Kunjungan Kami ke Mesjid Luar Batang kemarin (30 Desember 2014) sebenarnya tidak
direncanakan. Saat itu dari arah Muara Karang kami bermaksud menuju ke
Pelabuhan Sunda Kelapa, namun karena situasi lalu lintas yang macet maka kami
membelokkan mobil menuju ke Masjid ini.
Untuk menuju Masjid Luar Batang kita harus melewati sebuah jalan sempit (gang) sejauh
kurang lebih 100 meter. Hari itu kondisi sebagian jalan tersebut sedang dicor, sehingga jalan berbatu-batu. Kira-kira 50 meter masuk gang, di depan
kantor RW, setiap mobil yang bukan milik warga setempat akan ditarik retribusi
sebesar Rp. 3000,-
Dari "pos retribusi" tersebut, kami harus berbelok ke kiri lalu berbelok ke kanan. Hanya berdasarkan feeling. Sama sekali tidak ada tanda petunjuk arah menuju masjid di dalam gang ini, selain Plang besar di depan Jalan Penjaringan.
Begitu turun dari mobil di halaman parkir masjid, kami disambut oleh segerombolan ibu penjual bunga tabur kubur dan anak-anak pengemis. ‘Serbuan’ mereka terasa sangat menganggu karena mereka menjual bunga dengan cara memaksa –bahkan cenderung licik, karena bungkusan bunga tersebut dijejalkan ke tangan anak-anak balita, yang tentu terbengong-bengong saja menerima bunga tersebut. Saat anak memegang bungkusan bunga tersebut, maka sang penjual ‘menodong’ ke orang tua anak untuk membayar seharga Rp. 5000,- jika anda ngotot menolak membayar, maka siap-siap anda dikeroyok gerombolan penjual bunga tersebut dengan kata-kata kasar. Bahkan Saya mereka soraki karena kekeuh memulangkan bunga tabur tersebut.(Sebenarnya bukan masalah uang 5000 nya, tapi Saya ngga suka dengan cara mereka)
Begitu turun dari mobil di halaman parkir masjid, kami disambut oleh segerombolan ibu penjual bunga tabur kubur dan anak-anak pengemis. ‘Serbuan’ mereka terasa sangat menganggu karena mereka menjual bunga dengan cara memaksa –bahkan cenderung licik, karena bungkusan bunga tersebut dijejalkan ke tangan anak-anak balita, yang tentu terbengong-bengong saja menerima bunga tersebut. Saat anak memegang bungkusan bunga tersebut, maka sang penjual ‘menodong’ ke orang tua anak untuk membayar seharga Rp. 5000,- jika anda ngotot menolak membayar, maka siap-siap anda dikeroyok gerombolan penjual bunga tersebut dengan kata-kata kasar. Bahkan Saya mereka soraki karena kekeuh memulangkan bunga tabur tersebut.(Sebenarnya bukan masalah uang 5000 nya, tapi Saya ngga suka dengan cara mereka)
Saat Kami melangkah masuk ke dalam lingkungan Masjid, Kami langsung dikerumuni oleh segerombolan pengemis anak. Mereka bukan hanya mengulurkan tangan meminta-minta, tapi juga memegangi dan mengguncang-guncang lengan Saya. "Buuu, sedekah, Bu". Kakak yang tidak tega melihat tampang memelas anak-anak itu, mengeluarkan uang Rp.5000 dari sakunya dan menyerahkan kepada salah seorang anak. Selesai memberi anak itu uang, dalam hitungan detik Kakak langsung dikelilingi anak-anak dan Ibu-ibu pengemis lain hingga Ia ketakutan.
Melihat Kakak dikerumuni orang, Suami segera mengajak kami keluar dari kawasan Masjid padahal kami belum sempat masuk ke dalam masjid. Maka foto-foto yang bisa Saya bagikan kali ini hanya gambar Masjid Luar Batang dari sisi luar masjid.
Melihat Kakak dikerumuni orang, Suami segera mengajak kami keluar dari kawasan Masjid padahal kami belum sempat masuk ke dalam masjid. Maka foto-foto yang bisa Saya bagikan kali ini hanya gambar Masjid Luar Batang dari sisi luar masjid.
![]() |
| Mesjid Luar Batang Pada Tahun 1920 Foto Koleksi Troppenmuseum |
![]() |
| Salah Satu Sudut Mesjid |
Pelabuhan Sunda Kelapa
Tidak Nyamannya Ziarah Ke Masjid Luar Batang
Penyewaan Mukenah di Masjid Istiqlal
Goa Lalay
Gunung Galunggung
Situ Gunung Cisaat
Museum Bahari







2 komentar:
Bner mbk..bgtulah..setiap hr nya disana. ..
Pernah saya ke atm bri d dlm sepulng kerja malam..parkir motor. .tdk ada yg memberi karcis. Retribusi...sebelum saya parkir..otomatis donk..saya kunci stang trs masuk ke lokasi untuk transaksi ..hanya 2 mnt kurang..begitu saya keluar ambil motor. Mau nyalaiin..saya d tagih uang parkir..sambil d kata2in kasar lg.. seandainya motor saya hilang saat saya sdng transaksi...apakah ad yg bertnggung jawab atas kehilangan saya..past mereka berdalih. Karcis nya mana??menurut saya d tertib kan saja area parkir. .bila perlu d gratiskan..
Post a Comment