Seringkali sebagai istri dan ibu, kita dihadapkan pada kondisi
harus memilih dan membiarkan angan-angan kita surut sejenak.
Kondisi memilih antara berbisnis dan mengurus anak seringkali
saya temui.
Bahkan hingga hari ini.
Bahkan hingga hari ini.
Saya sudah lupa berapa kali membatalkan janji karena anak sakit
atau anak tidak bisa ditinggal saat tidak ada yang menjaga. Bahkan pernah
mundur dari sebuah tender karena pada hari tersebut saya tidak bisa
meninggalkan anak, sementara dibawa juga tidak memungkinkan.
Tahun 2008, saat bisnis fashion saya mulai jalan cepat, tetiba
saya hamil. Meskipun masih dilanjutkan, namun jalannya mulai timik-timik.
Akhirnya di hand-over saat hamil lagi (Ih, hobi!).
Dengan mengurus bayi dan batita cukup membuat saya langsing.
Sehingga tidak perlu lebih langsing dengan mengeluarkan energi tambahan buat
berbisnis.
Saat itu saya 'lupakan' soal target, omset dan sebagainya.
Urusan beralih ke popok, masak bubur dan sejenisnya.
Padahal kondisi bisnis sudah dipersiapkan sedemikian rupa dan 'siap masukmedan tempur'. Website,
kemasan dan segala persiapan branding sudah mulai dilakukan.
Padahal kondisi bisnis sudah dipersiapkan sedemikian rupa dan 'siap masuk
Tapi, yah itulah namanya qadar saya. Harus saya terima.
Tapi, ya sudahlah. Saat itu diterima saja pilihan yang tersedia
lengkap konsekwensinya.
Hal yang berbeda yang harus dipilih Ibu saya. Adik bungsu saya
berusia dua bulan saat Bapak meninggal. Tapi anak lainnya yang berjumlah 7
orang harus diberi makan dan perlu uang sekolah serta biaya hidup lainnya. Tak
ada pilihan lain bagi Ibu selain harus menitipkan 3 balitanya kepada nenek dan
kakek saya. Jika Ibu mempertahankan ke 8 anak bersamanya saat itu, maka 3
balitanya tidak akan terurus karena Ibu harus bekerja dan kami yang besar-besar
bisa seharian di sekolah dan perjalanan, karena jarak kami bersekolah rata-rata
jauh dari rumah.
Memilih dan memutuskan mengambil pilihan yang mungkin terasa
paling pahit, tapi bisa jadi pilihan tersebut adalah yang terbaik.
Jadi emak-emak yang sekarang sedang galau karena merasa terjebak
dengan kondisi, perbanyak istighfar dan shalat istiharoh saja agar ditunjukkan
cara dan jalan yang terbaik.
Seringkali yang terbaik belum tentu sesuai perkiraan kita. Karena Yang Maha Pengatur lah yang tahu skenario hidup kita.
Seringkali yang terbaik belum tentu sesuai perkiraan kita. Karena Yang Maha Pengatur lah yang tahu skenario hidup kita.
Just enjoy your days, Mommies
0 komentar:
Post a Comment