Ilmu
Marketing terus berkembang. Yang tadinya saya cuma tahu Marketing Mix 4P, Lalu
Marketing Mix 5P, kemudian menjadi Marketing Mix 7P.
4P
Marketing Mix sendiri merupakan dasar dari menentukan target pasar. Bagaimana
saat kita memasuki bisnis, kita harus tahu:
1. APA yang dibutuhkan (atau kita buat supaya dibutuhkan)--> Product,
2. BAGAIMANA cara menyampaikan informasi tentang produk,---> Promotion
3. BERAPA harga yang paling pas di pasar tersebut---> Price
4. serta DIMANA kita berbisnis. ---> Place
1. APA yang dibutuhkan (atau kita buat supaya dibutuhkan)--> Product,
2. BAGAIMANA cara menyampaikan informasi tentang produk,---> Promotion
3. BERAPA harga yang paling pas di pasar tersebut---> Price
4. serta DIMANA kita berbisnis. ---> Place
4P
Marketing Mix ini adalah teori Marketing yang fokus terhadap PRODUK.
Lalu setelah fokus terhadap PRODUK, mungkin baru disadari oleh para pembuat teori tersebut, bahwa dalam berbisnis dibutuhkan tambahan 1P (sehingga menjadi 5P) yaitu PEOPLE. Yaitu orang yang terlibat dengan alur dan proses sebuah produk. Dan juga orang yang bersedia membayar harga produk tersebut.
Ketika
sudah melibatkan PEOPLE atau Masyarakat dalam sebuah bisnis, maka yang harus
dipertimbangkan dalam strategi pemasaran berikutnya adalah SERVICE. Karena jika
sebuah bisnis ingin membangun"Brand Image" ataupun "Corporate
Image" tentu tidak bisa "jualan lalu lupakan". Tetapi harus ada
proses berkesinambungan. Maka kemudian dalam Marketing Mix ditambahkan 2P
lainnya (sehingga menjadi 7P) yaitu PROCESS dan Physical Environment (atau
Physical Evidence).
Di
teori 7P Marketing Mix lain, yang ditujukan bagi bisnis yang terfokus pada
Produk, maka tambahan 2P tersebut adalah PACKAGING dan POSITIONING
Pertama
kali belajar Marketing saya diajarin tentang Marketing Mix 4P, yaitu Product, Place, Price dan
Promotion.
*1) Product / Produk
Adalah Sesuatu yang dijual kepada konsumen untuk memenuhi kebutuhan mereka. Produk bisa saja benda yang 'Tangible' atau yang 'Intangible' seperti Sevice/Jasa/Pelayanan.
Adalah Sesuatu yang dijual kepada konsumen untuk memenuhi kebutuhan mereka. Produk bisa saja benda yang 'Tangible' atau yang 'Intangible' seperti Sevice/Jasa/Pelayanan.
Setiap
produk memiliki masa "life cycle". Dari mulai masa persiapan produk,
masa tumbuh, menjadi produk unggulan hingga suatu saat produk tersebut mulai
ditinggalkan. Entah karena pasar sudah bosan atau sudah ada produk baru yang
lebih bermanfaat atau up-to-date.
Misalkan ASPIRIN. Setelah melalui serangkaian test dan pengenalan ke publik, Aspirin pernah menjadi "obat Dewa". Tapi sekarang pengguna Aspirin sudah sangat sedikit.
Nah, seorang 'Marketer' (Karena ini sedang bahasan Marketing) harus mempertimbangkan kira-kira "umur" produk tersebut bisa diterima pasar berapa lama, akan bertahan berapa lama. Dan strategi apa yang harus dilakukan terhadap Produk tersebut.
Misalkan ASPIRIN. Setelah melalui serangkaian test dan pengenalan ke publik, Aspirin pernah menjadi "obat Dewa". Tapi sekarang pengguna Aspirin sudah sangat sedikit.
Nah, seorang 'Marketer' (Karena ini sedang bahasan Marketing) harus mempertimbangkan kira-kira "umur" produk tersebut bisa diterima pasar berapa lama, akan bertahan berapa lama. Dan strategi apa yang harus dilakukan terhadap Produk tersebut.
*2)
Price
Alias Harga. Adalah sejumlah uang yang harus dikeluarkan oleh konsumen untuk membeli Produk.
Seorang Marketing harus memikirkan dengan hati-hati, produknya akan dijual dengan harga berapa? Tentu untuk memutuskan berapa harga produk tersebut harus juga dengan memperhitungkan detil segala biaya yang dikeluarkan, value produk dan siapa pangsa pasarnya.
Yang pasti sih, kudu SURVEY ya, agar harga produk kita bisa diterima pasar sekaligus bisa memberikan keuntungan optimal.
