Ada lagi orang pandir yang membuat video lalu mengunggah ke
medsos tentang nasi yang berasal dari sebuah rumah makan yang bisa dibulatkan
seperti bola dan dilempar-lempar menjadi membal. Lalu dua karyawati ini menarik
kesimpulan sendiri bahwa beras yang digunakan untuk memasak nasi di rumah makan
tersebut, adalah beras plastik.
Orang
bodoh kalau dia diam, ngga ngaruh ke
masyarakat. Tapi orang bodoh yang haus publisitas, justru akan meresahkan
masyarakat. Kalau rumah makan itu punya saya, akan saya tuntut ia untuk menguji kebenaran apa yang dia katakan,
bahwa beras itu mengandung plastik. Dan uji tersebut harus ilmiah.
Ya begitulah orang pandir. Orang pintar, tentu saja awalnya dia
" tidak tahu" lalu karena penasaran maka ia mencari tahu dengan
belajar. Tapi orang pandir adalah orang bodoh yang keblinger.
OK, soal nasi yang bisa dikepal-kepal dan tidak lengket, hal itu
disebabkan beras yang digunakan adalah beras yang memiliki kadar amilopektin
tinggi, yang biasa ditemui pada "Bareh Solok" dengan beberapa
variannya.
Amilopektin adalah sebuah struktur kimia yang merupakan hasil
polimerisasi glukosa anhidrat. Karena derajat polimerisasi amilopektin yg besar
yaitu sekitar 50.000 ikatan glukosa maka berat molekulnya juga besar. Struktur
rantai amilopektin juga memiliki banyak percabangan. Dari rantai glukosa yang
panjang dan bercabang inilah amilopektin memiliki kecenderungan untuk membentuk
gel sehingga lengket, ketika dipanaskan dengan air.
Beras ketan nyaris seluruhnya mengandung amilopektin. Sedangkan "Bareh Solok" dan variannya memiliki kandungan amilopektin sekitar >80% dan < 20% amilosa.
Pada jenis beras yang mengandung amilosa rendah ini, bila beras dimasak menyebabkan keadaan yang lekat dan lunak. Sebaliknya pada beras yang mengandung amilosa tinggi, (Contoh beras pera') nasi yang dihasilkan lebih keras karena adanya penyerapan air yang banyak, sehingga membentuk ikatan hidrogen yang lebih besar.
Beras ketan nyaris seluruhnya mengandung amilopektin. Sedangkan "Bareh Solok" dan variannya memiliki kandungan amilopektin sekitar >80% dan < 20% amilosa.
Pada jenis beras yang mengandung amilosa rendah ini, bila beras dimasak menyebabkan keadaan yang lekat dan lunak. Sebaliknya pada beras yang mengandung amilosa tinggi, (Contoh beras pera') nasi yang dihasilkan lebih keras karena adanya penyerapan air yang banyak, sehingga membentuk ikatan hidrogen yang lebih besar.
Nah sekarang paham kan sayang mengapa beras dari rumah makan
padang tertentu mudah dikepal-kepal?
"Uda, tambuoh ciek!"

1 komentar:
nambah info nih..
Post a Comment