Pada 26 Augustus 2010
Hatiku jadi sedih
Melihat Jakarta-ku kini
Tak lagi tertata rapi
Penuh sesak disana-sini.
Bila hujan turun tiada henti
Air tak bisa mengalir ke tepi
Banjir menggenang kian tinggi
Surutnyapun lama sekali.
Mobil dan motor banyak sekali
Semakin macet kian hari
Polusi bikin sesak napasku kini
Perjalanan tiada nyaman lagi.
Gedung-gedungnya menjulang tinggi
Bila malam lampu-lampu berpendar berseri
Pemandangan jadi indah tak terperi
Bagai jutaan kunang-kunang menari
Tapi lihatlah para anak jalanan dan pengemis ini
Ditiap perempatan mereka berdiri.
Untuk meminta sesuap nasi
Tak pernah berharap bisa sekolah lagi.
Jakarta Oh Jakartaku
Kapankah kau berjaya lagi
Seperti cerita orang tua dahulu
Menjadi Ibukota kebanggaan negeri.
Artikel Wisata Lain:
0 komentar:
Post a Comment