Alias Harga. Adalah sejumlah uang yang harus dikeluarkan oleh konsumen untuk membeli Produk.
Seorang Marketing harus memikirkan dengan hati-hati, produknya akan dijual dengan harga berapa? Tentu untuk memutuskan berapa harga produk tersebut harus juga dengan memperhitungkan detil segala biaya yang dikeluarkan, value produk dan siapa pangsa pasarnya.
Yang pasti sih, kudu SURVEY ya, agar harga produk kita bisa diterima pasar sekaligus bisa memberikan keuntungan optimal.
*3)
Place
Adalah tempat dimana produk tersebut mau dijual.
Di kota, di desa. Di Jawa, di Kalimantan. Di warung kaki lima, di Mall. Toko Online , toko Offline
Karena tiap tipe "tempat " akan memiliki stategi pemasaran yang berbeda-beda. Penentuan "tempat berjualan" juga bisa ditetapkan berdasarkan Jenis produk, fungsi produk, pelayanan, kekuatan financial yg dimiliki pemilik produk atau sosial budaya masyarakat tempat lokasi pasar berada.
Misalkan berjualan MARNING (Hayoo tau "marning" ngga?) di kantin Panti Jompo ya ngga cocok.
Di kota, di desa. Di Jawa, di Kalimantan. Di warung kaki lima, di Mall. Toko Online , toko Offline
Karena tiap tipe "tempat " akan memiliki stategi pemasaran yang berbeda-beda. Penentuan "tempat berjualan" juga bisa ditetapkan berdasarkan Jenis produk, fungsi produk, pelayanan, kekuatan financial yg dimiliki pemilik produk atau sosial budaya masyarakat tempat lokasi pasar berada.
Misalkan berjualan MARNING (Hayoo tau "marning" ngga?) di kantin Panti Jompo ya ngga cocok.
*4)
Promotion
adalah
segala macam metode komunikasi untuk menyampaikan berbagai macam informasi
tentang produk. Yang termasuk kedalam "Promotion" ini adalah segala
hal tentang informasi produk/ iklan, promosi penjualan (diskon, pemberian
sample, produk gratis, dsb) serta informasi HUMAS.
Jadi
"Promotion" bukan melulu tentang HARD SELLING ya, tetapi juga
penyampaian informasi yang bisa menjadi "Image" produk.
Nah,
cara berpromosi sangat menentukan apakah Marketer bisa mempengaruhi pikiran
konsumen sehingga mau membeli produknya
Marketing Mix 5P
Tambahan 1P dari 4P pada tulisan sebelumnya:
*5)
People.
Yaitu Orang, kalau bisa 1 milyar orang, yang mau mengeluarkan uang untuk membeli produk yang kita jual.
Yaitu Orang, kalau bisa 1 milyar orang, yang mau mengeluarkan uang untuk membeli produk yang kita jual.
Tentu
bukan sembarang orang. Karena kalau orang-orangan sawah ngga punya duit. Tapi
orang yang tepat.
Untuk mengetahui siapakah orang yang tepat bagi produk kita tentu kita harus melakukan survei.
Untuk mengetahui siapakah orang yang tepat bagi produk kita tentu kita harus melakukan survei.
Kenapa
harus "orang yang tepat"? Karena agar strategi komunikasi kita bisa
diterima dengan baik oleh mereka. Karena agar harga jual kita bisa "masuk
akal" bagi mereka. Karena setiap value dari produk yang kita punya
memiliki nilai yang dibutuhkan mereka.
Survei
kuncinya : Siapa 'People' bagi produk kita?
Lelaki atau Perempuan?
Dewasa, Remaja atau anak-anak?
Single atau Menikah?
Tinggal di kota atau di desa?
Tinggal di Jawa atau Papua?
Berapa penghasilan mereka?
Berapa kemampuan nominal uang yg bisa mereka keluarkan untuk membeli produk kita?
Dst...
Lelaki atau Perempuan?
Dewasa, Remaja atau anak-anak?
Single atau Menikah?
Tinggal di kota atau di desa?
Tinggal di Jawa atau Papua?
Berapa penghasilan mereka?
Berapa kemampuan nominal uang yg bisa mereka keluarkan untuk membeli produk kita?
Dst...
Setelah
5P Marketing Mix, terjadi lagi perkembangan dalam Teori Metode Pemasaran, Kali
ini menjadi 7P Marketing Mix.
Bagi
bisnis yang mengedepankan Metode Pemasaran terpusat pada "Produk"
maka tambahan 2 P adalah Positioning dan Packaging. Sedangkan pada perusahaan
yang melihat Service terhadap konsumen merupakan hal yang penting bagi stategi
Pemasarannya maka mereka bisa menambahkan Process dan Physical Evidence/
Physical Environment bagi Strategi Pemasarannya.
