Sunday, March 8, 2015

Kerupuk

Meskipun belum sampai tahap penggila, tapi saya adalah fans berat kerupuk. Buat saya kerupuk itu adalah salah satu temuan kuliner tercerdas bangsa ini. Dari berbagai jenis kerupuk, kerupuk favorit saya adalah kerupuk putih yang dijual di dalam kaleng-kaleng di etalase warung.
Kerupuk adalah panganan ajaib buat saya, bentuknya sederhana, putih polos tanpa perlu kehadiran warna lain. Tapi dengan kesederhanaannya itu, ia akan membuat riuh makan siangku. Sayur hambar jadi nikmat jika dicampur gigitan kerupuk. Sambal yang pedas makin maknyus jika dicocol kerupuk ini.
Dibanding kerupuk udang atau kerupuk ikan tenggiri yang 'wah', kerupuk putih ini terkategori cemilan biasa-biasa aja, tapi ia sudah ratusan kali menunjukkan kedigjaannya tanpa banyak gaya. Setidaknya dalam piring nasiku. Contohnya siang ini. Saya sudah memesan 1 set menu makan siang berupa olahan seafood, saat makan itu dihidangkan, aroma yang menguar, waaaahhh... bikin saya rasanya segera pingsan jika tidak menyantapnya. Karena lapar sejak pagi belum sempat sarapan. 

Tapi begitu suapan pertama menyentuh lidah saya, whuaaahhhh... pedesnya bikin saya berasap. Sempet kesal karena sudah lapar berat dan kini makin terasa berat karena mengira akan gagal makan Untunglah saya selalu cepat menjelajah, Aha! Ada sebuah kaleng mengelantung di tiang warung, penuh berisi kerupuk putih. Tanpa berpikir dua kali, langsung saya ambil dua buah kerupuk.

Siang ini menu makan saya  cukup dengan nasi putih dan kecap.Tapi saya merasa puas. Sure, you saved my life, kerupuk, dari kemungkinan 'masuk angin'. Soal gizinya yang rendah, saya ngga khawatir, karena akan saya tambahkan dengan berbagai cemilan, nanti.


0 komentar:

Post a Comment

 
;