Mbok,ya, jangan begitu.
Begitu diapprove permintaan pertemanan darimu, tanpa membuang waktu, lewat inbox Facebook langsung Kau krim pesan berderet-deret yang berisi iklan daganganmu.
Memang kau menguluk salam. Tapi benar-benar terasa hanya sebuah basa-basi, karena Aku pun belum sempat lagi menjawabnya.
Perlakuanmu
terhadapku ini, membuat Aku jadi merasa sebagai objek eksploitasimu. Jelas
terlihat, Kau mau mengajak Aku berteman sekedar supaya bisa beriklan. Padahal
meskipun Aku sering wara-wiri di dunia maya, tapi Aku ini makhluk nyata, loh.
Bayangkan,
gimana coba bengongnya Kamu, jika
Kamu sedang berada di suatu tempat, tiba-tiba disapa seseorang lalu langsung
dibombardir dengan promosi produk: blablabla...
Lalu,
sikap seperti apa yang akan Kau tunjukkan terhadap orang seperti itu? Tentu
kamu akan menghindari bertemu orang tersebut lagi, ya, kan ?
Begitupun di dunia maya, orang yang tidak asik karena egois, orang yang hanya menjadi teman sebagai objek promosinya, tentu pun akan dihindari.
Begitupun di dunia maya, orang yang tidak asik karena egois, orang yang hanya menjadi teman sebagai objek promosinya, tentu pun akan dihindari.
Ingatlah
satu hal, meskipun akun-akun tersebut berada di dunia maya, tapi dibelakang itu
ada manusia nyata. Jadi berinteraksilah seperti Kau sedang berinteraksi dengan
sesama manusia di dunia nyata.
Foto: Digitaltrend
Silakan baca artikel entrepreneurship lainnya:
Foto: Digitaltrend
Silakan baca artikel entrepreneurship lainnya:

1 komentar:
Iya mak idem...aku juga gak suka ama perilaku seperti itu. Biasanya pas dia lagi ngoceh diam2 aku langsung unfriend beliau di tab lain...hehhehe
Post a Comment