Tapi
tentu saja, dengan dinamisnya kondisi bisnis , maka para Marketer harus bisa
menyesuaikan strategi pemasarannya dengan kondisi pasar terkini.
PRODUCT,
PLACE, PEOPLE, POSITIONING : merupakan bagian "Stategis" dalam metode
pemasaran. Karena keempat "P" tersebut tidak mudah diubah-ubah.
Sedangkan
PRICE, PROMOTION, PROCESS, PACKAGING, dan Physical Evidence bisa saja mudah
diubah-ubah tergantung kondisi terbaru. Sehingga "P" ini bersifat
taktis dalam metode pemasaran.
*6
a) Packaging
Alias Kemasan. Kemasan adalah tampilan terluar sebelum Konsumen memanfaatkan fungsi produk. Ingatlah, Impresi visual 15 detik pertama sangat berperan dalam keputusan awal apakah (calon) konsumen akan membeli produk atau tidak. Pemilihan kemasan harus dengan mempertimbangkan faktor 5P yang saya tulis di status sebelumnya. Jangan sampai anda "memasangkan" kemasan yang salah pada produk anda. Sekali lagi, lakukanlah survey untuk tampilan kemasan produk agar sesuai dengan target market anda.
Alias Kemasan. Kemasan adalah tampilan terluar sebelum Konsumen memanfaatkan fungsi produk. Ingatlah, Impresi visual 15 detik pertama sangat berperan dalam keputusan awal apakah (calon) konsumen akan membeli produk atau tidak. Pemilihan kemasan harus dengan mempertimbangkan faktor 5P yang saya tulis di status sebelumnya. Jangan sampai anda "memasangkan" kemasan yang salah pada produk anda. Sekali lagi, lakukanlah survey untuk tampilan kemasan produk agar sesuai dengan target market anda.
Oya,
perhatikan deh kemasannya "Coca cola". Poduk yang menjadi andalan
utama mereka adalah Coca Cola "rasa original", Namun untuk tetap
menjaga keberlangsungan pasar mereka melakukan strategi gonta-ganti tema
kemasan.
b)
Process
Sistem dan proses berjalannya suatu bisnis memberikan efek terhadap keputusan apa dan bagaimana pelayanan yg dapat diberikan kepada konsumen. Sehingga dibutuhkan suatu proses pemasaran yang tepat -dari mulai hulu hingga hilir hingga produk sampai ke tangan konsumen- sehingga kebutuhan konsumen dapat terpenuhi.
Sistem dan proses berjalannya suatu bisnis memberikan efek terhadap keputusan apa dan bagaimana pelayanan yg dapat diberikan kepada konsumen. Sehingga dibutuhkan suatu proses pemasaran yang tepat -dari mulai hulu hingga hilir hingga produk sampai ke tangan konsumen- sehingga kebutuhan konsumen dapat terpenuhi.
*7
a) Physical Evidence
A.K.A Bukti fisik. Apapun bentuk 'produk' yang dijual, harus ada bukti fisik dari proses jual beli. Begitupun jika anda menjual "jasa/ service/pelayanan.
A.K.A Bukti fisik. Apapun bentuk 'produk' yang dijual, harus ada bukti fisik dari proses jual beli. Begitupun jika anda menjual "jasa/ service/pelayanan.
Bisnis
salon kecantikan: konsumen harus setuju dan "melihat" hasil dari
pelayanan yang anda lakukan. Bisnis asuransi: konsumen memiliki dasar bahwa
mereka telah membeli "produk" anda melalui polis atau kartu asuransi
yang dikeluarkan.
Bukti
fisik tersebut bisa menjadi "penanda" eksistensi bisnis anda. Bila
target pasar anda puas dengan jasa layanan anda maka 'bukti fisik' bisa menjadi
'Produk Image' anda. Misalkan sebuah provider asuransi yang memberikan
pelayanan terbaik bagi konsumennya, maka seseorang yang memiliki kartu asuransi
provider tersebut akan merasa aman karena ia telah terlindungi jika terjadi
kecelakaan
b) Positioning
Positioning
adalah Bagaimana konsumen berpikir dan berbicara tentang produk (bisnis) anda.
Untuk itu strategi dalam membentuk Positioning produk anda harus dilakukan
terus menerus.
Strategi Pemasaran dalam menentukan "Positioning" tidak bisa dipisahkan dari "P" yang lain.
Strategi Pemasaran dalam menentukan "Positioning" tidak bisa dipisahkan dari "P" yang lain.
3 komentar:
GOOD POST , IJIN SHARE
ijin share mbak
ijin share mbak
Post a Comment