Pernah
mimpi? Saya tiap kali tidur. Kadang mimpi tersebut begitu indah sampai saat
terbangun saya pingin tidur lagi dan melanjutkan mimpi yang tadi. Bisa
dikatakan saya selalu bermimpi bahkan ketika saya dipaksa tidur karena dibius
saat sedang dioperasi Tapi ada loh orang yang ngga pernah mimpi. Tidurnya
blank. Saya ngga tahu rasanya, karena rasanya seumur hidup belum pernah tidur
saya blank.
"It's
the probability to make a dream come true that make life interesting!"
Adanya kemungkinan untuk mewujudkan impian yang membuat hidup menjadi menarik.
Adanya kemungkinan untuk mewujudkan impian yang membuat hidup menjadi menarik.
Itulah,
tanpa disadari sering kali mimpi-mimpi saya adalah harapan-harapan yang begitu
kuat hingga terbawa mimpi. Mimpi yang kuat akan menjadi Impian. Impianlah yang
membuat saya bertahan berada di dunia ini, walaupun ada yang bilang hidup ini
kejam.
Mungkin
teman-teman ada yang pernah mengalami situasi 'dream comes true'? Waaahh, indah banget'kan? Kita akan merasa puas
dan bahagia. Apalagi jika untuk mencapai impian tersebut perlu usaha ekstra
keras.
Menurut
analisis saya (Sentilun mode), salah
satu jenis manusia yang paling tidak bahagia adalah individu yang hidupnya
mudah, bergelimang fasilitas dan privilege. Misalnya orang tajir seatret-atret, pingin haji langsung
jreng! Bayar seratus juta lebih, ngga masalah. Pingin mobil Porche, jreng!, beli.
Pingin ke Eropa, makbul!, langsung berangkat. Pingin ngegebet cewek cantik, tuh
cewek langsung ngikut, karena
termasuk jenis mata duitan.
Tapi,
suwer Prenz, ngga enak hidup dengan
nyaris semua hal gampang diraih. Bayangkan si Kang Obed yang mimpi meraih hati si
Maemunah, bunga desa impiannya. Kang Obed harus bersaing dengan anak Juragan, anak
Pak Kades, dan pemuda lainnya. Makanya begitu Maemunah ho-oh ama proposal cintanya, waduh...Kang Obed langsung merasa lebih hensem dari Brad Pitt
Mak
Ijah yang pingin naik haji sampai sinetronnya berpuluh episode, begitu bisa
naik haji beneran, wuihhh Mak Ijah langsung berlinang-linang air mata bahagia.
Atau
contoh teranyar adalah keponakan suami yang nyaris tiga puluh tahun lebih hidup menjomblo, begitu sukses bersanding dengan lelaki pujaan hati, kelihatan banget
bahaaagiiaaa banget. Nyengirrr melulu selama duduk di pelaminan.
Aaaihhh...senangnya.
Begitulah,
Prenz. Percaya aja deh, walaupun
dalam meraihnya harus berdarah-darah, kita akan merasa bahagia banget jika
mimpi menjadi nyata dan impian bisa teraih. Semua luka-luka yang berdarah
langsung sembuh, semua kepahitan menjadi semanis madu.
0 komentar:
Post a Comment