Friday, March 20, 2015

*Mimpi dan impian*

Pernah mimpi? Saya tiap kali tidur. Kadang mimpi tersebut begitu indah sampai saat terbangun saya pingin tidur lagi dan melanjutkan mimpi yang tadi. Bisa dikatakan saya selalu bermimpi bahkan ketika saya dipaksa tidur karena dibius saat sedang dioperasi Tapi ada loh orang yang ngga pernah mimpi. Tidurnya blank. Saya ngga tahu rasanya, karena rasanya seumur hidup belum pernah tidur saya blank.

"It's the probability to make a dream come true that make life interesting!"
Adanya kemungkinan untuk mewujudkan impian yang membuat hidup menjadi menarik.

Itulah, tanpa disadari sering kali mimpi-mimpi saya adalah harapan-harapan yang begitu kuat hingga terbawa mimpi. Mimpi yang kuat akan menjadi Impian. Impianlah yang membuat saya bertahan berada di dunia ini, walaupun ada yang bilang hidup ini kejam.

Mungkin teman-teman ada yang pernah mengalami situasi 'dream comes true'? Waaahh, indah banget'kan? Kita akan merasa puas dan bahagia. Apalagi jika untuk mencapai impian tersebut perlu usaha ekstra keras.

Menurut analisis saya (Sentilun mode), salah satu jenis manusia yang paling tidak bahagia adalah individu yang hidupnya mudah, bergelimang fasilitas dan privilege. Misalnya orang tajir seatret-atret, pingin haji langsung jreng! Bayar seratus juta lebih, ngga masalah. Pingin mobil Porche, jreng!, beli. Pingin ke Eropa, makbul!, langsung berangkat. Pingin ngegebet cewek cantik, tuh cewek langsung ngikut, karena termasuk jenis mata duitan.

Tapi, suwer Prenz, ngga enak hidup dengan nyaris semua hal gampang diraih. Bayangkan si Kang Obed yang mimpi meraih hati si Maemunah, bunga desa impiannya. Kang Obed harus bersaing dengan anak Juragan, anak Pak Kades, dan pemuda lainnya. Makanya begitu Maemunah ho-oh ama proposal cintanya, waduh...Kang Obed langsung merasa lebih hensem dari Brad Pitt 

Mak Ijah yang pingin naik haji sampai sinetronnya berpuluh episode, begitu bisa naik haji beneran, wuihhh Mak Ijah langsung berlinang-linang air mata bahagia.

Atau contoh teranyar adalah keponakan suami yang nyaris tiga puluh tahun lebih hidup menjomblo, begitu sukses bersanding dengan lelaki pujaan hati, kelihatan banget bahaaagiiaaa banget. Nyengirrr melulu selama duduk di pelaminan.
Aaaihhh...senangnya.

Begitulah, Prenz. Percaya aja deh, walaupun dalam meraihnya harus berdarah-darah, kita akan merasa bahagia banget jika mimpi menjadi nyata dan impian bisa teraih. Semua luka-luka yang berdarah langsung sembuh, semua kepahitan menjadi semanis madu.


0 komentar:

Post a Comment

 
;