan -- tersendiri; 3 fakta; kenyataan: peristiwa itu merupakan -- sejarah yg tidak dapat diabaikan


1 komentar:

Tetty Hermawati said...

Makanya ya mak, kalo nolong harus ikhlas ya, kalau kayak abbot gini jadi repot deh..hihi

Post a Comment

 
;