Meskipun
belum sampai tahap penggila, tapi saya adalah fans berat kerupuk. Buat saya
kerupuk itu adalah salah satu temuan kuliner tercerdas bangsa ini. Dari
berbagai jenis kerupuk, kerupuk favorit saya adalah kerupuk putih yang dijual
di dalam kaleng-kaleng di etalase warung.
Kerupuk
adalah panganan ajaib buat saya, bentuknya sederhana, putih polos tanpa perlu
kehadiran warna lain. Tapi dengan kesederhanaannya itu, ia akan membuat riuh
makan siangku. Sayur hambar jadi nikmat jika dicampur gigitan kerupuk. Sambal
yang pedas makin maknyus jika dicocol kerupuk ini.
Dibanding
kerupuk udang atau kerupuk ikan tenggiri yang 'wah', kerupuk putih ini
terkategori cemilan biasa-biasa aja, tapi ia sudah ratusan kali menunjukkan
kedigjaannya tanpa banyak gaya. Setidaknya dalam piring nasiku. Contohnya siang
ini. Saya sudah memesan 1 set menu makan siang berupa olahan seafood, saat makan
itu dihidangkan, aroma yang menguar, waaaahhh... bikin saya rasanya segera
pingsan jika tidak menyantapnya. Karena lapar sejak pagi belum sempat sarapan.
Tapi begitu suapan pertama menyentuh lidah saya, whuaaahhhh... pedesnya bikin saya berasap. Sempet kesal karena sudah lapar berat dan kini makin terasa berat karena mengira akan gagal makan Untunglah saya selalu cepat menjelajah, Aha!
Siang ini menu makan saya cukup dengan nasi putih dan kecap.Tapi saya merasa puas. Sure, you saved my life, kerupuk, dari kemungkinan 'masuk angin'. Soal gizinya yang rendah, saya ngga khawatir, karena akan saya tambahkan dengan berbagai cemilan, nanti.
0 komentar:
Post a Comment