(Sub Label Kisah Klien adalah kesan-kesan yang saya tangkap dari para Klien -dan juga Supplier- kami. Terutama kisah yang unik atau inspiratif.)
Balikpapan 11 Mei,
Customer yang barusan saya kunjungi sudah berumur nyaris 70 tahun. Dia sendiri yang mengaku. Masih energik, walau khas orang tua banget: royal memberikan wejangan.
Dalam pertemuan sebelumnya beliau cerita bahwa sudah berbisnis sekitar
30 tahun. Sebelumnya beliau bersekolah
dan bekerja di Australia. 15 tahun pertama berbisnis ia punya banyak customer, karyawannya pun puluhan orang.
Lalu saat 1998, dia termasuk salah satu korban penjarahan. Hartanya habis
dijarah. Dan mereka sekeluarga menyelematkan diri ke Singapura.
2 tahun di Singapura mereka kembali ke Indonesia untuk melanjutkan
bisnisnya. Tapi kali ini customernya yang
tersisa cuma 1. Customer yang lain ada yang sudah tutup perusahaannya. Ada banyak
yang udah tidak merepon tawarannya. Ya, ia menemui berbagai rintangan dengan berbagai
alasan deh.
Nah, customer yang 1
ini dia rawat baik-baik. Katanya, ibaratnya setiap inchi tanah di lingkungan perusahaan
tersebut dia kenal. Termasuk nyaris seluruh
karyawan perusahaan customernya. Dia
pasang "CCTV" dan "Penyadap". Sehingga setiap berita atau
aktifitas pengadaan barang nyaris selalu beliau tahu.
Disitu beliau "bermain". Jadi kontaktor “Palugada".
Dia buat beberapa perusahaan agar fungsi dan spesifikasi
kontraktor dipenuhinya. Padahal pekerjanya hanya berlima. Si Bapak, kedua
anaknya, Istrinya dan seorang petugas administrasi. Mereka semua super cekatan.
Berada bersama mereka seperti berada ditengah-tengah angin puting beliung mini.
Muter dan selalu bergerak.
“Untuk hal-hal yang kurang kami kuasai, kami memilih memakai jasa outsourching, Mbak” Katanya “Yang ada disini hanya tenaga inti”
Jadi jika mereka menang sebuah tender pekerjaan yang mensyaratkan termasuk service purna jual, maka ia akan menggandeng perusahaan lain sebagai co-contractor.
Tapi diatas semua kecekatan mereka, saya salut dengan
kerendah-hatian mereka. Si Bapak, istri, anak-anak dan si Mbak, sangat ramah. Keramahan yang sama sekali bukan pura-pura.
Karena pasti bisa dirasakan.
Saya tidak bertanya atau mencari tahu berapa omset perusahaan
mereka. Tapi dari apa yang mereka miliki bersama, menurut pendapat saya, mereka
adalah orang-orang yang "berhasil" dalam hidup. Sekilas dalam
beberapa kali pertemuan, mereka saling support satu dengan lainnya, kompak dan
saling menyayangi. Itu lah kunci kesolidan bisnis mereka.
1 komentar:
good post mbak, bisa belajar dengan membaca ini
Post a Comment