Perempuan muda ini mengaku seorang mahasiswi Universitas Bina Nusantara yang sedang melakukan aksi penggalangan dana. Saya percaya Ia mahasiswi karena terlihat dari cara Ia bicara yang terstruktur dan sopan. Ia mengaku sebagai volunteer penggalangan dana bagi kesejahteraan veteran. Ia berkata mereka melakukan penggalangan dana tidak hanya sekedar fund raising tapi juga mereka memberikan manfaat bagi penyumbang dengan memberikan voucher diskon dengan total diskon senilai 2 juta rupiah sebagai ucapan terima kasih.
Sebenarnya Saya tidak tertarik dengan voucher diskon yang ditawarkan, karena beberapa tempat yang ditawarkan jarang, bahkan tidak pernah, kami kunjungi. Tapi Saya menganggap: 'wuihh... Keren nih, anak muda melakukan penggalangan dana untuk veteran. Para pejuang yang berjasa namun jarang kira perhatikan.
Maka tanpa banyak kata Saya pun segera mengulurkan uang 100 ribu rupiah yang ditukar dengan sebuah buku berisi kumpulan voucher.
Setelah 'transaksi' tersebut, buku voucher langsung Saya masukkan ke dalam tas, lalu Saya kembali ke arena meeting.
Selesai meeting dan sambil menunggu ke jam meeting berikutnya, Saya mengeluarkan buku voucher tersebut dari dalam tas, lalu menelitinya dengan seksama lembar demi lembar. Betapa kagetnya Saya saat mendapati tulisan dibagian bawah depan buku voucher yang justru tidak Saya perhatikan : Rp. 10.000,- Dari hasil penjualan voucher ini akan disumbangkan untuk Sahabat Veteran.
Loh koq, cuma Rp. 10.000, sih yang disumbangkan? Tadi si Mbak bilang sedang "Penggalangan Dana dan voucher sebagai ucapan terima kasih". Oke lah dipotong biaya cetak dan ongkos transport. Katakanlah termahal habis 50.000 rupiah untuk biaya-biaya tersebut. Sedangkan volunteer mestinya tidak dibayar kan? Jadi seharusnya manfaat yang didapat para veteran lebih banyak. Lah wong voucher yang ditawarkan adalah voucher yang biasa didapat pada saat-saat tertentu. Misalnya karaoke di De'Tones bayar 1 jam gratis 1 jam di hari Senin-Kamis.
Catatan buat PT. GA sebagai penyebar buku voucher, anda mungkin beralasan "inilah bahasa Marketing", tapi yang Saya tangkap 'inilah bahasa Marketing yang tidak mengenal etika'
Apakah anda tidak yakin bisa menjual produk , yang berupa buku voucher, itu?
Apakah anda tidak yakin produk akan dirasa bermanfaat bagi konsumen anda?
Apakah jujur mengatakan "sebagian profit produk akan disumbangkan bagi veteran" tidak membuat anda makin pede menjual?
Jangan-jangan anda tipe pengusaha yang menjual penderitaan sekelompok masyarakat demi meraup untung?
Sebel Saya!

3 komentar:
walah.... ikut sebel bacanya. coba mahasiswi td masih ada yo mbak, kan bs langsung komplen.....
Saya juga baru dapet mba, memang banyak sih modus pencarian keuntungan dengan sistem seperti ini.
klo di pikirin memang sebel, tapi di ikhlasin aja... Supaya jadi amal ibadah :)
wahh baru liat juga nih saya..
rela nyumbang karena saya pikir itu full buat veteran2...
soalnya kakek saya sendiri itu seorang veteran..
tapi ya sudah lah :D
bner kata mba mariani jadi pahala aja nnti itu :D
Post a Comment