Membaca berita di Kompas.co yang menyatakan bahwa Dirut baru PT. Merpati Nusantara
Airline, Rudy Setyopurnomo, menunda membeli pesawat baru hingga load
factor 80 persen atau lebih tercapai. Bagi saya sebagai pengguna jasa
angkutan udara dan sebagai rakyat Indonesia ini merupakan kabar baik.
Koq kabar baik? Apakah saya punya saham di Merpati? Iya dong, meskipun tidak secara langsung memegang lembaran sahamnya, tapi saya’kan pembayar pajak. Merpati’kan perusahaan BUMN, sumber dananya dari Negara, berarti dari pajak saya juga’kan.
Kalau boleh, saya mau usul dong Bos Rudy. Mbok yah, kalau nanti target load factor tercapai lalu berpikir membeli pesawat baru, belilah pesawat buatan Indonesia seperti N-2130 buatan PTDI.
Karena uang yang dipakai buat beli pesawat’kan uang Negara. Jadi,
alangkah lebih baiknya jika uang tersebut –yang notabenenya uang Rakyat-
manfaatnya bisa dirasakan oleh Rakyat.
Keuntungan jual beli Pesawat semoga bisa lebih mensejahteraan karyawan PTDI dan keluarganya. Pajak penjualannya bisa masuk ke Kas Negara. Mungkin saja karena wong dewek
yang beli nanti bisa dapet diskon spesial dari PTDI, sehingga uang yang
harus digelontorkan berkurang. Dana tersisa bisa dimanfaat buat pos
lain. Imbas penghematan ini mungkin bisa untuk menambah kesejahterakan
karyawan Merpati..
Saya sudah browsing mengenai fitur pesawat ini, meskipun awam dengan teknologi per-pesawatan-an. :D, namun saya yakin mutu pesawat buatan PTDI ini tidak kalah jika harus bersaing dengan Sukhoi, Boeing 737 atau MA60.
Semoga Bos Rudy lebih
cerdas dan bijak dibandingkan pejabat-pejabat lain (yang lebih suka
memanfaatkan jabatan bagi keuntungan pribadi dan kroni).
Semoga Bos Rudy bisa
menjalankan amanah ini dengan sebaik-baiknya. Memakai kecerdasan untuk
mengambil keputusan , namun memakai hati nurani dalam bertindak.
Semoga.
Salam,
Rinny

0 komentar:
Post a Comment