Jadi, ceritanya, ba'da Maghrib semalam, Kami keliling membagikan #SedekahNasi , setelah membagikan kepada para pedagang asongan, kami mendekati sopir-sopir taksi yang sedang 'ngetem menunggu penumpang.
Kami mulai dari supir taksi yg antrian mobilnya paling belakang (krn lebih dekat dengan kumpulan pedagang asongan). Saat bungkusan yang Saya bawa habis, Saya balik ke mobil untuk ambil bungkusan baru. Kali ini mulai dari antrian mobil paling depan (krn berada di belakang mobil kami), saat Saya mendekati 1 mobil lagi - berada di tengah-tengah antrian tsb- tiba-tiba mobil petugas DLLAJR datang, dan bubarlah taksi-taksi tersebut.
Si Sopir yang di tengah tidak jadi mengambil "jatah" Nasi Kotaknya, padahal tangannya sudah terulur, demikian juga tangan Saya, jarak kami hanya beberapa centi. Tapi petugas DLAJR sudah memukul-mukul badan mobilnya shg mau ngga mau taksi tersebut harus jalan.
Sering kali Saya mengalami hal tsb. Kajadian seperti ini membuat Saya bisa melihat dengan terang benderang bahwa Saya tidak bisa memaksa datangnya rezeki. Dari kejadian seperti ini pula Saya belajar "legowo".
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

1 komentar:
Betul sekali. Rezeki sudah ada yang mengatur ya Jeng. Kewajiban kita berusaha sambil berdoa. hasilnya tawakal
Salam hangat dari Surabaya
Post a Comment