Saya
pernah mendengar sebuah cerita, dua keluarga yang saling bertetangga bermusuhan
hanya karena anak-anak balita mereka bertengkar. Suatu hari Tetangga A mendapat
oleh-oleh buah-buahan dari kampung halamannya dalam jumlah sangat banyak.
Alih-alih membagi kepada tetangga terdekatnya, Tetangga A malah berujar
“Daripada dibagi ke situ, lebih baik dibiarkan busuk aja buah-buahan ini.”
Saya
juga pernah mendapati teman anak Saya yang tidak bersedia meminjamkan pensil
kepada si Kakak meski Ia memiliki pensil lebih dari satu, “Jangan, ah, nanti
Kamu hilangkan.”. Padahal belum tentu juga nanti akan hilang pensil
tersebut.
Dan
anehnya , ada orang yang royal berbagi makanan tapi sangat “susah” mengeluarkan
uang bahkan untuk sesuatu kebutuhan yang dipakainya sendiri. Contohnya, salah
satu teman kerja Saya dulu hampir setiap hari membawa kudapan dari rumah, dan
Ia senang menawari teman-teman yang duduk dekat cubiclenya. Tetapi untuk
perjalanan dari rumahnya ke kantor, Ia selalu berusaha cari tebengan, namun
sayangnya jarang mau berbagi uang pembeli bensin.
Orang-orang
dengan kelakuan seperti ini sering disebut sebagai orang pelit
Menurut
KBBI : pe.lit a kikir; lokek: orang -- tidak suka memberi sedekah;
Padahal Pak Ustadz guru mengaji Saya mengatakan banyak sekali manfaat bersedekah diantara menolak
marabahaya.
Dan sedekah tidak selalu dalam bentuk pemberian uang.
Bayangkan
jika berada dalam kondisi sebagai berikut : Saat kau perlu menuliskan sebaris
nomor telepon, tiba-tiba ada seseorang yang mengulurkan pulpen dan kertas. Senang, bukan?
Saya yang sering traveling tentu akan bergembira ketika sedang mengemas barang bawaan, tiba-tiba ada yang menawarkan tali pengikat agar Saya bisa mengikat barang dengan lebih rapi.
Saya pun akan berterima kasih jika ada teman yang berbagi permen sementara menunggu pesanan makanan datang. Lumayan untuk pengganjal lapar.
Saya yang sering traveling tentu akan bergembira ketika sedang mengemas barang bawaan, tiba-tiba ada yang menawarkan tali pengikat agar Saya bisa mengikat barang dengan lebih rapi.
Saya pun akan berterima kasih jika ada teman yang berbagi permen sementara menunggu pesanan makanan datang. Lumayan untuk pengganjal lapar.
Pulpen, kertas, tali dan permen yang diulurkan tersebut
memiliki makna silaturahmi.
Kasih
sayang.
Kepedulian.
Lalu,
apa yang akan didapat sebagai imbalan bagi orang yang tidak pelit? Kalau dari cerita-cerita yang pernah
Saya dengar, orang-orang dermawan akan mendapat banyak saudara dan rejeki yang tidak disangka datangnya.
Jadi, jika ingin banyak saudara dan hidup yang berkah, jangan jadi orang pelit, ya.
0 komentar:
Post a Comment