Wednesday, May 27, 2015

MEMILIH

Seringkali sebagai istri dan ibu, kita dihadapkan pada kondisi harus memilih dan membiarkan angan-angan kita surut sejenak.
Kondisi memilih antara berbisnis dan mengurus anak seringkali saya temui. 
Bahkan hingga hari ini.
Saya sudah lupa berapa kali membatalkan janji karena anak sakit atau anak tidak bisa ditinggal saat tidak ada yang menjaga. Bahkan pernah mundur dari sebuah tender karena pada hari tersebut saya tidak bisa meninggalkan anak, sementara dibawa juga tidak memungkinkan.

Tahun 2008, saat bisnis fashion saya mulai jalan cepat, tetiba saya hamil. Meskipun masih dilanjutkan, namun jalannya mulai timik-timik. Akhirnya di hand-over saat hamil lagi (Ih, hobi!).

Dengan mengurus bayi dan batita cukup membuat saya langsing. Sehingga tidak perlu lebih langsing dengan mengeluarkan energi tambahan buat berbisnis.
Saat itu saya 'lupakan' soal target, omset dan sebagainya. Urusan beralih ke popok, masak bubur dan sejenisnya. 
Padahal kondisi bisnis sudah dipersiapkan sedemikian rupa dan 'siap masuk medan tempur'. Website, kemasan dan segala persiapan branding sudah mulai dilakukan.

Tapi, yah itulah namanya qadar saya. Harus saya terima.

Saya simpan sementara rencana dan mimpi saya. Kadang-kadang kalau lagi jenuh muter aja di rumah ngurus susu dan ompol anak, rasanya 'gatal' kangen merasakan hebohnya dikejar deadline dan target, chit-chat dengan berbagai orang, Customer atau supplier.
Tapi, ya sudahlah. Saat itu diterima saja pilihan yang tersedia lengkap konsekwensinya.

Hal yang berbeda yang harus dipilih Ibu saya. Adik bungsu saya berusia dua bulan saat Bapak meninggal. Tapi anak lainnya yang berjumlah 7 orang harus diberi makan dan perlu uang sekolah serta biaya hidup lainnya. Tak ada pilihan lain bagi Ibu selain harus menitipkan 3 balitanya kepada nenek dan kakek saya. Jika Ibu mempertahankan ke 8 anak bersamanya saat itu, maka 3 balitanya tidak akan terurus karena Ibu harus bekerja dan kami yang besar-besar bisa seharian di sekolah dan perjalanan, karena jarak kami bersekolah rata-rata jauh dari rumah.

Memilih dan memutuskan mengambil pilihan yang mungkin terasa paling pahit, tapi bisa jadi pilihan tersebut adalah yang terbaik.
Jadi emak-emak yang sekarang sedang galau karena merasa terjebak dengan kondisi, perbanyak istighfar dan shalat istiharoh saja agar ditunjukkan cara dan jalan yang terbaik. 
Seringkali yang terbaik belum tentu sesuai perkiraan kita. Karena Yang Maha Pengatur lah yang tahu skenario hidup kita.
Just enjoy your days, Mommies


0 komentar:

Post a Comment

 
;