Setelah dari Museum Bahari kami melanjutkan perjalanan wisata sejarah ini ke Pelabuhan Sunda Kelapa. Pelabuhan Sunda Kelapa adalah sebuah
pelabuhan tua yang terletak di Penjaringan Jakarta Utara. Sunda Kelapa berasal
dari Sunda dan Kalapa. Sunda merujuk kepada Kerajaan Sunda Galuh di Jawa Barat yang
beribukota Pakuan Pajajaran, dan Kalapa adalah nama pepohonan Kelapa yang kala
itu banyak terdapat di sepanjang pantai pelabuhan tersebut.
Pelabuhan ini telah ada sejak abad ke-12 dan
kala itu merupakan salah satu pelabuhan terpenting kerajaan Sunda Galuh. Pelabuhan
ini dianggap penting karena saat itu dapat ditempuh dalam waktu hanya dua hari
dari ibu kota Pakuan Pajajaran (Sekarang disebut kota
Bogor ). Dari
catatan perjalanan Tomé_Pires, pelabuhan lain yang dimiliki oleh kerajaan Sunda
Galuh (atau lebih terkenal sebagai kerajaan Pajajaran) adalah Sunda (Banten), Pontang,
Cigede, Tamgara dan Cimanuk.
Pada abad ke 12, Kapal-kapal dari Tiongkok, India Selatan, Jepang dan Timur Tengah sudah berlabuh di Sunda Kelapa dengan membawa barang-barang seperti porselen, kopi, minyak wangi-wangian, kuda, anggur dan zat warna untuk ditukar dengan rempah-rempah yang menjadi komoditas dagang saat itu. Dan pada akhir abad ke 15 pedagang dari Eropa mulai berdatangan untuk melakukan perdagangan lada, kopi, teh, dan rempah-rempah lainnya.
Pada abad ke 12, Kapal-kapal dari Tiongkok, India Selatan, Jepang dan Timur Tengah sudah berlabuh di Sunda Kelapa dengan membawa barang-barang seperti porselen, kopi, minyak wangi-wangian, kuda, anggur dan zat warna untuk ditukar dengan rempah-rempah yang menjadi komoditas dagang saat itu. Dan pada akhir abad ke 15 pedagang dari Eropa mulai berdatangan untuk melakukan perdagangan lada, kopi, teh, dan rempah-rempah lainnya.
Pelabuhan yang awalnya dibangun dengan
panjang kanal 810 meter, pada tahun 1817 oleh Pemerintahan Penjajahan Belanda
diperbesar menjadi 1.825 meter. Setelah kemerdekaan Indoneisia , pelabuhan ini
dibangun kembali sehingga memiliki kanal sepanjang 3.250 meter yang dapat
menampung 70 perahu layar dengan sistem susun sirih.
Karena nilai sejarahnya yang tinggi,
Pelabuhan Sunda Kelapa ditetapkan sebagai salah satu kawasan wisata sejarah.
Saat ini pelabuhan yang terdiri dari dua pelabuhan utama dan Pelabuhan Kalibaru
ini memiliki luas daratan 760 hektare serta luas kolam perairan 16.470 hektar.
Siang di musim penghujan itu kebetulan langit sedang cerah sehingga Kami bisa mendapatkan beberapa foto dengan latar perpaduan langit biru dan awan putih yang cantik sekali. Selain memotret kapal-kapal phinisi, kami juga berkesempatan memotret beberapa aktifitas buruh bongkar muat di pelabuhan tersebut.
Siang di musim penghujan itu kebetulan langit sedang cerah sehingga Kami bisa mendapatkan beberapa foto dengan latar perpaduan langit biru dan awan putih yang cantik sekali. Selain memotret kapal-kapal phinisi, kami juga berkesempatan memotret beberapa aktifitas buruh bongkar muat di pelabuhan tersebut.
![]() |
| Deretan Kapal Layar Berlabuh |
Pelabuhan Sunda Kelapa
Tidak Nyamannya Ziarah Ke Masjid Luar Batang
Penyewaan Mukenah di Masjid Istiqlal
Goa Lalay
Gunung Galunggung
Situ Gunung Cisaat
Museum Bahari

0 komentar:
Post a Comment