"Mbak, beli empat gelas, dong, yang rasa cokelat." Kata Saya kepada Mbak SPG yang berdiri di bagian dalam konter. Ia tampak sedang mengetikkan sesuatu dengan ponsel BB nya.
Saya pikir Si Mbak tidak mendengar suara Saya yang halus lemah lembut merayu.( halah!!), maka Saya ulangi kalimat tadi.
"Mbak, beli bubble ice yang cokelat, empat gelas, ya."
Si Mbak SPG mengangkat mukanya memandang Saya sekilas, lalu kembali menekuri ponselnya.
Merasa dicuekin, Saya melangkah pergi.
Di sebelah konter bubble ice, ada konter lain yang menjual pie susu. Mbak SPG pie susu ini begitu bersemangat menawarkan dagangannya, padahal stok dagangannya di show case tinggal sedikit, sisa 8 pie. Dengan semangat "balas dendam", Saya memborong semua sisa pie yang ada. Sementara Mbak "pie susu" membungkus pesanan saya, sengaja dengan suara agak keras Saya berucap,
"Si Mbak jualannya semangat, jadi Saya membeli deh. Padahal tadi Saya ngga kepingin pie loh."
"Terima kasih, Bu" Jawabnya.
Sementara itu si Mbak penjual bubble ice nampaknya sudah selesai urusan mengetik di ponselnya. Dari balik konternya Ia memanggil Saya,"Bu, mau yang cokelat empat gelas, ya?"
"Oh, ngga jadi, Mbak. Nanti Saya beli es teh manis saja di konter sana."
Di ujung deretan konter-konter makanan dan minuman tersebut memang ada konter es teh manis gelasan.
Mendengar jawaban Saya, si Mbak penjual bubble ice menggerutu dengan suara pelan tapi masih bisa Saya dengar
"Ya ngga apa-apa kalau tidak sabar. Tadi jawab BBM dari bos, koq."
What?!
Saya yang mendengar perkataannya, menjawab dengan gaya menggerutu yang sama "Saya yakin Si Bos ngga akan marah BBM nya dijawab sejam kemudian, kalau alasannya karena sedang sibuk melayani pembeli. Daripada dagangannya ngga laku, kan jadi ngga dapat komisi"
(Haha, cara kami berbalas gumaman sebenernya lucu juga kalau dipikir-pikir. Kenapa juga ngga ngomong langsung dengan orangnya, ya.)
Kejadian ini menjadi pelajaran bagus buat Saya pribadi jika suatu saat memiliki konter dan SPG.
SPG yang merupakan wakil pemilik usaha harus mau memprioritaskan pelanggan. Karena jika tidak, maka para kompetitor akan merebut pelanggan tersebut, serta bersedia memberi pelayanan yang jauh lebih baik dari kita.

1 komentar:
hahaha... berkat malah ditolak mbak e SPG ki salahe sibuk dw yo... haha
Post a Comment