Membaca berita kasus tertangkapnya Gubernur Bengkulu Ridwan
Mukti dan istri dalam Operasi Tangkap Tangan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi,
benar-benar membuat saya kembali merasa mangkel. Gimana ngga mangkel, itu yang dikorupsi kan walau uang berasal dari Perusahaan Swasta, tapi nanti ujung-ujungnya rakyat juga yang akan membayar.
Sebagai Pengusaha, saya juga tahu bahwa setiap sen uang yang keluar untuk sebuah proyek akan dihitung . Dan diusahakan mendapat laba dari setiap uang yang keluar itu. Nah, yang membiayai proyek kan uang APBD.
Nah, Pemimpin Propinsi memakan uang rakyat, koq tega! Padahal menurut data BPS pada September tahun 2016, jumlah penduduk miskin di Bengkulu adalah 325,6 ribu dari total jumlah penduduk 1,9 juta jiwa. Atau sekitar 17% penduduk. 17% yang dihitung itu adalah orang yang mempunyai pendapatan DIBAWAH Rp. 437.000/bulan yang merupakan ambang garis kemiskinan di Bengkulu.
Sebagai Pengusaha, saya juga tahu bahwa setiap sen uang yang keluar untuk sebuah proyek akan dihitung . Dan diusahakan mendapat laba dari setiap uang yang keluar itu. Nah, yang membiayai proyek kan uang APBD.
Nah, Pemimpin Propinsi memakan uang rakyat, koq tega! Padahal menurut data BPS pada September tahun 2016, jumlah penduduk miskin di Bengkulu adalah 325,6 ribu dari total jumlah penduduk 1,9 juta jiwa. Atau sekitar 17% penduduk. 17% yang dihitung itu adalah orang yang mempunyai pendapatan DIBAWAH Rp. 437.000/bulan yang merupakan ambang garis kemiskinan di Bengkulu.
Miris banget. Juga gemes banget. Marah. Jadi benci walau ngga pernah kenal. pada Pak Ridwan ini.
Banyaknya para pejabat dan wakil rakyat yang tertangkap, tersangka dan terpidana sebagai koruptor, membuat saya bertanya-tanya, ada ngga sih Pemimpin, Pejabat, Wakil Rakyat apapun namanya,
yang harta kekayaannya makin berkurang dibanding saat sebelum menjabat karena
ia rela mengorbankan diri dan harta bendanya buat rakyatnya?
Ada ngga ya Pejabat, Pemimpin, Wakil Rakyat yang bersedia tidak
akan makan kenyang selama rakyatnya masih ada yang dhuafa?
Adakah Pejabat, Pemimpin, Wakil Rakyat yang memilih duduk
bersama keluarganya dalam gelap, disebabkana minyak lampu tersebut dibayar oleh negara. Dan ia khawatir rakyatnya tidak ridho uang mereka dipakai oleh kebutuhan pribadinya, seperti yang dicontohkan oleh Khalifah Umar bin Abdul Aziz?
Adakah Pejabat, Pemimpin, Wakil Rakyat yang takut pada akhir
hayatnya disaksikan sebagai koruptor oleh rakyatnya? Padahal kesaksian orang
bahwa seseorang itu dzolim bisa menjebloskannya ke neraka.
Ada ngga sih yang meneladani Seperti halnya Rasulullah yang
semula pemuda kaya raya lalu setelah diangkat menjadi Rasul malah hanya tidur
diatas tikar pelepah kurma?
Kalau mau memupuk kekayaan karena pekerjaan, ya jangan jadi
Pejabat Publik atau Wakil Rakyat dong. Jadi Pebisnis saja lah, Pak, Bu.

1 komentar:
Saya membaca postingan ibu,jempol
Post a Comment