Atikah
Gema
adzan subuh selalu menjadi alarm yang efektif bagiku. Kubuka mata dan langsung
tertatap bantal di sebelahku.
Kosong.
Seperti
biasanya.
Karena
pemiliknya pasti sudah bangun dan keluar rumah setengah jam sebelumnya.
Kurapikan
seprai dan kulipat selimut. Kemudian Aku menuju dapur untuk menjerang air.
Sedikit
saja.
Karena
hanya segelas teh panas yang harus kubuat.
Untuk
diriku sendiri.
Setelah
menjerang air dan membuat segelas teh panas, aku menuju kamar mandi. Aku selalu
mandi di waktu subuh, baik pada saat musim kemarau maupun musim penghujan seperti
saat ini. Tak peduli setiap mandi subuh tubuhku pasti akan menggigil.
Aku
terima.
Karena gigil ini selalu menjadi mengingatku, inilah salah satu konsekwensi
yang harus kutanggung seumur hidup akibat mau dinikahi Kang Harso.
Sulastri
Sayup-sayup
kudengar adzan Subuh dari mushalla. Kurapalkan do’a-do’a. Aku bersyukur karena
telah diidzinkan Sang Maha Kuasa melewatkan satu hari lagi, kemarin.
Kutatap
bantal disebelahku.
Ah,
mestinya tidak kulakukan.
Karena
Aku tahu, sudah dua tahun ini Aku selalu tidur sendiri.
Sesaat
kemudian, pintu kamarku dibuka oleh seseorang.
Aku
tersenyum.
Aku
telah tahu sosok siapa yang sebentar lagi akan muncul di kamar ini.
Dan,
benar saja, kini Ia masuk dan berjalan menghampiriku.
“Mama
sudah bangun?” Sapanya. Aku mengangguk.
Seperti
biasa Ia akan mencium keningku.
Begitupun
subuh ini.
“Mama
mau langsung mandi?” Tanyanya.
Tak
ada pilihan bagiku.
Aku
segera bangkit dan duduk di tempat tidurku. Aku akan meraih lengannya agar Ia
bisa mengangkat tubuhku dan menggendongku menuju kamar mandi.
Aku
selalu suka saat-saat begini.
Mengingatkanku
pada masa Aku sebagai pengantin baru.
Dulu
sekali, beberapa dekade lalu, ketika Aku dan Suamiku baru menempati rumah ini
berdua saja, setiap subuh Suamiku akan menggendongku ke kamar mandi dan Kami
akan mandi bersama.
Air
mandi yang berasal dari sumur di samping rumah, kadangkala membuat Kami menggigil
kedinginan. Terutama di bulan-bulan musim penghujan.
“Terima
saja. Inilah salah satu konsekwensi yang harus kita tanggung karena kita menikah”
Bisik Suamiku.
Bersambung....
4 komentar:
penasaran dengan kelanjutan ceritanya..... kerwn banget...bisa nulis cerbung...
penasaran...ditunggu kelanjutan ceritanya.... hebat bisa nulis cerbung...
mandi bersama sebagai konsekuensi pernikahan..hmm romantis banget :-)
keep happy blogging always..salam dari Makassar :-)
Aduh saya jadi penasaran
Post a Comment